Forum Indofanster

Selamat datang di Forum Indofanster.
Silakan mendaftar dan login untuk bergabung mendiskusikan berbagai Manga-Anime.

Welcome to FAN

Jangan sungkan untuk bergabung ya...


Forum Indofanster

Forum Tempat Berdiskusi Tentang Manga - Anime
Dibuat oleh Agoess Sennin pada 16 Mei 2009
Indofanster adalah Keluarga, Bukan Sekedar Tempat Berkumpul
 
IndeksPortalCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupAffiliatePendaftaranLogin
Welcome to
Rules • Staff • Ranks & Holder

Share | 
 

Siapakah yang akan Membangunkannya ?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#1PostSubyek: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 15/2/2013, 4:31 pm

DIA YANG TERTIDUR....?
TEMPATNYA MASIH TERPENDAM DI NUSANTARA...... ?
Siapakah yang akan Membangunkannya ?

oleh : CASRAM AF


Bag 1

Kisah ini berawal dari ketika Tuhan menciptakan Alam Semesta beserta semua isinya, setelah selesai semua proses Alam Semesta, lahirlah Angkasa Raya dengan segala Isinya ditaburi Bintang - bintang, Planet - planet, dan Galaksi. Ketika semua telah rampung sesuai kehendak Tuhan sang Pencipta, maka Tuhan memilih 1 diantara jutaan benda Angkasa di Langit, sebagai tempat yang tepat untuk dihuni oleh Mahluk yang akan diciptakannya dikemudian hari..., dibuatnya benda Angkasa itu dengan 7 lapis, lalu di isi dengan segala Pesona dan Keindahan, yang tidak dimiliki oleh Benda Angkasa lainnya di Alam Semesta ini.... inilah benda angkasa yang kita sebut "BUMI", lalu Tuhan mencipta Cahaya dan Kegelapan untuk Bumi, yakni Siang dan Malam, dan memilih Matahari untuk menerangi Bumi dengan Panas dan Cahaya yang terang Benderang, lalu dengan Keadilan-Nya untuk penghuni Bumi suatu saat nanti, Tuhan mencipta Bulan untuk menerangi Kegelapan di Malam hari, lalu Tuhan berkata kepada Siang dan Malam, bahwa kalian tidak akan pernah bertemu satu sama lain, Setelah Bumi tercipta dengan Segala isinya, lalu Tuhan melapisi Bumi dan Alam Semesta dengan langit bertingkat Tujuh.....,

Setelah semua selesai seperti Apa yang diinginkan Sang Pencipta, Jauh, jauh , dan Jauh diatas Alam Semesta ini, Tuhan kemudian mencipta Mahluk yang berasal dari Api, yang kemudian dikenal dengan sebutan Jin. lalu Tuhan memilihkan Bumi untuk dihuni Jin dan menyuruh mereka Sujud dan Patuh kepada Tuhan pencipta mereka, keberadaan para Jin di muka bumi, yang berkembang biak dan memperbanyak diri, lalu mereka menikmati tempat mereka dibumi tersebut dengan segala apa yang ada didalamnya, Umur Bumi yang terhitung masih muda di kala itu sungguh menakjubkan bagi para Jin, maka dengan kesyukuran itu mereka memberikan segala kepatuhan dan ketaatan kepada Tuhan Sang Pencipta mereka,.. sehingga hadirlah salah satu diantara Para Jin itu Pembesar Jin yang terkenal akan Ketaatan dan Kepatuhannya kepada Tuhan, karena hal itu, kemudian Tuhan memberinya Gelar kebanggaan diantara para Jin dan memberinya kedudukan yang tinggi di langit, akhirnya jadilah dia yang pertama sebagai kebanggan seluruh mahluk Tuhan.

Bangsa Jin telah membentuk perdabannya sendiri di Bumi ini dalam waktu yang cukup lama tapi Keberadaan para Jin ternyata tidak berlangsung lama sebagai satu - satunya Penghuni di muka bumi.bersamaan dengan Jumlahnya yang begitu banyak, sesuai dengan kodrat ciptaannya dimana nafsu lebih menguasai, maka antara sebagian yang satu dengan sebagian yang lain timbul sikap saling memusuhi, dan permusuhan itu menimbulkan peperangan diantara mereka, Ambisi dan Keserakahan untuk menguasai dunia membuat mereka lupa akan tujuan mereka diciptakan adalah untuk patuh dan sujud, akhirnya Bumi mengalami suatu kejadian buruk yang tidak pernah dialami olehnya sejak pertama kali, yakni Peperangan dan Kerusakan serta Pembunuhan (pertumpahan darah) terjadi di mana - mana. banyaknya Kerusakan dan Pembunuhan telah menimbulkan kekacauan yang sangat tidak terkira, karena Ketidaktaatan dan Keangkuhan mereka maka untuk mengatasi semua itu, Tuhan menciptakan Mahluk yang akan selalu menaati perintahnya, lalu diciptalah para Mahluk itu dari Cahaya, kemudian menjadikan mereka Tentara - tentara Tuhan yang patuh, dengan itu mereka lalu diperintah turun kebumi untuk memberangus dan mengusir Para Jin yang membuat keonaran itu dari tempat - tempat yang layak menuju ketempat yang sepantasnya untuk mereka. Kedatangan para Tentara Tuhan itu meupakan kejadian tidak terduga oleh Para Jin, mereka tidak mempunyai daya sedkitpun untuk menghadapinya, Tentara Tuhan itu kemudian dikenal dengan nama " Malaikat ", Peristiwa Turunnya para tentara Malaikat ke Bumi untuk Mengusir Kebiadaban Para Jin adalah Pertarungan Pertama yang terjadi di Alam Semesta dan Merupakan simbol pertama antara Cahaya melawan Kegelapan serta Kebenaran melawan Kejahatan dan Bumi telah menjadi tempat pertama pergolakan antara 2 Mahluk Ciptaan Tuhan itu.

Kekuatan dan Keperkasaan para Malaikat, ternyata tidak dapat ditandingi Bangsa Jin, dan kejadian itu telah menjadi sebab penyesalan terbesar pada sebagian bangsa Jin, dan sebagiannya lagi ada yang malah semakin buruk dan congkak lagi tidak mau menerima keputusan Tuhan. karena Rahmat dan Kasih Sayang Tuhan pada sebagian yang lain akhirnya memberikan kesempatan bagi Bangsa Jin untuk menghuni di Bumi sambil merenungi segala kesalahannya, tapi dalam hal ini para Bangsa Jin menempati Bumi tidak seperti ketika pertama kali dia Menghuni dimana segala hasil bumi di olah olehnya, tapi di Bumi dia mempunyai batas - batas dan aturan, karena kali ini Tuhan telah memerintahkan Para Malaikatnya yang terpilih untuk menghuni Bumi dan menguasai segala apa yang ada didalamnya terlepas dari keberadaan bangsa Jin. Saat itu, ketika Malaikat - malaikat Tuhan menghuni Bumi, Bumi sungguh berada dalam kedamaian dan ketentraman, keindahan dan pesona Bumi yang telah hilang lama sejak kerusakan yang di timbulkan oleh kebengisan para Jin yang pudar akhirnya kembali membaik perlahan - lahan . Malaikat - malaikat di Bumi terus tunduk sujud dan patuh selalu, mengikuti perintah Tuhan mereka. mereka selalu bedzikir dan memuji Tuhan mereka ditanah Bumi ini... disana Tuhan memerintahkan Para Malaikatnya untuk membangun sebuah Rumah peribadatan tempat Sujud dan sebagai Pusat ibadah seluruh mahluk di Muka Bumi, dan Rumah Ibadah itu di buat diatas tanah suci dan diberkahi, merekapun membangun Pusat Ibadah diatas Tanah yang Tuhan perintahkan, dan Tempat itulah yang kita kenal sekarang dengan Tanah Arabia, para Malaikatpun membangunnya dan tempat itu menjadi kiblat seluruh malaikat yang menghuni bumi. Setelah Bangunan itu selesai, para Malaikatpun tak ada henti - hentinya untuk Sujud dan bersyukur kepada Tuhan yang merahmati mereka... karena hal yang demikian para Malaikat lebih merasa betah berada di bumi, karena selain Bumi sangat indah, para Malaikatpun telah tertarik akan pesonanya.

Di tempat lain, jauh, jauh, dan jauh diatas bumi, yakni di Langit, dimana ketika itu Para Malaikat seluruhnya menjadi Penghuninya, diperkenalkan oleh Tuhan mereka kepada Salah satu dari bangsa Jin yang diperkenankan baginya menduduki Langit dan menjadi pembesar para Jin, dimana Tuhan menganugrahkan untuknya Gelar dan Pujian yang baik atas seluruh mahluk-Nya dari dulu bahkan sebelum hadirnya para Malaikat, karena Ketaatan dan Kepatuhannya itu dikenal oleh seluruh malaikat, dan banyaknya limpahan kasih sayang Tuhan berikan kepadanya, maka iapun menjadi satu - satunya Jin yang disejajarkan oleh Para Malaikat di langit. terlepas dari apa yang diperbuat oleh Para Jin di Bumi dengan kedurhakaan, jin ini malah sebaliknya ia semaikin patuh kepda Tuhannya, bahkan setelah adanya para malaikatpun, ia tidak pernah mau kalah akan taat dan patuhnya dia, Seluruh malaikatpun baik di langit dan bumi, sangat menghormatinya,.. dan ketika sewaktu Pembesar Jin itu turun kebumi, maka ia disambut baik oleh kawanan para Malaikat. Tuhan memang lebih kagum dengan ketaatannya dibanding ketaatan para Malaikat, dikarenakan ia dikodrati dengan nafsu yang lebih dari akal, oleh karenanya namanya selalu ada disetiap langit yang dihuni oleh Malaikat, selain itu dia telah diberi Rupa yang sangat elok diatara bangsa Jin, dan menjadilah dia kebanggaan para Malaikat dan seluruh Mahluk Tuhan di Langit dan di Bumi.

Bersambung......

Silahkan komentar di http://www.indofanster.org/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya#213045


Terakhir diubah oleh CASRAM AF tanggal 19/2/2013, 10:47 pm, total 2 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#2PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 16/2/2013, 1:23 pm

Lanjutan...

Bag 2

Dalam keadaan yang seperti ini, ternyata tidak pernah ada sekelippun yang luput dari pegamatan Tuhan, Tuhan Maha Mengetahui segala-galanya, lalu Tuhan memberitahukan sebuah kabar penting yang sangat menggemparkan seluruh Mahluk-Nya seisi Langit dan Bumi, bahwasanya Suatu saat nanti akan Ada salah satu dari Hamba-Nya yang akan melakukan kedurhakaan kepada-Nya, seketika mendengar berita tersebut dari Tuhan Semesta Alam, tiba - tiba Langit dan Bumi berguncang karenanya, Para Malaikat seluruhnya baik dilangit dan di bumi merinding ketakutan mendengar Berita dari Tuhan tersebut, mereka lantas melakukan sujud dan memohon ampun kepada Tuhannya berkali - kali, takut salah satu diantara mereka terpilih, dalam kegaulauan para Malaikat tak sedikitpun mereka memikirkan tentang Hamba Tuhan kebanggaan mereka, karena mereka berpikir, mana mungkin dia akan mengkhianati Tuhan, dia lebih baik ketaatannya, siapakah yang mampu menggelincirkannya dari hal itu. Semua para Malaikat yang mempunyai ketakutan yang besar mendatangi pembesar Jin tersebut agar mendoakannya supaya bukan dialah Hamba yang Tuhan maksudkan, tapi Pembesar Jin inipun menerima permintaan malaikat-Nya, tapi lain halnya dengan Pembesar Jin tersebut ia sangat bangga dengan seluruh apa yang dicapainya selama ini, oleh karena hal inilah, seluruh para Malaikat menggigil takut kedurhakaan itu menimpa salah satu diantara mereka.... hingga datanglah suatu hari, dimana Tuhan memberitahukan kepada seluruh Para Malaikat, bahwa Ia hendak menciptakan mahluk yang akan menjadi penghuni baru di muka bumi dan menjadi khalifah diatas tanahnya, mendengar kabar yang mengejutkan itu, Para Malaikat khawatir dan berkata " Ya Tuhan, kenapa engkau ingin menciptakan mahluk lagi, yang hanya akan melakukan kerusakan di bumi itu, bukankah kami ini selalu memuji dan mensucikan nama-Mu tiap waktu ", dan Tuhanpun menjawab "Kalian tidak tahu apa yang saya tahu", bersamaan dengan ketetapan Tuhan itu, maka diperintahlah seluruh malaikat di bumi untuk naik ke langit, karena Bumi akan dihuni oleh Mahluk jenis baru dan mengolah semua apa yang ada di dalamnya, namun karena kecintaan Malaikat di Bumi dengan Rumah Peribadatan baru mereka diatas tanah Arabia, maka mereka meminta Tuhan untuk membuatkan mereka yang seperti itu Di Langit, dan Tuhan lalu mengabulkannya, naiklah para Malaikat itu ke Langit dan dibuatkanlah untuk mereka Tempat peribadatan baru, dinamakanlah tempat itu Baitul Makmur.... dan tinggallah bangsa Jin di bumi yang hidupnya terpinggirkan...

Sampailah hari dimana Tuhan telah selesai membentuk Cikal Bakal Mahluk Baru yang akan menjadi Penghuni baru Bumi, Mahluk tersebut Tuhan Ciptakan dari Tanah Liat yang berlumpur, Tuhan membentuk jasad Mahluk itu dengan susunan fisik sempurna melalui tangannya sendiri, meski dari Tanah, Mahluk itu dibuat dengan curahan Rahmat dan Kasih Sayangnya, kemudian Tuhan masukkan Ruh kedalam jasadnya, lalu Mahluk itupun hidup dan perlahan mulai menggerakkan bagian tubuhnya satu persatu, dia dapat melihat, mendengar, dan merasakan segalanya. lalu diapun berdiri sesuai perintah Tuhan, maka berdirilah dia perlahan - lahan diatas kedua kakinya, kemudian ia menggerakkan kakinya pelan - pelan lalu melangkah. Tuhanpun mengajarinya beberapa buah perkataan, dan lalu dia bertanya kepada Tuhannya, Siapakah Namaku ? lalu Tuhanpun memberinya Nama Adam, Namamu adalah Adam. Lalu Adam bertanya lagi Dimana Aku ini ? lalu Tuhan berkata padanya bahwa Engkau berada diatas Langit. berjalannya Waktu, Tuhanpun mengajarinya seluruh nama - nama benda dan berbagai kosakata bahasa seluruhnya lengkap dengan fungsi, guna dan cara pakainya untuk di ketahui oleh Adam, Tuhan telah mengajari Adam sesuatu yang tidak diajarinya oleh seluruh Mahluknya sebelum itu. lalu Tuhan bertanya kepada Malaikat, ini namanya apa ? Malaikatpun mengatakan : Kami tidak tahu Tuhan, kecuali apa yang Tuhan beritahu. disinilah nampak perbedaan Adam dan Malaikat.

Tibalah Hari yang sangat menggemparkan seluruh isi penduduk langit dan bumi, Hari itu adalah Awal dari Segala Babak Baru Kehidupan dimulai, hari dimana berlakulah ketentuan Tuhan atas penduduk langit dan bumi yang ada sebelumnya. maka diperkenalkanlah Adam oleh Tuhan pada seluruh penghuni langit, tidak terkecuali Salah satu Pembesar Jin yang terhormat diantara mereka, Awal dari Perkenalan itu adalah sesuatu yang tidak pernah terkira sepanjang keberadaan kehidupan Malaikat dan Jin serta seluruh Mahluk Tuhan yang lain, masuklah dipuncak perkenalan Antara Adam dan Penghuni Langit, maka diperintahlah seluruh penghuni langit untuk sujud hormat (bukan sujud penghambaan) kepada Adam, dengan seketika itu pula Sujud Hormatlah semua Malaikat seluruh penjuru langit kepada Adam atas perintah Tuhan dengan kerelaan, tapi ternyata tidak demikian halnya dengan Pembesar Jin itu, dia satu - satunya yang tidak mau sujud hormat kepada Adam di kala seluruh malaikat di langit melakukannya, maka dipandanglah Adam oleh Jin itu dengan tatapan kebencian dan hati yang penuh kesombongan, maka melihat itu bertanyalah Tuhan, Kenapa kamu tidak mau bersujud padanya atas perintahku ? lalu Jin pembangkang itupun menjawab : " Asal ciptaku lebih mulia daripada dia, Aku dari Api sedang Dia hanya dari Tanah yang berlumpur ", Pengkhianatan dan Kedurhakaan Jin itupun menjadi sebab kemurkaan Tuhan, lalu tertanggallah seluruh apa yang pernah dimiliki oleh jin tersebut berupa kedudukan tinggi dan kebesaran namanya antara langit dan bumi, hilanglah semua itu, dan bentuknya yang elok rupa tiba - tiba berubah menjadi sosok yang sangat !!!*kata ini disensor oleh Admin*!!! dan menyeramkan, tertimpalah olehnya Laknat Tuhan untuk selama - lamanya.. dan Tuhanpun menamainya Iblis... sebagai Tokoh utama Kegelapan dan Kejahatan di langit dan bumi.

Sepanjang kehidupan Iblis tak pernah sekalipun pernah terfikir bahwa Tuhan memberikannya hal yang seperti ini, selamanya dia selalu di berkahi dan dipuja bak seorang raja diatas singgasana, Kehadiran Adam telah menggeser seluruh kedudukan dan posisi iblis di langit dan bumi bahkan dihadapan Tuhan sekalipun, Apalagi dalam segi penciptaan Iblis merasa jauh lebih mulia, ketika ia mengetahui Adam akan menjadi khalifah di Bumi, maka sifat dengkinya semakin kentara, bagi Iblis, Adam adalah Penyebab hilangnya keutamaan atas dirinya dan dihapuskannya dari jajaran para malaikat, lalu ditambah dengan terusirnya dari kesenangan surga di langit.

Iblispun meminta penangguhan kepada Tuhan sampai tibanya hari yang di janjikan, itu semua hanyalah untuk menggoda Adam dan keturunannya kelak agar ikut bersamanya, dan Tuhanpun mengabulkan permintaan Iblis, dan ia juga memberitahu iblis bahwa kelak tempatmu adalah Kekal di dalam Neraka selamanya, maka dengan itu pergi dan menghilanglah Iblis dengan Hina Dina bersama dengan kemurkaan Tuhan padanya (lucu juga, kok tidak takut sama Neraka ya)

Kemunculan Adam sebagai Mahluk terbaru dan Kedurhakaan Iblis adalah Peristiwa besar yang pernah terjadi di seantaro langit, yang tidak pernah sekalipun terlintas oleh seluruh Mahluk Tuhan, Kebencian Iblis kepada Adam, melalui Sumpahnya adalah Awal dari kelahiran semua Keburukan dan Kejahatan, yang akan terjadi di kemudian hari. Akhirnya Adam dan Iblis menjalani yang takdir yang berbeda, Tuhanpun memasukkan Adam kedalam Surganya, dimana dahulu Iblis menempatinya dan Iblis terusir dari Syurga jauh dari kesenangan seperti yang dia rasakan sebelumnya, maka dengan ini berputarlah roda kejadian di langit.

Bersambung….


Silahkan komentar di http://www.indofanster.org/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya#213045
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#3PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 17/2/2013, 11:01 am

Lanjutan...

Bag 3

Setelah Tuhan menempatkan Adam di Syurga, maka tinggalah Adam disana dengan segala kesenangan yang ada di dalamnya, semua keinginan dan kebutuhannya selalu terpenuhi tiap saat dan tiap waktu, kapanpun dia inginkan. Kehidupan Adam di dalam Syurga dengan segala kenikmatannya adalah salah satu bentuk kesenangan tersendiri baginya, tapi ternyata setelah lama merasakan kenikmatan di syurga ada satu hal yang mengganjal dirasakan oleh diri Adam sebagaimana fitrahnya tercipta, Adam merasa ini adalah hal yang tak terbantahkan oleh nuraninya, ia merasa selama berada di Syurga, ia hanyalah seorang diri, tanpa ada seorangpun yang menemaninya, perasaan Adam inilah yang kita kenal dengan sebutan " Kesepian ", tak pernah disangka dan diduga, Kesenangan dan Kenikmatan Adam di Syurga yang tiada terkira itu, ternyata tak bisa menutupi rasa Kesepian yang dialaminya, untuk saat itu, bagi Adam, ternyata Kesepian jauh lebih hebat dari nikmatnya Syurga. untuk beberapa waktu Adam dibiarkan untuk lebih merasakan Kesepiannya, bukan berarti Tuhan tidak mengetahui apa yang dirasakan oleh Adam.

Maka ketika Adam sedang tertidur maka Tuhan lalu mengambil tulang rusuknya, dari tulang rusuk itu terciptalah sesosok mahluk yang indah nan menawan. lalu didekatkanlah ia pada Adam yang tertidur, dan ketika Adam terbangun, maka terkejutlah dia melihat sesosok bentuk yang menyerupai jenisnya, namun mempunyai tampilan fisik dan rupa yang sangat berbeda, bagi Adam dia terlihat agak menarik hati, maka bertanyalah ia kepada Tuhan, tentang Mahluk tersebut, maka Tuhanpun memberitahunya, namanya adalah Hawa, kehadirannya adalah untuk menemanimu, dan ia adalah pasangan hidupmu yang kelak akan memberimu keturunan. Lalu Tuhan memerintahkan kepada mereka berdua untuk tinggal di Syurga, dan menikmati kesenangan yang ada di dalamnya.

Perintah Tuhan kepada mereka berdua untuk tinggal di syurga, ternyata bukan tidak tanpa terkecuali, di dalam Syurga ada Pohon yang memiliki Buah, dan memberitahu mereka berdua untuk sekali - kali tidak mendekatinya apalagi memakan buahnya, Tuhan juga mengingatkan mereka bahwa Iblis adalah musuh yang nyata dan dia tidak akan menyerah untuk mengajak kalian keluar dari Syurga. setelah menerima perintah Tuhan, hiduplah mereka berdua didalamnya. Kabar ini ternyata tidak luput oleh Iblis, sesuai dengan Sumpahnya, diapun melakukan rencana busuk untuk menyiasati mereka agar melanggar perintah Tuhan itu. Datanglah Iblis kepada mereka berdua untuk menghasud mereka agar mau memakan Buah dari Pohon yang dilarang itu. Awalnya Adam dan Hawa tidak mau melakukannya, tapi Iblis selalu mempunyai banyak cara licik dan kata - kata yang indah untuk mereka agar memakannya, akhirnya setelah menanti sekian lama, Iblispun berhasil membujuk mereka agar memakan buah itu, dan ketika mereka berdua memakan buah itu, tersingkaplah pakaian mereka yang menutupi tubuhnya, lalu mereka mengambil daun - daun pohon di syurga untuk menutupi auratnya.

Seketika itu sadarlah mereka ternyata berhasil masuk dalam perangkap Iblis, lalu Tuhanpun memberi teguran keras kepada mereka dan mengingatkan mereka larangannya dulu, setelah mereka berdua menyadari kesalahannya, minta ampunlah mereka dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya, Tuhanpun memberi ampunan pada mereka. Ketika Tuhan mengampuni mereka, bahagialah rasanya mereka berdua, dan kiranya mungkin mereka akan kembali bisa merasakan kenikmatan hidup di syurga, namun Takdirpun menentukan jalan kehidupan mereka berdua dimasa depan, karena kesalahan Adam & Istrinya, maka Tuhanpun memerintahkan mereka untuk turun ke bumi bersama Iblis, lalu berkata kepada Adam & Hawa, Kutempatkan kalian di bumi untuk menjadi khalifah dan mengembangkan keturunan, sebagian kalian akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain, sampai datang petunjuk-Ku, siapa yang mengikutinya tidak akan celaka dan tersesat selamanya.

Akhirnya telah sampailah kita benar - benar di Bumi, dan di Bumi ada satu Daerah yang dikenal dengan Nama Nusantara.... dimana Nusantara adalah Satu - satunya tempat bekumpulnya Beberapa Pulau Besar dan Ribuan Pulau Kecil yang terpisah - pisah yang berada ada di Muka Bumi, dan Ada Apa dengan Nusantara.... ?.

Garis Besar :
Ini adalah Suatu kejadian dimana Tuhan selalu melakukan tindakan ketika bibit - bibit Keburukan, Kebencian dan Kejahatan mulai tumbuh dan bersemi dari Mahluk yang diciptakanNya, dan semua cara yang Tuhan lakukan selalu punya hikmah tersendiri atas mahluk-Nya, dan semua ciptaanNya.

1. Ketika Para Jin di Muka Bumi melakukan tindakan kerusakan dan pembunuhan serta peperangan, yang mana mereka tercipta dari Api yang sangat Panas, maka Tuhan mengirimkan kepada mereka Bala Tentara Malaikat yang diciptakan dari Cahaya dengan ketangguhan dan kepekerkasaan yang luar biasa , untuk mengusir para Jin jauh - jauh dan menempatkan mereka di daerah2 terpinggirkan.....

2. Iblis dahulunya adalah Pembesar Jin yang begitu taat dan patuh, tetapi karena begitu banyaknya Anugerah yang telah Tuhan berikan membuat dia telah lalai dan lebih mencintai kebanggaan dirinya serta posisinya diantara jajaran malaikat daripada kerendahan dirinya dihadapan Tuhan, disaat mulai muncullah sebetik dari Iblis akan kebanggaannya itu, maka tidak ada yang luput dari Tuhan, maka kehadiran Adam membuka tabir apa yang telah tersembunyi dari Iblis, Tuhan mengetahui segala – galanya, karena mungkin hanya Adam, karena Adam berasal dari Tanah

3. Sumpah Iblis menggelincirkan Keturunan Adam untuk menyembah Tuhannya, adalah simbol Permusuhan dan Kebencian, dikarenakan sasaran Iblis adalah Keturunan Adam, lalu diturunkanlah Adam & Hawa di Muka Bumi sebagai Khalifah dan Wakil Kebenaran, dan jadilah Bumi menjadi Arena Perseteruan antara Kebenaran dan Kejahatan, dimana sebagian Keturunan Adam akan mengambil jalan yang lurus atau kebenaran dan sebagiannya lagi mengambil jalan yang sesat atau kejahatan, dan ini akan berlangsung hingga hari yang ditentukan itu Tiba
.......
Sesampainya Adam dan Hawa di Muka Bumi, maka Babak Baru dalam Sejarah Kehidupan di Mulai, dan Sesampainya pula Iblis di Bumi, sesuai sumpahnya, dia lalu mengumpulkan seluruh tentaranya dari kalangannya sendiri, Bangsa Jin, diantara merekapun ada yang mau mengikuti dan ada yang menolak, Para Jin yang bersedia mengikuti Iblis, dikenal dengan sebutan Para Setan, yang bertugas membantu Iblis ....

Ketika Adam dipilih Tuhan, menjadi Khalifah (Pemimpin) di Muka Bumi, lahirlah kemudian dari benihnya Cikal Bakal Manusia yang hidup berdampingan dengan Bangsa Jin beserta Iblis dan Tentara Setannya,
Maka dimulailah kisah Kebenaran dan Kejahatan Bertarung di Muka Bumi & Siapakah yang tertidur ?

Bersambung….


Silahkan komentar di http://www.indofanster.org/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya#213045
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#4PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 19/2/2013, 10:39 pm

Lanjutan...

Bag 4

Sejak ketiganya (Adam dan Hawa, serta Iblis) telah menyentuh Tanah di Bumi maka di mulailah Perseteruan antara yang Haq dan yang Bathil, antara Kebenaran dan Kejahatan, dan Antara Cahaya dan Kegelapan, yang akan terus bergejolak di atas bumi ini, dan ini telah menjadi ketentuan Tuhan dalam takdir-Nya, dan keduanya akan selalu menghiasi Bumi. Ketika Adam dan Hawa telah menurunkan Generasinya yakni Para Manusia, maka tiap - tiap dari Keturunan Adam akan memilih salah satu diantara 2 jalan dan tidak ada jalan pertengahan, Apakah mereka memilih jalan yang benar ataukah memilih jalan yang salah, dan kedua jalan itu tidak akan pernah saling menyatu, selamanya.

Meskipun begitu, Tuhan tentu akan selalu berada dipihak yang benar walaupun terkadang ia juga memberi keadilan terhadap pihak yang salah, namun inilah bentuk keadilan Tuhan, tetapi jangan dilupa Tuhan telah memberi janji bahwasanya Kejahatan tidak akan pernah memenangi Kebenaran. dan Janji Tuhan Pasti ditepati. Jalannya sebuah pertarungan antara Kebaikan dan Kejahatan yang selalu mewarnai Kehidupan di Muka Bumi mempunyai Cara beraneka ragam dan bervariasi, itu semua selalu dipengaruhi oleh berbagai keadaan, situasi dan kondisi serta sudut pandang berbeda - beda, namun pada hakikatnya perhelatan ini tidak akan pernah berhenti sedetikitpun dan tidak mengenal kata istirahat apalagi rasa capek. Tuhan telah memilih Adam dan Hawa sebagai Wakil dari Kebenaran di Muka Bumi sedang Iblis dan Setan - setannya telah menjadi Wakil dari Kejahatan.

Oleh karena hal inilah, Para Manusia atau Keturunan Adam, sebenarnya juga adalah Wakil Kebenaran, tapi tidak mustahil mereka di kemudian menjadi Wakil Kejahatan karena telah berhasil terjerumus oleh Bujukan Iblis dan Anak Buahnya, maka jadilah mereka Musuh Sebagian yang lain. Sesuai Hukum dan Prinsip, maka keduanya tidak akan pernah kosong, keduanya akan selalu saling mengisi, ketika Kebenaran mulai memenuhi bumi sampai - sampai tak ada satu kejahatanpun yang terasa, maka tidak akan sampai sedetik akan lahirlah Para *sensor* - *sensor* yang membawa bibit - bibit kesesatan dan kejahatan, begitupula sebaliknya, disaat Kejahatan telah menguasai Dunia sehingga tak ada lagi sisa - sisa dari Kebenaran, maka tidak akan sampai sedetik akan lahirlah Pahlawan yang Menjadi lawan dari Kesesatan dan Kejahatan itu. Siang dan Malam telah memberikan penggambaran dari Cahaya dan Kegelapan yang tak akan pernah berhenti menghilang.

Kehidupan yang dijalani keturunan Adam yang beranekaragam dan bervariasi serta cara berpikir dan memandang sesuatu yang berbeda - beda, maka membuat persepsi antara Kebenaran dan Kejahatan jadi semakin berbeda - beda pengertian dan penafsirannya, karena hal yang seperti inilah seringkali menjadi pemicu yang menimbulkan benturan kembali antara kebenaran dan kejahatan. Maka dari hal itulah harus dipahami agar tidak terjadi kerancuan, bahwasanya Kebenaran dan Kejahatan itu masing - masing mempunyai tingkatan - tingkatan dari yang terkecil sampai yang terbesar, dan dari yang terbawah sampai teratas, namun perlu diingat bahwa Tuhan adalah Penentu Kebenaran dan Kejahatan itu sendiri, ketika ketetapan Tuhan adalah sebuah kebenaran maka hakikatnya ia adalah kebenaran, begitupula sebaliknya jika telah ditetapkan dari atas langit telah menjadi sebuah kejahatan, maka hakikatnya adalah kejahatan, dan kedua hal ini tidak ada manusiapun yang dapat merubahnya, tapi pertarungan antara keduanya tentu akan terus berlangsung.

Sejak Bangsa Jin, sebagai Mahluk yang mula - mula menempati Bumi sebagai khalifah, maka hanya ada satu kebenaran yang tergantung di langit yakni Sujud dan Patuh hanya kepada Tuhan, dan ini adalah Kebenaran yang Haqiqiyah, saat itu mereka berada dalam kedamaian dan ketentraman, tapi seiring berjalannya waktu, Tingkah Bangsa Jin yang diluar kendali dikuasai oleh nafsu Ambisi dan Keserakahan, mulai membuat keonaran hingga terjadi Kerusakan dan Pembantaian dimana - mana, yang mengartikan mereka tidak lagi Patuh dan Sujud kepada Tuhan, dari ini maka lahirlah Kejahatan yang pertama, yang kemudian digantung diatas langit yakni Pembangkangan dan Kesombongan. Turunlah ke Bumi Para Malaikat untuk memerangi mereka sebagai Wakil dari Kebenaran yang diutus oleh Tuhan. kehadiran Malaikat telah merintis Kebenaran kedua yang akan digantung di Langit, yakni Memerangi Kejahatan (Berperang), Ketika Tuhan mengajari Adam nama - nama benda dsb, Kebenaran Ketiga tergantung kembali di Langit, yakni Belajar (Membekali diri dengan Ilmu), Mungkin karena inilah Guru dianggap sebagai Pahlawan tanpa Tanda Jasa karena Ilmu yang diajarkan.

Lalu kemudian lahirlah kejahatan yang kedua yakni Kebanggaan yang terlalu Bangga dan Takabbur di hati Iblis, dan ketika Tuhan menyuruh Malaikat Penghuni langit untuk Sujud Hormat kepada Adam, maka Iblis telah mengulang kembali kejahatan pertama yang pernah dilakukan oleh Bangsanya sendiri, Pembangkangan dan Kesombongan, itu semua lahir dari Kebanggaan dan Takabbur yang dimilikinya, maka tergantunglah dilangit kejahatan kedua Kebanggaan yang Terlalu dan Takabbur. dan Kejahatan ketiga adalah Ketika Adam dan Hawa terpancing mengikuti Bujuk rayu Iblis , maka tergantunglah di langit kejahatan ketiga, yakni Mengikuti Bujukan atau Hasutan Iblis, akan tetapi Adam dan Hawa, memohon Ampun dan bertaubat dari Kesalahannya serta tidak mengulangi, Ketika Tuhan menerima Taubat Adam dan Hawa, maka tergantunglah kebenaran yang keempat di langit, yakni Memohon Ampun dan Bertaubat. Maka Tergantunglah 4 Kebenaran dan 3 Kejahatan di Atas Langit, sampai Adam, Hawa, dan Iblis turun ke bumi.

Semakin bertambahnya keturunan Adam sebagai penjaga kebenaran, Semakin Gencarnya Iblis dan Anak buahnya melakukan Misi Utamanya dengan kejahatannya, dan Berjalannya skenario kehidupan Manusia dalam jalurnya masing - masing melalui perjalanan waktu yang tidaklah singkat diserta berbagai persoalan dan tingkat kerumitan yang semakin tinggi, dari yang awalnya hanya ada 4 Kebenaran dan 3 Kejahatan yang tergantung di langit, akhirnyapun masing - masing semakin bertambah, kebenaran semakin bertambah, kejahatanpun seperti itu. entah sudah ada berapa yang tergantung di langit sana.

Tujuan Utama Iblis sesuai Sumpahnya adalah untuk menggelincirkan Manusia dari Sujud dan Patuh  kepada Tuhannya, karena dengan itu menjadilah dia teman iblis di neraka kelak menemaninya sepanjang masa, dan ini adalah Kejahatan Terbesar yang sesungguhnya, Banyaknya berbagai jenis kejahatan lain yang terjadi di Muka Bumi tidak lain hanyalah jalan - jalan lain yang hanya akan mengantarkan ke tujuan utama iblis yang sesungguhnya, jikalaupun pada dasarnya Keturunan Adam (Manusia) tidak sampai pada tahap Utama tujuan Iblis ini, maka berarti ia selamat atau Tuhan tidak menghendakinya. namun terkadang Manusia tidak menyadari bahwasanya ia telah berada di dalam lingkup utama tujuan Iblis, tanpa harus melewati berbagai jalan kejahatan yang lain, dan ini terkadang juga tidak lepas dari Takdir Tuhan dan kehendak Manusia itu sendiri karena tabiatnya yang membawa keburukan. Iblis telah berjanji melalui sumpahnya di hadapan Tuhan, Para Malaikat dan Adam, bahwa ia akan membuat Manusia memandang baik dan indah akan sebuah kejahatan yang dia lakukan, bagi Iblis kejahatan yang Lain hanyalah Jurang - jurang kecil yang hanya memberi sedikit kesenangan, tetapi saat ada yang terjebak dalam Jurang Terbesarnya, maka itulah Puncak Kebahagiaan Iblis. Pada Manusia dibekali oleh Akal dan Nafsu, dan melalui Nafsu Anak - anak Adam, Iblis melakukan tipu dayanya dan mempermainkan Akal manusia. Disaat Manusia telah mengikuti Iblis maka jadilah dia Setan Manusia, lalu Setan Manusia itupun kembali akan mengajak manusia - manusia lain untuk mengikuti Iblis, begitu seterusnya hingga Dunia ini diliputi oleh Kejahatan dan Keburukan.

Tapi seperti apa yang saya katakan sebelumnya bahwa sepanjang Perjalanan kehidupan dari Terciptanya Alam Semesta hingga Adam dan Hawa menginjakkan kakinya di Bumi, Tuhan akan selalu melakukan tindakan - tindakan ketika Bibit - bibit Keburukan dan Kejahatan mulai tumbuh dan bersemi pada Mahluk-Nya, yaitu dengan Mengutus Seseorang yang akan menjadi Pahlawan, diantaranya Melalui kelahiran seorang anak Manusia yang akan memberi Cahaya Kebenaran, atau dengan memberi petunjuk dan hidayah pada seseorang untuk menjadi Wali-Nya di Muka Bumi, atau juga dengan Tindakan langsung Tuhan dengan Azab - azabnya untuk menghukum mereka, dan masih ada banyak cara lain lagi bagi Tuhan untuk menempatkan Orang - orang Pilihannya di Muka Bumi, Mereka semua adalah Pembawa dan Pemikul Kebenaran, untuk mengajak Orang – orang untuk kembali kejalan lurus dan benar, sesuai apa yang dikehendaki oleh Tuhan, karena dengan itu maka terciptalah Kedamaian dan Ketentraman Mahluk di Bumi seperti sedia kala.

Bersambung….
Silahkan komentar di http://www.indofanster.org/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya#213045


Terakhir diubah oleh CASRAM AF tanggal 22/12/2013, 4:58 pm, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#5PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 22/2/2013, 4:37 pm

Lanjutan...

Bag 5

Kisah perjalanan anak manusia banyak dipenuhi oleh berbagai problematika dan dilema hidup, bukan hanya karena persoalan untuk mempertahankan eksistensinya menganut kebenaran atau kejahatan, tetapi mereka juga harus mempertahankan kehidupan dan menjaga keselarasan hubungannya dengan lingkungan sekitar, disamping mereka harus berdampingan dengan Mahluk Tuhan dari jenis yang berbeda misalnya Hewan atau Tumbuhan, Para anak manusia juga diperhadapkan dengan Keadaan Alam yang beranekaragam situasi dan kondisinya. Di saat Tuhan telah memilihkan bumi untuk mereka Huni, maka Bumi telah menjadi Pusat kegiatan para Mahluk Tuhan, jagat raya telah menjadi saksi semua kejadian di Bumi, bisa dikatakan Bumi dan Semua aktivitas Mahluk Tuhan di dalamnya telah menjadi tontonan seluruh mahluk Tuhan di Alam Semesta ini. karena disanalah semua Takdir dari Tuhan akan ditentukan. dan penutup dari semua ketentuan Takdir Tuhan adalah Kehancuran Alam Semesta (Hari Kiamat).

Babak Pertama dari Kisah Sejarah Kehidupan di Muka Bumi, telah diawali oleh Adam dan Anak keturunannya, Tuhan telah memilih Adam untuk memerangi Iblis, namun tentu dengan cara yang penuh hikmah dan manfaat untuk Manusia, ini bukanlah sebuah kisah seperti yang ada di film - film, dimana pertarungan selalu melibatkan kekuatan fisik, dimana yang kuat adalah yang menang, dalam perjalanan Kehidupan Anak Manusia, pertarungan dilakukan dengan cara - cara dan prinsip - prinsip, yang ditentukan oleh Tuhan, karena pada dasarnya Tuhan lebih mengetahui segala - galanya. Kehidupan Adam dan Hawa di masa - masa Awal, adalah Kehidupan dimana keturunan Adam hanya melakukan kejahatan - kejahatan yangtidak smpai ketahap pembangkangan kepada Tuhan, oleh karenanya dikatakan bahwa 9 generasi dibawah Adam adalah generasi terbaik. Kehidupan di masa itu adalah masa - masa yang baik, dimana Adam sebagai Pemimpin (khalifah) tertinggi dari Generasinya masih sempat bertahan dan menjadi saksi atas beberapa kejadian - kejadian di Alam langit. dan juga keturunannya banyak yang tidak pernah membangkang dengan perintahnya, tapi itu tidak berarti Iblis la'nat itu tinggal diam begitu saja, ia tidak akan menyia - nyiakan umur yang telah diberikan oleh Tuhan sepanjang kehidupan anak manusia. Kejahatan pertama di Muka Bumi dari Anak Manusia terjadi di Masa Adam, disebabkan oleh Faktor Kecemburuan dan Iri, karena Habil berikan pasangan yang merupakan Saudara perempuan Qabil yang lebih cantik, dan Qabil mendapatkan Pasangan dari Saudara perempuan Habil yang tidak cantik (saya tidak bilang !!!*kata ini disensor oleh Admin*!!!), saat itu pernikahan Silang Saudara diperbolehkan, karena Tuhan menakdirkan Hawa melahirkan sepasang laki - laki dan perempuan, atau sepasang laki - laki dan sepasang perempuan, dan kalau tidak salah ini sampai 40 kali kelahiran. dan juga pada saat itu Kurban Habil lebih diterima daripada Kurban Qabil, karena hal inilah Iblis mendatangi Qabil, dan membujuknya untuk membunuh Habil, lalu dibunuhlah Habil dengan tangannya sendiri, maka ketika telah terkaparlah Habil didepannya tidak bernyawa lagi, maka sadarlah Qabil ketika itu akan perbuatannya. inilah pembunuhan pertama dan kematian pertama Anak Manusia si Muka Bumi. jadilah Habil sebagai Manusia pertama yang ke Alam Kubur.

Kisah pembunuhan habil dianggap sebagai kejahatan terbesar di Muka Bumi ketika itu, maka dianggaplah Pembunuhan sebagai Kejahatan dan menyalahi kebenaran, sisanya adalah Masa yang penuh dengan kedamaian dan ketentraman, selanjutnya bujukan - bujukan Iblis hanyalah dianggap angin lalu. Awal dari Generasi pertama dipimpin oleh Adam sendiri selaku pemimpin tertinggi dan pengambil keputusan pada sebagian besar persoalan - persoalan manusia. bahkan Qabil sendiri adalah Perintis Dasar dari Tata Cara Penyelesaian Jenazah Manusia, ketika Qabil dalam kebingungan melihat Mayat kematian Saudaranya, ia tidak tahu harus diapakannya Mayat Habil, dalam ketidaktahuannya itu datanglah petunjuk Tuhan yang mengajari Qabil, kemudian Tuhan menyuruh Burung Gagak untuk menggali - gali tanah di bumi, untuk diperlihatkan kepada Qabil apa yang harus diperbuatnya pada Mayat Saudaranya itu, lalu dikuburlah tanah untuk Habil, seperti yang dilakukan oleh Burung Gagak itu.

Tidak banyak yang begitu terungkap dari Perjalanan Kisah Adam, hanya saja di masa generasi yang dilahirkan dari anak keturunan Adam, setelah meninggalnya Adam, maka kedudukan khlaifah tertinggi di Muka Bumi diamanahkan kepada Syits, selaku manusia yang mendapat Anugerah dari Tuhan sebagai Pewaris Adam , yang Pewaris itu selalu memperingatkan Para Manusia, akan kebenaran dan kejahatan, serta Aksi, Visi, dan Misi Iblis terhadap keberlangsungan kehidupan di Muka Bumi. dan itu terus berjalan hingga 10 Generasi. Para Manusia di masa itu juga banyak melakukan perkembangan - perkembangan seiring dengan perjalanan waktu, mereka bertahan hidup dan mengolah kekayaan bumi degan sebaik - baiknya.

Perjalanan Kehidupan Manusia ternyata memang tidak selamanya berjalan sesuai dengan Sejarah kedepan yang selau menguntungkan manusia seluruhnya, sesuai dengan takdir Tuhan yang pasti berlaku, bahwa Sebagian Manusia akan menjadi musuh untuk sebagian yang lain, tentu sudah menjadi Ketetapan Alam Semesta dari dulu, semakin jauhnya mereka dari Orang - orang Pilihan Tuhan yang bisa memberi dan kecenderungan manusia akan kesenangan, telah membuat mereka terlepas aturan pengikat, seperti Orang -orang sebelum mereka mengikutinya, akibatnya bersorak kegirangan Iblis, karena telah menemukan celah yang sangat besar untuk mengajak manusia akan seruannya dan membuat sesuatu yang hakikatnya buruk adalah baik dalam anggapan mereka, maka merekapun bebas sebebas - bebasnya berlaku Aniaya dan Dzalim sesama mereka sendiri, apa yang mereka lakukan sudah melampaui batas dan menimbulkan dampak yang buruk, selain kerusakan moral, Iblispun berhasil menjauhkan mereka dari Sujud dan Patuh kepada Tuhan, jadilah tindakan mereka sebagai Tindak kedzaliman terbesar di Muka Bumi yang pernah ada dan yang pertama - tama melakukannya di kalangan manusia. Oleh karena ini adalah Kedzaliman terbesar pertama kali, maka sesuai dengan Takdir di Langit, bahwa tidak akan kosong Bumi dari kebenaran, maka dikirimkanlah pada generasi manusia tersebut yang melampui batas, Utusan Tuhan yang Pertama lagi di Istimewakan, ini dikarenakan Keburukan di Masa itu sudah sangat berlebihan, maka Utusan Tuhan tersebut lahir di kalangan mereka sendiri, yang akan mengingatkan mereka tentang kesalahan mereka dan agar kembali mengikuti aturan - aturan Tuhan yang telah berlaku sejak sekian lama. Sejak Dia menjadi Utusan Tuhan, maka itu berarti Tuhan telah memilihnya sebagai Pemimpin (Khalifah) Baru di Muka Bumi, kehadirannya tentu adalah sebagai Cahaya dan Harapan, untuk Keseimbangan dan Keselaran di Atas Bumi ini. Utusan Tuhan kali ini tentu mesti sangat berbeda dengan Wakil - wakil Tuhan yang ada sebelumnya, ini dikarenakan tingkat kerusakan sangat berbeda. Maka Utusan Tuhan yang satu ini haruslah mempunyai kelebihan atau keistimewaan tersendiri di bandingkan yang lain.

Tuhan selalu dan sangat berlaku Adil atas segala hal yang terjadi di Muka Bumi, tidak terkecuali atas Merajalelanya kejahatan yang terjadi di Muka Bumi, dalam Setiap Masa dan dalam Setiap Tempat (Kapanpun dan Dimanapun) Kejahatan dan Kebenaran akan selalu hadir dalam Porsi yang sama, walaupun mempunyai kuantitas & kualitas subyek yang berbeda, tapi yang dimaksud sama disini adalah Nilai dan Kandungannya... ketika ada Manusia dengan kejahatan yang mempunyai ukuran seperti ini, Tuhan akan mengirimkan Utusan-Nya yang mampu menandingi kejahatan yang ukurannya seperti itu,... .

Ketika Utusan Tuhan tersebut merasa telah selesai dalam mengemban Tugas dari Tuhan, maka pasti dia akan berserah diri kepada Tuhannya, dan hal ini telah di alami oleh Utusan Tuhan yang paling pertama di Muka Bumi, dialah Nuh AS yang kita maksud dari tadi, ketika dia telah letih menasehati Manusia, akhirnya Tuhan pulalah yang menyelesaikan semua dengan Azab. dan ini adalah balasan untuk orang - orang yang tidak mau mendengarkan, tapi Nuh dan beberapa Pengikutnya diselamatkan oleh Tuhan dari Bencana besar yang terjadi, Tersisalah di Muka Bumi itu Nuh dan Pengikutnya, lalu kemudian jadilah Nuh sebagai Khalifah Tertinggi di Bumi, sebagaimana pendahulunya Adam, untuk Pengikutnya dan beberapa generasi selanjutnya. Maka dengan ini yang tersisa hanyalah pengikut kebenaran, sisa kejahatan hanyalah tinggal Iblis yang akan tetap hidup. Sepeninggal Nuh, diwariskanlah amanah di Muka Bumi untuk ketiga anaknya, Sam, Yafits dan Ham. ketiga anak Nuh inilah, yang kemudian akan menurunkan / melahirkan generasi Bangsa - bangsa yang hidup di Muka Bumi ini seluruhnya, intinya kita semua yang hidup sekarang di Muka Bumi ini adalah Keturunan Nuh, Utusan Tuhan yang Pertama, tidak ada satupun dari benih Manusia ini di luar Keturunan Nuh. Kehadiran Nuh sebagai Sang Utusan pertama, telah menjadi Perintis dan Panutan serta menjadi Pelajaran bagi Utusan Tuhan yang lain, dia telah menjadi bagi Pembela Kebenaran selanjutnya yang hadir di Muka Bumi, dan kembali lagi Kebahagiaan Iblis dan Anak Buahnya harus pupus kembali, karena untuk Nuh telah berhasil mengajarkan kembali Kebenaran untuk keluarganya dan pengikutnya, Bumipun Damai dan Tentram. oleh karenanya Kisah perjalanan Manusia selanjutnya akan ditentukan oleh Ketiga Anak Nuh ini, karena perjalanan mereka akan menentukan berbagai perubahan kehidupan Manusia yang akan lebih beragam dan bervariasi yang dipenuhi oleh berbagai Intrik dan Konflik, lalu dimanakah kemudian Kebenaran dan Kejahatan akan saling bertabrakan……..

Bersambung….

Silahkan komentar di http://www.indofanster.org/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya#213045
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#6PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 25/2/2013, 10:28 am

Lanjutan …

Bag 6

Nuh AS adalah seorang Utusan Tuhan Istimewa yang Membawa Kebenaran di Muka Bumi, Sejarah mengenalnya melalui Kisah Banjir Besar, Nuh adalah salah satu keturunan Adam yang diberikan umur yang panjang, dia hidup selama 950 tahun, dalam perjalanannya menyebarkan kebenaran, ada satu hal yang paling memilukan, yaitu Dia harus menghadapi salah satu bagian keluarganya yang tidak mau mengikuti bahkan memusuhinya, mereka adalah Istri dan Salah satu Anaknya. Sungguh sebuah Dilema, Apabila kebenaran akan diperhadapkan dengan kasih sayang terhadap keluarga, maka ini akan menjadi beban berat yang harus dipikul untuk mempertahankan eksistensi Risalah Tuhan, disitulah keteguhan seorang manusia akan di uji oleh Tuhan sejauh mana ia mampu mengemban tugas yang berat ini, dan menaikkan derajatnya di hadapan Tuhan. oleh karena itulah seorang pembawa dan pembela kebenaran harus teguh memegang prinsip - prinsip yang dia yakini. Tidaklah sembarang Tuhan mengirimkan seseorang di Muka Bumi untuk menghadapi Kebencian dan Kejahatan Iblis dan Anak Buahnya.

Jejak perjuangan Nuh telah menjadi contoh dan panutan untuk perjuangan Utusan Tuhan selanjutnya, terutama dalam kesabarannya. Maka dari itu, seluruh pembela kebenaran baik itu Utusan Tuhan langsung, Para Pemimpin atau Siapapun yang menghadapi adanya tindakan Kejahatan atau Kebiadaban, harus dihadapi dengan kesabaran, dan hal inipun berlaku sepanjang zaman untuk mereka yang memang benar - benar menginginkan sebuah kemenangan, jangankan untuk sebuah kebenaran, bahkan mereka dari kalangan orang - orang pintar yang berhati jahat menggunakan kesabaran untuk mencapai Ambisinya, tidak terkecuali Iblis, Iblispun juga bersabar. Pertarungan antara Kebenaran dan Kejahatan, masing - masing akan saling mendapatkan kesulitan dan kemudahan, Adakalanya Kejahatan dimudahkan menghadapi Kebenaran dan Kebenaran akan Kesulitan menghadapi Kejahatan, begitupula sebaliknya, Kejahatan akan merasa kesulitan menghadapi Kebenaran, dan Kebenaran dimudahkan menghadapi Kejahatan, dan inilah salah satu Keadilan Tuhan. Untuk kebenaran, Tingkat kesulitan yang di hadapi Nuh adalah Tahap Tingkat Pertama, sebuah tingkatan tahap yang pasti akan dilalui oleh Utusan Tuhan lain yang setingkat dengannya atau yang mewarisi jejaknya kelak di kemudian hari.

Di setiap masa sebuah kebenaran akan di hadapi dengan tingkat kesulitan yang semakin rumit dan banyak, ini juga sangat dipengaruhi oleh perubahan kemajuan suatu jaman. Nuh AS dalam perjuangannya telah menghadapi Keluarga dan Pembesar - pembesar Kaumnya, dan kondisi yang sama pula tentu akan dihadapi oleh Utusan Tuhan yang selanjutnya, dan tidak menutup kemungkinan akan jauh lebih sulit lagi daripada Nuh, leluhur mereka, hanya saja bedanya sepertinya dalam tahap yang seperti ini, Tuhan lebih banyak mengambil langsung dengan menurunkan Azab pedihnya sebagai Hukuman bagi mereka yang membangkang pada peringatan Utusan Tuhan, ini mungkin disebabkan pada tahap ini Subyek (seorang Utusan) dituntut untuk menyampaikan secara halus kepada Obyeknya (Suatu Kaumnya) dan bersabar dari balasan keji dan buruk yang mereka lakukan, dan hal yang lain juga bahwa Kejahatan dan keburukan yang mereka lakukan telah melampaui batas - batas fitrah manusia hingga tak mampu lagi dibedakan antara mana manusia dan mana hewan, sehingga hal ini memancing Azab Mengerikan Tuhan yang mereka tunggu - tunggu itu.

Setelah Kematian Nuh, ia menyisakan 3 anaknya beserta cucu dan cicitnya, ke 3 anak Nuh kemudian menjadi khalifah di Bumi, karena yang tersisa dibumi hanyalah tinggal keluarga dan beberapa pengikutnya. Sam, Yafits dan Ham dan Keturunannya melakukan penyebaran keberbagai wilayah di Muka Bumi, untuk membentuk generasinya masing - masing. Tidak banyak yang bisa diketahui siapa diantara mereka yang berinisiatif agar menyebar keberbagai penjuru, bisa saja ini perintah dari Nuh sebelum wafat atau karena sudah padatnya tempat yang mereka tinggali. Diantara merekapun ada yang mengembara ke arah timur, dan mendiami sebuah daerah yang dialiri oleh dua sungai, Tigris dan Ufrat, daerah tersebut dikenal dengan sebutan Babylonia, sekarang disebut Iraq. dari Catatan bersumber dari Kitab Perjanjian Lama Bab Kejadian, Salah seorang Pemimpin diantara mereka bernama Nimrod, adalah salah seorang keturunan Sam Putra Nuh, yang dikisahkan telah membangun sebuah Bangunan Tinggi yang kemudian kenal dengan sebutan Menara Babel, mungkin kalau di zaman ini semacam Apartemen / Rusun. Bangunan tersebut didirikan agar mereka tidak berpisah - pisah satu sama lain dan juga tetap mempunyai satu bahasa. Mereka takut berpisah ,dan hidup ditempat yang belum mereka kenal menghadapi ancaman dan bahaya. Didaerah itu mereka hendak membangun sebuah kota yang menjadi pusat kegiatan mereka dimasa itu, mereka juga ingin membuat bangunan - bangunan tinggi yang menjulang keatas langit, tapi pada saat mereka ingin membangun menara itu, ternyata ujungnya mereka ingin menciptakan menara sebagai simbol kebanggaan, akhirnya Tuhan melakukan tindakan sebelum mereka berbuat hal yang terlalu jauh, dengan memisahkan mereka antara satu sama lain dan membuat saling tidak mengerti dalam berbicara (berbahasa), karena hal yang demikian, mereka berhenti membangun Menara tersebut, maka tersebarlah Nimrod dan Kaumnya ke berbagai penjuru dunia.

Beberapa ratus tahun kemudian, di daerah lain di Muka Bumi, Hiduplah suatu kaum yang menempati daerah utara antara Hadramaut dan Yaman, mereka disebut Kaum Aad, Mereka dikaruniai Kekuatan Jasmani yang Kuat dan Perkasa, tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehingga memudahkan mereka bercocok tanam untuk bahan makanan . dan memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah. Berkat karunia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur, sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar diantara suku-suku yang hidup di sekelilingnya, namun sayang Tabiat kaum itu sama saja dengan Kaum Nuh, mereka telah terbujuk oleh rayuan Iblis dan Setannya, akhirnya Tuhanpun mengirimkan kebumi Utusan-Nya yang diistimewakan diantara salah seorang Manusia, dan Utusan Tuhan itupun mengikuti jejak Pendahulunya, yakni mengajak kepada kebenaran, bernama Hud, tapi sayang karena perlakuan mereka tak ada bedanya dengan Nuh dahulu, akhirnya Azab Tuhan menjadi Jawaban untuk mereka.

Tahap pertama dari Azab tersebut adalah Musim kemarau yang meyebabkan Kekeringan hingga melanda ladang - ladang dan kebun - kebun mereka, puncak dari pembalasan itu adalah Saat Hud dan pengikutnya meninggalkan Kota itu, setelah melewati beberapa kilometer, dari atas kota itu terlihatlah di langit berkumpullah Awan hitam tebal membentuk mendung hitam pekat menutupi langit, ketika itu Hud dan pengikutnya yang jaraknya sudah jauh masih mendapati gelapnya daerah disekitarnya, hingga langit seakan - akan sangat hitam dan gelap di kota itu, tapi saat itu penduduk Aad bersorak gembira karena ia menyangka bahwa itu adalah pertanda hujan, tapi Hud dalam perjalanannya berkata itu bukanlah Pertanda Rahmat untuk kalian tetapi itu adalah Sesuatu yang dijanjikan Tuhan yang telah kalian tunggu - tunggu sebelumnya, maka dari Awan Hitam yang berkumpul itu datanglah Angin Topan yang sangat kencang disertai Bunyi Guntur lalu petir menyambar - nyambar, di jarak yang sudah jauhpun, Hud masih mendengar suara Angin, Guntur, dan Petir yang menyambar - nyambar, lalu tiba - tiba di Kota itu kacaulah semua Bangunan - bangunan dan ladang - ladang, hingga terbanglah perkakas - perkakas dan perabot Rumah tangga, serta hewan - hewan yang mereka ternakkan.

Bencana tersebut terjadi selama 8 hari 7 malam tanpa henti, selama itu banyak benda yang saling bertabrakan kesana kemari, dan setiap diantara mereka hendak keluar menjauh dari kota, Angin meniup mereka kembali masuk kekota itu, seakan - akan tidak ada tempat untuk keluar, dan di akhir - akhir Bencana tersebut, dari jarak yang jauh terdengarlah oleh Nuh dan Pengikutnya, suara Rintihan - rintihan dan teriakan minta tolong dari dalam kota tersebut, Angin Taufan terus berhembus sangat kencang, Bunyi guntur berkali - kali, dan Petir menghantam terus menerus dalam keadaan Kota yang gelap gulita, terus seperti itu tanpa henti hingga 7 malam. 8 hari 7 malam atau sekitar 180 jam. mereka merasakan Azab itu. Setelah Azab itu selesai, Hud kembali melihat keadaannya, maka yang terlihat kota itu sepi sunyi, dan Rata dengan tanah, tak seorangpun manusia yang tersisa, lalu Hud dan Pengikutnya, pergi meninggalkan daerah tersebut, menuju ke Hadramaut, dan disitulah mereka hidup sampai akhirnya Utusan Tuhanpun wafat. Iblis benar - benar adalah Musuh dalam selimut, dia mampu membodohi Manusia seisi Kota untuk mengikuti jejaknya, sumpah Iblis benar - benar diterapkan sesuai apa yang dijanjikannya kepada Tuhan dan Adam, Dia tidak akan beristirahat dalam tindak tanduknya ini, dia akan mencemari pikiran dan hati manusia, memalingkannya dari Perintah Tuhan dan Tujuan mereka diturunkan di Muka Bumi.

Taraf kehidupan Manusia di Masa - masa ini, itu terlihat dari bagaimana cara mereka mengolah hasil Kebun dan Ladang dengan bercocok tanam, dan merekapun mempunyai sumber - sumber Air dari segala penjuru yang mengalir untuk kebutuhan mereka, dimanfaatkan pula Hewan - hewan dalam peternakan, dan juga perabotan Rumah. Bisa dikatakan Cara hidup dan mengolah Sumber Daya yang ada telah mengalami sedikit kemajuan. dan Kaum Aad menjadi peletak dasar dari Perkembangan kehidupan manusia disekitarnya. Kaum Aad adalah Suatu yang dilebihkan oleh Tuhan diantara kaum - kaum lain yang ada di Muka Bumi ketika itu, itu berarti yang paling Maju dari segi Cara dan Metode.

Beberapa Ratus Tahun kemudianpun berlalu semenjak wafatnya Hud AS, Kebenaran dan Kejahatan kembali diperseterukan kembali disuatu daerah yang terletak antara Hijaz dan Syam, dalam literatur Islam dikenallah penduduk itu dengan sebutan Kaum Tsamud, Tsamud pernah menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Kaum 'Aad, sebagian pula mengatakan Kaum Tsamud merupakan Anak Cucu dari Kaum Aad, Kaum Tsamud telah mewarisi karunia yang pernah diberikan oleh Tuhan kepada Kaum 'Aad berupa Kemakmuran dan Kemewahan hidup serta kekayaan alamnya, Kaum Tsamud hidup dalam ketentraman, kesejahteraan, dan kebahagiaan serta rasa aman dari segala bentuk gangguan apapun, mereka juga beranggapan bahwasanya mereka akan selamanya dalam keadaan seperti itu. tapi sayang seribu sayang, Kaum Tsamud tidak jauh berbeda dengan Laluhurnya Aad, mereka juga telah terpedaya oleh Bujuk Rayu Iblis dan Setan, mereka tidak mau sujud dan patuh kepada Tuhan, dalam keadaan seperti ini Tuhan akhirnya mengirimkan Utusan-Nya Yang Istimewa ke Bumi, melalui kelahiran salah seorang diantara mereka, Sang Utusan Tuhan itupun bernama Shaleh, bagi Kaum Tsamud, Shaleh adalah Salah seorang yang hebat bahkan paling hebat diantara mereka, hal inipun diakui oleh kaumnya dengan berkata kepadanya : " Wahai Shaleh! Kami mengenalmu seorang yang pandai, tangkas dan cerdas, fikiranmu tajam dan pendapat serta semua pertimbanganmu selalu tepat. Pada dirimu kami melihat tanda-tanda kebajikan dan sifat-sifat yang terpuji. Kami mengharapkan dari engkau sebetulnya untuk memimpin kami menyelesaikan hal-hal yang rumit yang kami hadapi, memberi petunjuk dalam soal-soal yang gelap bagi kami dan menjadi ikutan dan kepercayaan kami di kala kami menghadapi krisis dan kesusahan ".

Tapi pengakuan Kaumnya ternyata tidaklah sebanding lurus dengan risalah kebenarannya, Dalam seruan kebenaran Shaleh, ia mendapat tantangan dari petinggi - petinggi Kaumnya, sebagai bukti dia adalah Utusan Tuhan dan Kebenaranlah yang disampaikannya, lalu Shalehpun meminta kepada Tuhan bukti untuk diperlihatkan kepada mereka, maka dikeluarkanlah Unta betina dari dalam Batu yang ditunjuk oleh Shaleh, dan tercenganglah mereka melihat suatu bukti dari Shaleh. Shaleh melarang mereka untuk membunuh Unta itu, karena jika itu terjadi mereka ditimpa Azab dari Tuhan. Kaum Tsamud yang diliputi oleh rasa Takut akan Azab yang dikatakan oleh Shaleh, merekapun melakukan rencana untuk membunuh Unta tersebut, agar Azab Tuhan yang mereka anggap sebuah bualan dari Shaleh itu datang, hingga akhirnya terbunuhlah unta betina itu. Mengetahui hal itu, Shalehpun memberi mereka waktu 3 hari bagi mereka untuk bertaubat atau berpesta gembira ria sampai datangnya Hukuman dari Tuhan. Berlalunya waktu 3 hari ternyata mereka sia - siakan hanya untuk membahagiakan diri, tertutuplah mata hati mereka oleh Iblis, Sehari sebelum datangnya Hukuman dari Tuhan, keluarlah Shaleh dan Pengikutnya yang berasal dari kelas menengah kebawah menuju ke desa Ramallah, salah satu daerah di palestina sekarang. Datanglah Azab yang mereka tunggu, pada hari pertama berubahlah wajah mereka semua menjadi kuning, hari kedua menjadi merah, hari ketiga mejadi hitam, hari keempat, ditengah malam gelap gulita tiba - tiba Terdengarlah suara gemuruh dan petir yang menyambar - nyambar, lalu kemudia dibarengi dengan hujan batu besar menghantam mereka sekeras - kerasnya dari atas langit, sekonyong - konyong, mati tergeleparlah mereka semua di luar dan di dalam rumah mereka, dan ratalah kota itu dengan tanah. Tamatlah Kaum Tsamud.

Siapa yang dihadapi oleh Hud dan Saleh dan Apa yang terjadi pada Aad dan Tsamud, adalah perseteruan antara kebenaran dan kejahatan, antara Ketentuan Tuhan dan Sumpah Iblis, Sempat terbersit dalam pikiran saya dan mungkin juga kalian pernah berpikir hal yang sama, bahwa " Kenapa Tuhan memberikan kepada suatu Kaum, sebuah kehidupan yang sangat baik, entah itu Kekayaan, kemewahan, dan kemakmuran, serta kekayaan alam yang dapat dinikmati yang dapat mensejahterakan penduduknya, tapi ternyata mereka adalah Pembangkang dan Musuh Tuhan yang paling nyata, pada akhirnya mereka tertimpa Azab juga, seketika semua yang Tuhan berikan lenyap dan sirna, kenapa Tuhan tidak berikan saja itu untuk suatu Kaum yang hidup di Bumi, yang mana Kaum itu Sujud dan Patuh serta mau mendengarkan perintah Tuhan, sehingga pemberian Tuhan tidaklah sia - sia begitu saja, jatuh ke tangan yang salah, lalu Apakah itu berarti kita mau mengatakan bahwa Tuhan salah kasih ? ", apa Alasan sesungguhnya atau Hakikat yang sebenarnya hanya Tuhanlah yang tahu. Aad dan Tsamud, suatu kaum yang saat itu berada di puncak kemajuan tertinggi dan di masanya itu, tak ada satu Kaumpun di bumi yang menandingi tingkat kemajuan mereka. Dan berbagai Informasi Tua mengatakan bahwa Aad dan Tsamud adalah Bangsa Arab, Arab Murni, dari Anak keturunan Sam bin Nuh. Kita kembali kepertanyaan sebelumnya, Apakah Tuhan salah kasih ? kalau Tuhan Salah Kasih, kenapa bisa ?, itu berarti Tuhan punya kesalahan, dan ini tentu bertentangan dengan Sifat dan Nama - nama dzatiyah Tuhan yang diliputi ke Maha Sempurnaan, sedikitpun kesalahan tentu mengurangi ke Maha Sempurnaan-Nya atas segala sesuatu yang tanpa cacat sedikitpun itu, iya kan, tapi kalau Tuhan sudah tepat pemberiannya kepada kaum itu, lalu disisi mana letak ketepatan dan kebenaran pemberian itu ?. apakah ada yang tahu, namun terlepas dari itu semua Apa yang Tuhan lakukan tentu harus selalu ada Hikmah dan Pelajaran yang bisa dipetik.

Hud dan Shaleh, telah mengikuti jejak dari pendahulunya, sesama Utusan Tuhan, yaitu Nuh, dalam perjalanan perjuangan Nuh memperingatkan kaumnya dari kebenaran dan meninggalkan ajakan - ajakan Iblis, juga telah dialami oleh Hud dan Shaleh, dan ketiga kaum ini telah sama - sama mendapatkan Azab yang pedih dari Tuhan. Sebelumnya dikatakan bahwa Nuh telah mendapatkan Kesulitan pada Tingkat Tahap Awal, meskipun Hud dan Shaleh tidak menghadapi dalah satu bagian keluarganya seperti Nuh, tetapi Hud dan Shaleh telah mendapatkan Sindiran yang mungkin jauh lebih buruk daripada Nuh, bahkan Shaleh telah mendapatkan ancaman dibunuh dari kaumnya, ini berarti Tingkat Kesulitan di Masa Saleh telah naik ke level selanjutnya, ini juga ditandai, ketika Kaumnya Shaleh (Tsamud) meminta bukti nyata, dimana Utusan Tuhan terdahulu tidak dimintai seperti demikian, menandakan di Masa Shaleh, Manusia dimasa itu telah mengalami kemajuan dalam berpikir, karena menuntut sebuah bukti nyata. Maka kehadiran Shaleh telah mempelopori naiknya tingkat kesulitan Tahap kedua dalam menyeru kebenaran, yag mana Pumbuktian atas nama Utusan Tuhan dan Pertaruhan Nyawa menjadi point tambahan, dan yang pasti akan diikuti dan dihadapi oleh Utusan Tuhan yang akan berikutnya.

Ratusan tahunpun berlalu, setelah kita meninggalkan kehidupan bersuku - suku, kehidupan kisah Anak Manusia selanjutnya, telah berjalan pada kehidupan periode selanjutnya, sudah menjadi jalan takdir Tuhan bahwa Anak Keturunan Adam dari masa ke masa, akan selalu mengalami kemajuan dalam hal apapun, dan pasti Anak Manusia sudah bertambah dan tesebar di berbagai penjuru di Bumi, selanjutnya kita akan masuk ke tahap para Anak Manusia telah membangun sebuah Peradaban dalam setiap tempat dan disetiap waktu.

Bersambung…..


Silahkan komentar di http://www.indofanster.org/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya#213045
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#7PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 4/3/2013, 4:43 pm

Lanjutan….

Bag 7

Di buku - buku sekolah dulu, dalam pelajaran sejarah banyak yang mengatakan bahwa Peradaban Tertua adalah Mesir Kuno, saya tidak pernah lupa, waktu itu penerbit buku - buku sekolah masih dikuasai oleh Tiga Serangkai, selainnya Erlangga atau Yudistira, dan masih menggunakan Kurikulum 94, kalau sekarang tidak tahulah, tapi kalau kita membuka - buka google di firefox atau sebangsanya, dengan kata kunci Peradaban tertua di dunia, jawaban yang mendominasi pasti mengatakan Peradaban Tertua ada di Mesopotamia dan Mesir Kuno di urutan Kedua, jawaban ini memang sudah mengalami perkembangan walaupun waktu dulu saya sekolah, urutannya terbalik, Mesir Kuno yang pertama, Mesopotamia yang kedua. dan Memang disitu dikatakan bahwa Kebudayaan Sumeria yang berumur sudah sangat tua itu sudah muncul jauh sebelum munculnya Peradaban Mesir Kuno, yakni sekitar tahun 4500 SM - 4000 SM sedangkan Dinasti Awal Mesir Kuno itu Jatuh sekitar pada tahun 3150 SM, Kebudayaan Sumeria telah menjadi wakil pertama untuk Peradaban Mesopotamia, untuk itulah Mesopotamia menjadi yang tertua sebelum Mesir Kuno, tetapi ini ada cerita berbeda, waktu saya SMA, saya punya teman namanya Edy, dia membantah kalau Mesopotamia dan Mesir Kuno adalah Peradaban Tertua, dan dia bilang Peradaban Tertua sebenarnya adalah Kaum Aad.

Kaum Aad adalah Bangsa Arab Kuno dari leluhur mereka Aad, Aad adalah Cicit Sam Putra Nuh, seperti dikisahku sebelumnya Kaum Aad adalah Kaum Hud, itu berarti Hud juga adalah Kaum Aad, Ada rentang waktu yang sangat panjang untuk Aad agar bisa membentuk komunitas yang berasal dari keturunannya hingga membentuk suatu Kaum tersendiri untuk menempati suatu Kota. Kaum Aad dari awal telah membuat dasar - dasar Sebuah Peradaban yang akan diikuti oleh Kaum - kaum yang hidup selanjutnya. Tetapi saya mempunyai jawaban yang berbeda tentang Peradaban Tertua di Dunia, menurut saya Peradaban Tertua adalah Peradaban Nuh dan Pengikutnya, Nuh dan Pengikutnya telah membuat sebuah Bahtera, yang merupakan Alat Pengangkut Pertama di atas Air. Peradaban tidak lepas dari hasil cipta anak manusia yang digunakan dalam kehidupan untuk mempermudah kegiatan anak manusia. Jika Nuh dan Pengikutnya merupakan Gerbang awal Peradaban Manusia, Maka Kaum Aad merupakan peletak dasar Peradaban - peradaban untuk kaum yang selanjutnya, itu berarti Sumeria adalah Peradaban sebuah Bangsa pertama yang berdiri di Muka Bumi.

Berdasarkan catatan sejarah yang saya rangkum, Keturunan 3 Anak Nuh AS menyebar ke berbagai penjuru dunia, Keturunan Sam menuju ke Timur (Mesopotamia), Selatan (Yaman & Oman), dan Utara (Syria) dan sebagian kecil tetap menetap di Jazirah Arab, Keturunan Ham menuju ke tenggara Mesopotamia (India) dan Afrika, dan Keturunan Yafits mereka tersebar di bagian Timur Mesopotamia (Cina, Mongol) dan Ujung Barat Daya (dataran Eropa). Lalu siapakah yang menuju ke dataran Asia Tenggara (Nusantara) ? apakah Homo Sapiens atau Orang - orang Yunnan di Cina...

Nimrod dan Kaumnya telah menduduki daerah Mesopotamia, tapi mereka dipisahkan oleh Tuhan agar tersebar di berbagai penjuru, dan setelah berakhirnnya Masa kejayaan Kaum Aad dan Tsamud, yang berlalu selama beberapa abad, di daerah Mesopotamia, berdirilah sebuah Peradaban Baru yang dilahirkan, dari Kaumnya Nimrod yang tersebar itu, dan dikenallah Peradaban itu dengan SUMERIA. Sumeria adalah suatu peradaban bangsa tertua di Muka bumi , Sumeria sangat berkaitan erat dengan sejarah Irak, karena Sumeria adalah Bangsa Pertama yang menduduki daerah yang sekarang dikenal Iraq, tepatnya terletak sebelah selatan Mesopotamia (tenggara Irak). Sumeria merupakan Dinasti Pertama yang berdiri di Bumi, dimana saat itu diperintah oleh Gilgamesh, Pemimpin Sumeria Dinasti ketiga. dalam perkembangannya Sumeria mengalami beberapa kali pergantian Periode Kedinastian. Bangsa Sumeria juga membangun beberapa Kota dikawasan itu. Di belahan bumi yang lain, tepatnya daerah Afrika Utara, telah berdiri Sebuah Peradaban yang terletak di pesisir Sungai Nil yang membentang dari hulu ke hilir, inilah Mesir Kuno, Peradaban Mesir terbagi dua yakni Mesir Hulu (selatan) dan Mesir Hilir (Utara), tapi kemudian berhasil dipersatukan oleh Menes yang kemudian mendirikan Dinasti Awal Mesir Kuno, berdirinya Dinasti Pertama Mesir Kuno.Jika melihat Arah penyebaran yang menuju kedaerah Afrika, maka Mesir Kuno telah didirikan oleh Anak Keturunan Ham yang menetap disana Kemajuan peradaban Bangsa Sumeria telah mempengaruhi daerah - daerah disekitarnya, Perbedaan kepemimpinan pada Sumeria, dimana setiap Kota mempunyai pemimpin dan setiap perubahan Periode, dimana salah satu kota itu Menjadi pusat aktivitas Peradaban Sumeria, maka melihat itu suku - suku yang berdiri disekitar daerahnya mencoba untuk membuat suatu Komunitas yang lebih besar dan kompleks dari sebuah Peradaban, maka bangkitlah Sebuah Imperium (Kekuasaan) yang mana pengendalinya ada di tangan satu orang yang menjadi penentu arah roda pemerintahan, seorang Pemimpin yang dikenal dengan sebutan Raja, maka menjadilah dia Imperium Pertama yang berdiri di Muka Bumi, yang disebut Kerajaan Akkadia, yang terletak di tepi barat Sungai Eufrat. Pendiri Kerajaan Akkadia adalah Sargon Agung, maka otomatis Sargon Agung adalah Orang pertama yang mendapat gelar Raja dan sebagai Raja pertama di Muka Bumi, dimana dahulunya Suatu Kaum hanya diperintah oleh beberapa pembesar - pembesar disetiap tempat. Sargon adalah Seorang Raja yang terkenal dan terbesar di masa itu. Kerajaan Akkadia telah mengalami kejayaan di Masanya, Kerajaan Akkadia di dominasi oleh Bangsa semit, yang merupakan leluhur Bangsa Arab yang muncul kemudian. Kerajaan Akkadia adalah bagian dari Peradaban Sumeria, tapi berdasarkan sejarah ada sisa waktu, dimana Bangsa Sumeria telah menjadi bagian dari Kerajaan Akkadia, termasuk kota - kota yang didirikannya, semua telah menjadi warisan untuk Akkadia, maka lenyaplah nama Sumeria dan peradabannya telah menyatu dengan Akkadia. disisi lain perkembangan - perkembangan dan kemajuan kebudayaan yang dilakukan oleh Mesir Kuno, maka merekapun ingin mengikuti jejak Akkadia, dan akhirnya berdirilah Imperium kedua di Muka Bumi dan Pertama di daratan Afrika, yang disebut Kerajaan Mesir Kuno, dan Raja pertamanya adalah Menes, Salah seorang pemuka agama atau penasehat kerajaan mesir kuno, membuat gelar kepada setiap raja - raja Mesir Kuno dengan sebutan Fir'aun, maka dilantiklah Menes sebagai Fir'aun pertama di Muka bumi dan menjadi Penguasa di seluruh kawasan Sungai Nil.

Tidak begitu banyak Informasi mengenai kedua Kerajaan ini di masa - masa Awal, apalagi informasi tentang tentang benturan yang kembali terjadi antara Kebenaran dan kejahatan, Entah apakah dalam masa - masa perjalanan kerajaan tersebut, Tuhan telah mengutus seseorang untuk membawa risalah-Nya ataukah tidak, dalam beberapa referensi tidak ditemukan hal tersebut. Mungkin untuk menjawabnya kita bisa kembali kepertanyaan sebelumnya dibagian lalu ? "Apakah Tuhan Salah Kasih, kenapa bisa ?, itu berarti Tuhan punya kesalahan, dan ini tentu bertentangan dengan Sifat dan Nama - nama dzatiyah Tuhan yang diliputi ke Maha Sempurnaan, sedikitpun kesalahan tentu mengurangi ke Maha Sempurnaan-Nya atas segala sesuatu yang tanpa cacat sedikitpun itu, iya kan, tapi kalau Tuhan sudah tepat pemberiannya kepada kaum itu, lalu disisi mana letak ketepatan dan kebenaran pemberian itu .. ? Akkadia dan Mesir Kuno setidaknya mendapatkan perlakuan yang sama dari Tuhan, seperti halnya Aad dan Tsamud, Binasanya Aad dan Tsamud karena tidak menuruti perkataan Utusan Tuhan untuk mereka, tapi adakah Akkadia dan Mesir Kuno kedatangan Utusan Tuhan, hingga daerahnya tidak sampai mendapat hukuman ? Tidak satu referensipun di dunia ini yang bisa di dapatkan untuk mengetahuinya jawabannya, baik di buku - buku atau internet, mungkin hanya sedikit orang yang tahu atau mungkin tidak ada seorangpun yang tahu apa jawabannya,... Hakikat yang sebenarnya hanya Tuhanlah yang tahu, tapi saya akan memberikan jawaban menurut pandangan saya pribadi di bagian selanjutnya dari Kisah ini...

Di tempat yang lain, Ham mempunyai seorang Putra bernama Kush, dari Kush Putra Ham inilah lahir 3 orang anak yang bernama Habasyah, Hind dan Sind. Habasayah dan Keturunannya menuju ke Selatan Mesir, dan Kedua saudaranya yang lain, Hind dan Sind, berjalan menuju ke tenggara Iran, dan menetap di dataran yang sekarang disebut India, Sind dan Hind menetap bersama Pamannya Put Putra Ham lalu mendiami daerah tersebut. Dimasa yang bersamaan dengan kejayaan Akkadia dan Mesir Kuno, Keturunan Ham dari Sind, Hind, dan Put di India, juga telah bertambah banyak dan menjadi sebuah bangsa, dan merekapun mendirikan sebuah Peradaban yang terletak di tepi dua sungai terkenal di India, Indus dan Gangga, yang kemudian dikenal sebagai Peradaban Lembah Sungai Indus atau Peradaban Harappa, yang berpusat di kota Mohenjodaro... Lalu apakah ada hubungan antara Peradaban Harappa dengan Nusantara ?

Eufrat, Tigris, Nil, Indus, dan Gangga adalah Sungai – sungai yang terkenal di dunia sekarang ini yang juga menjadi tempat lahirnya permulaan Semua peradaban di dunia yang akan merangkai perjalanan sejarah Anak Manusia kebabak baru, dan Penduduk Nusantara telah mewarisi Cara hidup leluhur mereka, yang hidup di tepi Sungai, Kutai adalah yang dianggap Kerajaan Tertua di buku – buku Sejarah, adalah Peradaban yang terletak di kalimantan, tepatnya didekat sungai Mahakam. Tepatlah mungkin jika Kalimantan dan Jawa menjadi pusat Peradaban – perdaban tertua di Nusantara, karena disana banya terdapat Sungai – sungai.

Bersambung ...

Silahkan komentar di http://www.indofanster.org/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya#213045
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#8PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 17/3/2013, 9:01 pm

Lanjutan…

Bag 8

Lalu bagaimana nasib daerah - daerah yang lainnya ? Setelah Nuh AS wafat, ia meninggalkan keturunannya yang akan tersebar kesegala penjuru, Anak keturunan Sam bin Nuh membangun awal dari peradaban di Mesopotamia, yang terpusat pada Sumeria dan Mesir Kuno, lalu kemudian masing - masing berdirilah Kerajaan Akkadia yang menggantikan Sumeria, dan Kerajaan Lama Mesir Kuno yang lahir dari Hasil penyatuan daerah Hulu (selatan) dan Hilir (Utara) Sungai Nil daerah Mesir Kuno (diduga merupakan campuran dari keturunan Sam dan Ham), Anak keturunan Ham bin Nuh menuju ke dataran India dan Sebagian menuju Afrika, di dataran India mereka membangun Peradaban disekitar Sungai Indus dan Gangga, yang dikenal dengan Peradaban Lembah Sungai Indus, dimana Mohenjodaro menjadi Pusat kegiatan masyarakatnya. Sampai disini, mulai dari Sungai Nil sampai Pengunungan Himalaya, Para Keturunan Sam dan Ham telah melakukan banyak kemajuan untuk meningkatkan taraf kehidupannya, yang mana semua itu bermula dari mencari pemukiman di sekitar Sungai, lalu membentuk suatu komunitas hingga Membangun berbagai kota - kota disekitar daerah tersebut. tapi keturunan Sam dan Ham bukanlah satu - satunya, yang mempengaruhi kisah perjalanan keturunan Adam, pada babak - babak yang berikutnya, tidaklah lengkap rasanya jika kita tidak melihat apa yang terjadi pada saudara Sam dan Ham yakni Yafits dan keturunannya. Dibanding perjalanan keturunan - keturunan Saudaranya yang lain, keturunan Yafits sepertinya lebih menyebar ke berbagai penjuru bumi mencari dataran baru yang belum pernah dihuni oleh Manusia sekalipun, seperti di dataran Eropa dan Asia Timur.

Berdasarkan catatan sejarah, Manusia pertama dari Keturunan Yafits, mendirikan sebuah Peradaban yang terletak di Kreta, sebuah pulau yang terletak di dekat Yunani, dimana dikenal sebagai Peradaban Minoa, karena yang menempatinya adalah Bangsa Minoa. Bangsa Minoa merupakan anak Keturunan dari Yafits. Peradaban Minoa berdiri hampir bersamaan dengan munculnya Kerajaan Akkadia dan Peradaban Lembah Sungai Indus. Sebenarnya nama Minoa ini hanyalah istilah yang dikemukakan oleh seorang ilmuwan yang merujuk pada tokoh Miitos pada peradaban tersebut yaitu Raja Minos, nama sesungguhnya tidak ada yang tahu. Konon, kabarnya penduduk Minoa adalah merupakan Bangsa Eropa murni, yang keturunannya belum bercampur dengan bangsa lain. Di waktu yang sama pula datang dari Asia Timur, bangkitpula sebuah peradaban baru dari keturunan Yafits yang lain, mereka menetap di daerah aliran Sungai Hwang-Ho, Sungai ini berada di bawah pegunungan Kwen-lun, sungai ini cukup panjang dan membawa lumpur kuning yang dikemudian hari menjadi dataran Cina, oleh karena itulah Sungai Hwang-Ho juga disebut Sungai Kuning, Sungai Kuning bermuara di teluk Tsii-Lii. Di bagian timur utara Dataran Cina terpisah dari lautan, terdapat sebuah kepulauan yang menjorok keutara, pada saat yang sama di tempat itu telah dihuni pula sekelompok Manusia, yang mungkin merupakan Imigran dari Cina, yang tentu saja termasuk keturunan Yafits bila mengikuti pola persebarannya. Disana telah berkumpul sekelompok Kaum yang hidup menetap, mereka membangun Rumah diatas tanah yang selesai digali yang atapnya berasa dari Kayu. mereka disebut sebagai Kaum Jomon, mereka telah menjadi kelompok manusia pertama yang berada di daerah itu dan membangun sebuah peradaban yang akan menjadi cikal bakal negeri Jepang di kemudian hari, mereka telah lama menetap disitu, dan mengembangkan keturunannya, diantara yang tersisa disebut Suku Ainu, yang mendiami Pulau Hokaido dan bagian utara Pulau Honshu, dan merekalah yang akan menjadi cikal bakal penduduk jepang dikemudian hari. Anak Keturunan Yafits telah banyak membangun banyak peradaban di berbagai tempat dan dataran, di era yang bersamaan dengan Keturunan kedua saudaranya, jadi bisa dikatakan kita ini dan semua manusia di dunia yang berada di negara manapaun menjalin kekerabatan kesepupuan yang sudah sangat jauh, dari Nenek Moyang kita Nuh AS.

Pertarungan yang terjadi di Masa ini adalah dalam bentuk peperangan antar suku yang berada dikawasan masing - masing, apakah ini adalah perwujudan dari eksistensi kebenaran melawan kejahatan, masih belum jelas apa substansinya, tapi menurut para analisis sejarah, kebanyakannya menganggap bahwa peperangan bertujuan untuk memperebutkan kekuasaan atau memperluas wilayah, sebagai contoh ketika Kerajaan Akkadia mendapat serangan dari bangsa Gutti, maka Akkadiapun melakukan perlawanan dengan meminta bantuan bangsa Sumeria. Inilah masa - masa dimana peperangan mulai terjadi diantara bangsa Manusia, setelah sebelumnya Manusia berada dalam kedamaian dan ketentraman, dan inilah Asal - Mula Peperangan termasuk pula tujuan dari peperangan itu yakni memperluas wilayah kekuasaan. beralih dari Mesopotamia, Daerah yang berada disekitar Sungai Hwang-Ho itu sangat subur, oleh karena itu penduduknya sangat maju, daerah utara dan baratnya terbentang padang rumput yang luas, dan ditempat ini pula terdapat bangsa pengembara, yang disebut Syung-nu, mereka sering melakukan penyerbuan ke daerah - daerah yang subur, sehingga menimbulkan ketakutan dari penduduk yang berdiam di Sungai Hwang-Ho. Jadi disini selain untuk memperebutkan kekuasaan dan memperluas wilayah peperangan juga bertujuan untuk mendapatkan wilayah atau lahan yang subur, ini tentu tidak lepas dari kebutuhan mereka untuk tetap bertahan hidup. Bumi yang telah diwariskan untuk Manusia, pada akhirnyapun akan menjadi daerah tempat peperangan dan pertumpahan darah, Manusia telah mengulang kekeliruan Mahluk sebelumnya dari Bangsa Jin yang terjadi dimasa lampau, dan ini merupakan Takdir dan Ketetapan dari Tuhan Semesta Alam. Apa yang terjadi di masa ini tentu mempunyai motif yang sama dengan kejadian yang pernah dialami oleh Bangsa Jin, ini semua sebenarnya tidak kepas dari pengaruh bujuk rayu Iblis, untuk membinasakan Anak Cucu Adam dan membuatnya saling membunuh satu sama lain, Dan masa ini adalah Awal dari semua babak baru Kehidupan Manusia yang kemudian akan menjadi selingan dari garis sejarah kisah anak Manusia suatu hari nanti.

Kejayaan dan Kemakmuran Peradaban terhadap suatu Bangsa tidaklah terlepas dari campur tangan Tuhan atas apa yang dikehendaki-Nya terhadap daerah tersebut, itu semua adalah dikarenakan limpahan Kasih Sayang dan Curahan Rahmat Tuhan atas bangsa tersebut, semua pemberian itu tentu semata - mata bukan tanpa alasan dan arah tujuan yang tidak jelas, tetapi semua itu terdapat hikmah dan pelajaran bagi umat Manusia. Ketika suatu kaum / bangsa mematuhi dan menaati, serta sujud dan patuh di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan membukakan rahmat-Nya dari langit untuk memberkahi setiap usaha yang dilakukan hamba - hamba-Nya dan tidak akan menyia - nyiakan apa saja yang mereka lakukan, dan ketentuan ini telah menjadi Prinsip dan Hukum Tuhan sejak pertama kali terciptanya Alam Semesta berikut isi - isinya sampai musnahnya Alam Fana ini selamanya. Pernyataan ini mengembalikan kita kepertanyaan yang pernah ada di bagian yang lalu, Bagaimana dengan Aad dan Tsamud, bukankah mereka adalah Kaum yang pembangkang, kenapa Tuhan memberikan mereka sesuatu yang mungkin seharusnya tidak pantas mereka terima ? Bukankah lebih baik Tuhan memberikan mereka Kehinaan dan Kesengsaraan di akibatkan perbuatan mereka sendiri, apakah itu berarti Tuhan salah kasih ? menurut pandangan saya (penulis), Tuhan memang tidak pernah salah kasih.

Ya, memang benar, Tuhan telah melebihkan Aad dan Tsamud atas kaum - kaum yang lain di masanya, anugerah yang telah diberikan Tuhan atas Kaum Aad dan Tsamud, bukanlah anugerah yang diberikan Tuhan atas generasi - generasi Aad dan Tsamud yang pembangkang itu, tapi untuk Generasi - generasi mereka sebelumnya masing - masing, bukan generasi dimana Tuhan menurunkan utusan-Nya di masa itu. Kaum Aad dan Tsamud pada masing - masing generasi awalnya mereka mungkin bahkan seharusnya adalah Manusia - manusia yang patuh dan sujud kepada Tuhan mereka, oleh karena itulah Tuhan menganugerahkan mereka Nikmat dan Karunia yang banyak, dan Tuhan pula menurunkan mereka Rezeki dan kelebihan atas kaum - kaum yang lain pada masanya. Maka dengan berkah yang Turun dari langit itu, maka merekapun mengolah hasil sumber daya alam dengan sebaik - baiknya sembari tetap berserah diri kepada Tuhan atas apa yang dianugerahkan kepada mereka, hingga akhirnya jadilah daerah mereka Kaya, Makmur, Subur dan Sejahtera pula penduduknya, namun setelah beberapa periode berlangsung cukup jauh, akhirnya lahirlah dari mereka generasi - generasi yang tidak pernah mengenal apa yang hakikat yang sesungguhnya yang dikerjakan oleh leluhur mereka (dari generasi pertama), dan menganggap apa yang mereka lakukan pada saat itu pembenaran dari apa yang dilakukan oleh leluhur mereka, padahal sebenarnya tidaklah demikian, Iblis dan setan - setan telah menjebak mereka dalam perangkap, perangkap yang sebenarnya telah dipasang oleh generasi yang muncul sebelum mereka, sehingga apa sebenarnya yang tersisa adalah Warisan dari leluhur mereka yang sujud dan patuh kepada Tuhan itu, berupa cara berpikir (ilmu pengetahuan) dan kemajuan peradaban di masa itu, adapun penyebab mengapa Anugerah itu datang atas leluhurnya, telah dibuang oleh Iblis dan Setan lalu digantinya dengan kesombongan dan cara - cara yang bertentangan dengan kebaikan yang datang dari leluhur mereka.

Jadi apa yang dinikmati oleh Aad dan Tsamud itu hanyalah sisa - sisa dari apa yang pernah diraih oleh generasi sebelum mereka, Maka ketika mereka telah lupa dan berpaling dari Ajaran Tuhan, maka Tuhan mengirimkan mereka Utusan-Nya, untuk mengingatkan mereka kembali atas kekeliruan pemikiran mereka dan bahwa mereka terjebak oleh Iblis. Oleh karena Tuhan memang mempunyai banyak perhitungan, ia tidak langsung menarik Nikmat dan Karunia-Nya ketika Dia menurunkan Utusan-Nya, tetapi sebenarnya karena disana masih ada orang - orang yang mau membuka mata dan hati mereka untuk menerima seruan utusan-Nya, walaupun hanya segelintir, Tuhan ingin membawa mereka keluar atau menyelamatkannya melalui utusan-Nya dari tempat tersebut, karena Dia hendak menarik kembali semua Nikmat dan Pemberian-Nya dalam bentuk Azab yang pedih, karena sudah tidak ada lagi yang pantas menerimanya di tempat itu. Oleh karenanya Tuhan sama sekali tidak pernah salah kasih, bahkan untuk hal yang sekecil apapun, dan ini adalah dari pandangan pribadi saya, Hakikat yang sebenarnya hanyalah Tuhan yang tahu.

Jika kita membuka google di firefox atau sejenisnya, dan mencari informasi tentang perjalanan sejarah peradaban di Muka Bumi, maka menurut saya pribadi (penulis) sebenarnya ada banyak hal yang ganjil, bukan hanya dari segi penentuan umur peradaban itu dan waktu berdirinya, tapi juga banyak hal lain yang mungkin dimodifikasi oleh para peneliti atau penggali sejarah, apakah itu menyangkut kebiasaan penduduknya dan juga ritualisme yang dilakukan oleh bangsa tersebut, oleh karena itu ketika melihat sebuah informasi, kita tidak boleh menyatakan sepenuhnya itu benar atau sepenuhnya itu salah, saya tidak pernah sama sekali mengambil mentah - mentah informasi yang masuk, biasanya saya menggalinya kembali dan memilah - milahnya serta melihat bukti - bukti dari informasi itu dan juga tetap menerapkan prinsip kehidupan yang tidak pernah berubah. Dalam perjalanan sejarah hidup manusia termasuk peradaban yang paling tertua, terkadang informasi yang ada bersifat datar atau hanya mempunyai 1 warna saja untuk keseluruhannya, jika hitam, hitam semua, jika merah, merah semua, dst. Padahal perjalanan sejarah peradaban manusia haruslah mempunyai lika - liku dan warna - warni, yang mengisi kisah perjalanan hidup anak manusia untuk mencari kerelaan Tuhan sebagai tujuan utamanya. Saya telah mengatakan sebelumnya, Kejayaan dan Kemakmuran Peradaban terhadap suatu Bangsa tidaklah terlepas dari campur tangan Tuhan atas apa yang dikehendaki-Nya terhadap daerah tersebut, ini sangat berkaitan dengan Ritualisme yang terjadi pada suatu bangsa, Bangsa yang sujud dan patuh kepada Tuhan, niscaya Bangsa tersebut akan mendapatkan Nikmat dan Karunia dari sang Pencipta, dan Pabila mereka jauh dari semua itu, maka tentu Tuhan akan menimpakan kepada mereka Siksa dan Azab yang pedih. Apa yang tertimpa atas Kaum Aad dan Tsamud adalah Pelajaran nyata untuk seluruh peradaban manusia yang berdiri sesudahnya, bahwa jika suatu peradaban telah mengalami kemunduran atau masa keruntuhan itu artinya kaum yang mewakili peradaban itu telah melakukan penyimpangan terbesar sehingga Tuhan mengangkat nikmat dan rezki yang dianugerahkannya tersebut, dan binasalah peradaban itu.

Merujuk kepada catatan informasi dan data yang ada pada setiap peradaban tertua, unsur ritual daripada masing -masing peradaban tidak pernah terlepas daripada budaya aminisme dan dinamisme, dalam bentuk berupa peninggalan - peninggalan yang tersisa dari bekas - bekas reruntuhan daerah peradaban tersebut, berupa patung - patung atau lukisan - lukisan. Maka dengan hal ini para Ahli sejarah, peneliti atau Arkeolog, beranggapan bahwa Sistem Ritual dari peradaban tersebut tergambar dari apa yang mereka temukan dari bekas - bekas peninggalan tersebut, dan menjadikannya sebagai keseluruhan sistem budaya masyarakat kuno yang ada pada peradaban tersebut. Padahal tidak demikian seharusnya, Ketika suatu peradaban dan manusianya telah berpaling dari ketentuan Tuhan Semesta Alam atas apa yang ditetapkannya dari langit, dan mencari jalan lain selain jalan dari petunjuk Tuhan, maka Kaum atau Peradaban tersebut akan dibinasakan oleh Tuhan, jadi tepatlah ketika Peradaban itu runtuh maka yang tertinggallah bekas atau sisa dari perbuatan mereka sebelum mengalami kebinasaan, yakni suatu penyimpangan mutlak, dan inipulalah yang mungkin ditemukan oleh para Ahli - ahli itu sebagai dasar informasi yang tersimpan untuk menjadi kenang - kenangan dari kebudayaan tersebut.

Dalam perjalanan sebuah peradaban pasti selalu ada pasang surutnya, ketika Peradaban berada dalam puncak kejayaan dan kemajuan, maka tentu saat itu bangsanya menuju kearah kebenaran dan menjalankan prinsip - prinsip hidup yang lebih baik sesuai dengan Ajaran Tuhan, Biasanya peradaban lahir dan terbentuk dari masyarakat terdidik yang menginginkan cara hidup yang lebih baik serta berada dalam kemudahan, dan hal yang seperti ini hanya dimiliki oleh Suatu Masyarakat yang berbudi luhur dan berbudi pekerti serta berpandangan maju kedepan, dan yang seperti ini tentu merupakan Anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan, sehingga mereka bisa membangun suatu Peradaban yang kompleks dan sistem masyarakat yang beradab. Dan kondisi seperti inilah yang sebenarnya luput dari pikiran para peneliti Antropolog atau Arkeolog, itu dikarenakan ajaran - ajaran kebenaran yang ada pada Peradaban yang telah maju telah tergantikan oleh generasi mereka yang selanjutnya yang berlaku zalim terhadap diri mereka sendiri dan meninggalkan ajaran leluhur mereka serta menggantinya dengan sistem ritual yang jauh dari nilai - nilai ketuhanan, yang menghantarkan mereka kejurang - jurang kehancuran.

Kebenaran dan Kejahatan ? Pertarungan yang tidak akan pernah berhenti, dan akan selalu bernafas sampai pada titik akhir, ketika Alam Semesta ini akan dihancurkan. Pertempuran antar sesama suku pada setiap Peradaban, dengan beragam maksud dan tujuan, bukanlah pertarungan yang kita cari dari kisah ini, tetapi suatu Pertarungan antara kebenaran ilahi dan kejahatan syaithon yang sebenarnya pernah berlaku dilangit sebelumnya, Jika disetiap peradaban sebenarnya terjadi, apa yang disebut penyimpangan, maka Tuhan akan mengirimkan utusan-Nya untuk mengingatkan mereka kembali, apa dan bagaimana tujuan mereka diciptakan, dan bahwasanya Iblis adalah Musuh yang benar - benar nyata. Tidak menutup kemungkinan ketika suatu peradaban misalnya Akkadia, Mesir, dll yang mulai mengalami masa kemunduran Tuhan mengirimkan Utusan-Nya untuk mengingatkan mereka, dan tidak jauh berbeda seperti Aad dan Tsamud, mereka dibinasakan karena menolak Utusan Tuhan tersebut.

Saya sudah menceritakan Bangsa - bangsa tertua yang ada di dunia ini, dan saya juga telah menceritakan Bangsa - bangsa tertua yang generasinya, itu semuanya pasti akan mendatangi Nusantara ini dan tidak satupun dari mereka itu pasti akan menginjakkan kakinya di Tanah Nusantara ini, walaupun mempunyai motif dan tujuan yang beranekaragam, Arab (Akkadia), Afrika (Mesir Kuno), Persia (Sumeria), India (Harappa), Cina (Hwang-Ho), Eropa (Minoa), dan Jepang (Suku Ainu). Dengan kata lain, Nusantara ini adalah tempat pertama yang mempertemukan keturunan ketiga bersaudara (Sam, Ham dan Yafits).

Dibagian selanjutnya dari kisah ini adalah kita akan kedatangan Seseorang yang sangat hebat....

Bersambung…

Silahkan komentar di http://www.indofanster.org/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya#213045

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#9PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 22/4/2013, 10:31 am

Lanjutan…..

Bag 9

Peradaban dan Kekuasaan adalah Bagian sistem yang tak akan mungkin terpisahkan dari kehidupan perjalanan sejarah anak manusia sebagai pewaris amanah (khalifah) di Muka bumi. Kisah perjalanan keturunan Adam dari masa ke masa, dipenuhi oleh berbagai macam intrik dan problematika yang lahir karena sebab interaksi (hubungan) antar manusia yang tak mungkin di hindari sebagai akibat dari cara manusia yang kurang tepat dan tidak benar dalam menyikapi suatu persoalan. Peradaban dan Kekuasaan lahir karena keinginan Manusia sebagai Mahluk Sosial untuk membentuk Sistem beradab dan teratur sebagai wujud dari amanah keberadaan mereka di Bumi selain untuk mempertahankan kehidupannya juga. Manusia sebagai Khalifah di Muka bumi, ditugaskan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk mengolah sumber daya alam dan kekayaan bumi lainnya, untuk itulah Manusia dituntut untuk berpikir dengan menggunakan akalnya melalui berbagai cara dan pengalaman duniawi agar melakukan berbagai kemajuan dalam ilmu, pengetahuan dan teknologi untuk mempermudah urusan atau kegiatan mereka di Muka Bumi yang tentu dibarengi dengan Ketundukan dan Kepasrahan di hadapan Tuhan sehingga terbentuklah suatu Pencapaian kehidupan yang mencakup pemenuhan kebutuhan Aspek Rohani dan Jasmani yang disebut sebagai Peradaban. Nilai yang tumbuh dari sebuah Peradaban, mempunyai banyak pengaruh yang besar bagi masyarakat manusia, lantaran diperhadapkan oleh Sesuatu yang perkembangannya pesat yang mencakup keseluruhan sektor dalam sebuah komunitas yang besar serta efeknya yang terkadang diluar pengawasan hingga tidak jarang memunculkan kecenderungan manusia untuk memonopoli suatu bagian dari apa yang disebut dengan kemajuan demi mencapai sebuah ambisi atau memuaskan hawa nafsunya.

Oleh karena sebagian yang lain menyadari akan dampak buruk yang akan terjadi di kemudian hari, merekapun sepakat untuk membentuk sebuah sistem terikat yang akan mengatur perkembangan peradaban di setiap waktu dan tempat serta menjadi pengendali seluruh wilayah yang melingkupi peradaban tersebut, dimana orang - orang tertentu dipilih untuk menduduki posisi - posisi penting sebagai Perantara antara Manusia dan Kebutuhannya sekaligus menjadi pengemban amanah Tuhan di Muka Bumi, singkatnya mereka menjadi pusat pengendali dan pengatur dalam sebuah wilayah peradaban yang luas melalui apa yang kita kenal sebagai Kekuasaan. Biasanya tidak ada satu kekuasaan yang berdiri di Muka Bumi, tetapi Setiap daerah dan tempat mempunyai kekuasaan, dan kekuasaan itu mewakili setiap Peradaban yang ada, dikarenakan setiap wilayah mempunyai kondisi geografis dan keadaan alam yang berbeda - beda, maka lahir pulalah berbagai macam bentuk Peradaban yang berbeda - beda, dan perbedaan itu diwakili oleh satu kekuasaan pada masing - masing tempat. Peradaban ada untuk menguatkan kedudukan Pihak Penguasa, dan Kekuasaan ada untuk memberi aturan pada setiap Peradaban. Tapi sesuai dengan ketentuan dan fitrah di Alam Semesta, setiap ada kelahiran, pasti ada kematian, dan ini adalah Ketetapan Tuhan, ketika ia mulai menciptakan sesuatu yang berpasang - pasangan, lalu menebarkannya di Alam Semesta, dan tidak terkecuali di Muka Bumi, dan Kelahiran pasangannya adalah Kematian, itu berarti ketika Peradaban dan Kekuasaan itu lahir atau bangkit, maka Peradaban dan Kekuasaan itu harus siap menanti kematian atau keruntuhan, dan akan digantikan oleh kelahiran atau kebangkitan Peradaban dan Kekuasaan yang baru. lalu akan seperti itu seterusnya terjadi hingga datangnya kematian terbesar atas seluruh Mahluk yakni Hari Kiamat.

Babilonia Kuno dan Dinasti Pertengahan Mesir Kuno adalah Peradaban Kuno yang telah menjadi Pewaris dari 2 Kerajaan tertua yang pertama berdiri Di Mesopotamia dan Mesir, Akkadia dan Kerajaan Lama, yang didirikan oleh Raja Pertama dan Fir'aun pertama, Sargon dan Menes. Jatuhnya sebuah Peradaban dan Kekuasaan, banyak disebabkan oleh Pengaruh dari dalam dan luar, misalnya Munurunnya perekonomian negara dan Serangan dari Bangsa Luar, adapula sebab - sebab lain misalnya perubahan iklim dan becana alam. Namun itu semua terjadi tidak lepas dari campur tangan Tuhan, sebagai akibat dari ketidakpatuhan atas aturan - aturan yang ditentukan oleh-Nya, lalu kembali kepada Tuhan, menggantinya dengan Peradaban dan Kekuasaan yang baru pula. Babil adalah Sebuah Kota yang pernah menjadi bagian dari Kerajaan Akkadia, dimana Nimrod bersama kaumnya membangun sebuah menara yang akan menjadi tempat tinggal Dia dan seluruh kaumnya, yang disebut sebagai Menara Babil. Babil adalah ibukota pusat kerajaan Babylonia Kuno, ketika Hammurabi berkuasa, tempat itu dijadikannya sebagai Pusat Agama Kerajaan. Beralih dari Mesopotamia ke Mesir, Wilayah - wilayah yang dikuasai oleh Kerajaan Lama pelan - pelan mulai melepaskan diri dan terbebas dari ikatan pemerintahan pusat. Lalu pemimpin masing - masing pada tiap - tiap daerah bekas kekuasaan mulai melakukan perebutan kekuasaan, daerah Utara (hilir) mesir kuno dikuasai oleh penguasa bagian Herakleopolis, sedangkan daerah selatan (hulu) dikuasai oleh keluarga Intef di thebes, tetapi perkembangan masing - masing kekuasaan mereka, menyebabkan, konflik diantara kedua belah pihak tak terhidarkan lagi, selanjutnya Herakleopolis berhasil dijatuhkan oleh keluarga Intef, melalui serangan Tentara di bawah pimpinan Mentuhotep II, setelah berhasil mengalahkan Herakleopolis, Mentuhotep II kemudian menyatukan kembali antara Hulu (selatan) dan Hilir (Utara) membentuk kerajaan Mesir baru, dimana Mentuhotep II sebagai Pendiri dan beribukota di Thebes.

Kembali ke daerah Mesopotamia, sebagai Peradaban dan Kekuasaan baru yang mewakili daerah Mesopotamia, Babilonia Kuno juga mewarisi Peradaban dari para pendahulunya, dan kemudian cukup mengembangkannya. Babil sebagai Ibukota atau Pusat Babylonia Kuno, adalah daerah yang direbut dan akhirnya dikuasai oleh Bangsa Amorit dari tangan Bangsa Assur dimasa ketika Akkadia telah berada di ambang pintu kejatuhan. Pendiri Kerajaan Babilonia Kuno adalah Samu-abum, seorang Amorit. Orang Amorit merupakan keluarga serumpun dari Bangsa Sumeria dan Semit dari leluhur mereka Arfaqsyad Putra Sam. Ketika itu di Babylonia Kuno terdapat seorang Raja (Penguasa), ia diberikan kelebihan oleh Tuhan dalam bidang Ilmu Pengetahuan, tetapi sayangnya dengan pengetahuannya itu dia mengaku sebagai Tuhan dan Rakyatnya menyembahnya karena dianggap sebagai anak Dewa. Di negara Babylonia terdapat sebuah kota bernama Ur, yang dilewati sungai eufrat, dibangun di masa peradaban Sumeria, kota ini pernah menjadi pusat aktivitas pada Dinasti ketiga bangsa Sumeria. Ur adalah sebuah kota yang dianggap Maju, dan di tempat inilah Seseorang yang sangat hebat lahir di muka bumi sebagai Utusan Tuhan, dialah Ibrahim, seorang yang dikenal di seluruh dunia saat ini, sebagai Pemimpin seluruh umat manusia, dan leluhur 3 agama besar. Kehadiran Ibrahim yang diutus di Babilonia dan Hijrahnya ke Palestina, mempunyai pengaruh yang besar terhadap sejarah perjalanan umat manusia sampai di Abad ini sekalipun. Bahkan dikatakan, dimasa itu, hanya Ibrahim dan Istrinya, yang beriman kepada Tuhan, lalu selanjutnya keponakannya.

Pada suatu waktu Raja Babilonia mendapatkan pertanda bahwa akan lahir seorang laki - laki yang akan menjadi penentangnya dan dia jugalah yang menjadi penyebab kematiannya dengan cara yang tragis, oleh karena itu dia langsung memerintahkan setiap prajuritnya untuk membunuh setiap bayi laki - laki yang lahir di negeri ini. Tetapi untungnya bayi Ibrahim selamat sesuai dengan kehendak Tuhan dan apa yang ditakdirkan oleh Tuhan pasti akan terjadi. Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya bahwa apa yang akan dihadapi oleh Nuh, Hud dan Shaleh pasti akan juga dihadapi oleh Utusan - utusan Tuhan selanjutnya, dan Ibrahim sebagai penerus dari ketiga orang yang sebutkan sebelumnya juga akan menghadapi sesuatu yang sama. Kaum di Negeri Babilonia, telah mengalami banyak penyimpangan serta tidak mau sujud dihadapan Tuhan mereka yang sebenarnya, oleh karenanya Tuhan menurunkan Ibrahim ke bumi melalui sebuah kelahiran dari salah seorang Wanita di Negeri Babylonia. Ibrahim telah menghadapi Keluarganya dalam menyebarkan kebaikan, yaitu Bapaknya sendiri. dan diapun juga menghadapi pembesar kaumnya (tokoh masyarakat sekitar) serta mempertaruhkan nyawanya ketika masyarakat mengumpulkan kayu untuk membakarnya hidup - hidup, seperti halnya Utusan - utusan Tuhan sebelumnya, tapi yang membedakan Ibrahim, dan Utusan Tuhan sebelumnya, kali ini Dia berhadapan langsung dengan Seorang Raja (Penguasa) di negeri tempatnya berada. Ini berarti Tuhan telah menaikkan satu tahap ujian ketingkat selanjutnya, sehingga tinggkat kesulitannya berada pada Tingkatan Kesulitan Tahap ketiga, dan ini semua tentu dipengaruhi oleh diri Pribadi Ibrahim dan Kemajuan berpikir Manusia pada Masanya. Dikatakan bahwa Di Negeri Babilonia, Ibrahim dikenal oleh Masyarakatnya sebagai Seorang yang Cerdas dan penuh Intelegensi yang tinggi, dan itu terbukti ketika ia berdialog dengan Rajanya yang mengaku sebagai Tuhan. Ketika Ibrahim telah menyampaikan seruan di negerinya, yang berakhir dengan Kepergiannya dari Negeri Babil menuju ke Ramallah di Palestina, dan menetap beberapa waktu, lalu kemudian menuju ke Mesir, bersama dengan Istrinya dan Keponakannya.

Setelah sesampainya mereka ketempat Tujuan, Saat itu Mesir diperintah oleh Raja yang bernama Amenemhat II (menurut analisa sejarah), Fir'aun ketiga dari Kerajaan Pertengahan Mesir Kuno. Amenemhat II, sebagai Fir'aun, mempunyai kebiasaan memelihara selir yang banyak, dan diantaranya dia mengambil wanita - wanita yang sudah bersuami untuk menjadi miliknya. Ketika Ibrahim dan Istrinya memasuki Mesir, Ia disambut oleh Fir'aun, tetapi Ibrahim mengetahui kelakuan Fir'aun yang senang memelihara Istri Orang dan dijadikan selirnya, oleh karenanya ia terpaksa mengaku bahwa Istrinya adalah Adiknya, Ibrahim berbohong dengan maksud untuk menyelamatkan keluarganya ketika itu, dan tinggallah Ibrahim, Istrinya dan Keponakannya, di Mesir untuk beberapa Waktu. Fir'aun sebelumnya yakni Amenemhat I, sebelum menjadi Raja pada dinasti terakhir Kerajaan Lama, kemudian memindahkan Ibukota dari Thebes dimana Mentuhotep II bermukim, menuju ke Ijtiway di Oasis Falyum, dan ditempat inilah diperkirakan Ibrahim dan Keluarganya menetap karena sebelumnya ia berhadapan dengan Fir'aun yang tentu bertempat di Ibukota Kerajaan. Ibrahim dan Keponakannya mulai membuka usaha di bidang peternakan, mereka bekerja sama dalam mengembangbiakkan binatang - binatang ternaknya. Diwaktu yang bersamaan Usaha yang dirintis, Fir'aun akhirnya mengetahui bahwa Wanita yang disebut Adik Ibrahim, adalah Istrinya sendiri. Istri Ibrahimpun ditawan oleh Fir'aun, dan menjadi budak untuk Putrinya di Istana Mesir. tetapi Tuhan memberi Rasa Gelisah, Cemas dan Takut pada Fir'aun ketika menawan Istri Ibrahim, akhirnya dikembalikanlah Wanita itu ke Suaminya, Ibrahim. Rasa bersalah yang dirasakan Fir'aun pada Ibrahim, ditebusnya dengan menikahkan Ibrahim dengan Putrinya pernah akan menjadi majikan Istri Ibrahim. dan dari Rahim Tuan Puteri inilah, akan lahir seorang Lelaki yang akan menjadi leluhur Bangsa Arab yang hidup sampai di zaman ini. Setelah Kejadian ini, Usaha yang pernah dirintis oleh Ibrahim dan Keponakannya semakin mendatangkan berkah dan keuntungan yang berlipat ganda, sehingga jumlah binatang ternaknya yang semakin banyak, membuat lahan yang tersedia tidak mencukupi untuk menampung jumlah yang tersedia. Karena keterbatasan Lahan, Ibrahim dan Keponakannya, membagi dua perusahaan yang dimilikinya, merekapun berpisah setelah menuju kembali ke Tanah Kan'an (Palestina) dengan masing - masing menbawa sejumlah harta benda yang telah disepakati pembagiannya sebelumnya. Ibrahim Menuju Pegunungan Al-Quds (dekat Kota Hebron) berjalan melalui bagian sebelah Gaza, dan Keponakannya menuju ke bagian selatan Laut Mati, tepatnya di negeri Sodom, dimana akhirnya Tuhan menjadikannya pula sebagai Utusan untuk negeri tersebut.

Kisah kehidupan Ibrahim, Istrinya dan Tuan Puteri Mesir yang telah dipersuntingnya setelah bermukim di Palestina tepatnya di dekat kota Hebron akan menjadi Babak Baru kehidupan, yang mana dari benih - benih keturunan merekalah, Sebuah Peradaban dan Kekuasaan yang terkuat dan terbaik sepanjang sejarah umat Manusia akan lahir, tentu Peradaban dan Kekuasaan yang dimaksud adalah yang dilandasi oleh Ketaatan, Kepatuhan, dan Ketundukan kepada Tuhan semesta Alam. Ketika Ibrahim mendapatkan anak dari Istrinya Tuan Puteri Mesir, yang dalam literatur islam, dikenal dengan nama Hajar. Anak inipun diberi nama Isma'il, dan kelahirannya merupakan tumpuan dan harapan besar bagi Ibrahim, sesuatu yang tak akan pernah dapat terungkapkan setelah sekian lama bersama Istrinya yang pertama tidak mendapatkan keturunan, dalam literatur Islam Istrinya yang pertama dikenal dengan nama Sarah, tapi sepertinya lain halnya dengan Sarah, kelahiran Isma'il telah melahirkan bibit - bibit kecemburuan di dalam hatinya melihat kebahagiaan terpancar dari wajah Suaminya ketika melihat Isma'il. Kerena merasa tak kuat lagi dengan Rasa Sakit Hatinya, akhirnya diapun meluapkannya dengan meminta Ibrahim, untuk menjauhkan keduanya (Hajar dan Ismail) dari dirinya dan memindahkannya ditempat yang lain.

Untuk sebuah Hikmah yang belum diketahui oleh Ibrahim, Tuhanpun menyuruh Ibrahim, untuk mengikuti keinginan Sarah alias membawa Hajar dan Ismail ketempat yang jauh, jauh dari Penglihatan Sarah. Karena Perintah dari Tuhan, Ibrahimpun membawa mereka berdua. Dalam perjalanan yang cukup lama, sampailah mereka di suatu daerah yang sangat gersang melewati gurun pasir, suatu daerah yang kering, tanpa tumbuhan, tak ada aliran air, yang terlihat hanyalah Batu dan Pasir, yang terlihat disekeliling hanyalah kehampaan, yang tak bersisa bahkan tidak seorang manusiapun yang hidup, bisa dikatakan Ini adalah Daerah yang tak pernah terjamah dan tersentuh oleh seorangpun, Orang - orang dahulu biasanya menjadikannya sebagai persinggahan, akan tetapi mereka cenderung untuk tidak menetap, bisa dibilang ini bukanlah tempat yang enak untuk ditinggali apalagi lahannya tandus dan tak terawat. Tapi walau bagaimanapun ini adalah Tempat permberhentian Unta sesuai dengan pengarahan Tuhan Semesta Alam, dan dia telah memilih Tanah ini untuk diberkahi, sadar akan ketetapan Tuhan atas Ibrahim, Hajar dan anaknya pun ditinggalkan di tempat yang gersang ini tanpa sesuatu apapun, dia hanya berharap bahwasanya Tuhan tidak menelantarkannya di tempat ini, dan Tempat inilah yang sekarang menjadi Pusat peribadahan haji umat muslim di seluruh Dunia, yakni kota Mekkah.

Kira - kira kurang lebih 12 tahun telah berlalu, semenjak Ibrahim meninggalkan Hajar dan anaknya, Ibrahim sangat merindukan mereka, diapun menuju ke Mekkah untuk melampiaskan rasa rindu yang terpendam semenjak bertahun - tahun tidak bertemu, sungguh bahagianya setibanya disana, ismail telah tumbuh menjadi remaja, maka bertambahlah cinta Ibrahim kepada Isma'il. Ketika Ibrahim sedang tidur, ia bermimpi menyembelih Isma'il, dan ia tahu itu adalah Wahyu dariTuhan untuk segera dilakukan, maka Isma'il rela dengan keputusan Ayahnya untuk menyembelihnya itu, karena ia adalah Anak yang sholeh dan harus taat kepada Tuhan. Penyembelihan Isma'il hanyalah salah satu bentuk Ujian Tuhan, karena dia ingin melihat berapa besar cinta Ibrahim kepada Tuhan. Dan Ibrahim lulus dari Ujian, ketika Mata Parang yang digunakan Ibrahim telah mencapai semilimeter untuk menggilas leher Isma'il dengan kecepatan yang sudah tidak mungkin untuk diturunkan lagi, di moment yang sangat tipis itulah Tuhan mengganti Isma'il dengan Hewan ternak yang dikirimkan melalui Jibril. Dan Tuhanpun memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih Hewan sebagai Ibadah Kurban, dan Hari Penyembelihan tersebut telah menjadi Hari raya Kurban (Id 'Adha) untuk Umat Muslim. Setelah kejadian itu, Ibrahimpun kembali ke Palestina, dan disana ia mendapatkan kabar yang menggembirakan, bahwa istrinya Sarah tengah Hamil dari ketiga malaikat yang datang berkunjung kerumahnya sebagai Tamu, ketiga malaikat ini dikirim untuk mengazab negeri tempat keponakan Ibrahim, yakni Kota Sodom dan Amora

Sodom dan Amora adalah Sebuah Negeri yang terletak di sebelah selatan Laut Mati, di Kota inilah, Keponakan Ibrahim diutus Oleh Tuhan. untuk memperingatkan mereka. Keponakan Ibrahim bernama Luth (Lot), itu berarti dia juga adalah sepupu Isma'il dan Adiknya. Berbicara kota Sodom dan Amora, kedua kota ini identik dengan kehancuran moral dan penyimpangan seksual. Berdasarkan literatur kristen dalam kitab kejadian, Sodom dan Amora adalah Persatuan lima kota besar Pentapolis : Sodom, Amora, Adma, Zeboim, dan Zoar. Pentapolis merupakan perkumpulan kota di bagian Yordan. Ia terletak di tepi sungai Yordan,yang merupakan batas selatan tanah kana'an (palestina). Luth berpindah kesana, karena ia melihat lahan kosong yang banyak, yang mungkin cukup untuk makanan (rumput) bagi hewan ternaknya. Masyarakat Sodom dan Amora, telah jauh nelanggar dari aturan - aturan kebenaran dan menyimpang dari fitrah - fitrah kemanusian, seperti banyaknya pencurian dan perampokan harta kekayaan yang sering terjadi, bahkan sampai melakukan penindasan yang mengakibatkan korban banyak yang mati, ini bukanlah pemandangan sekali atau dua kali, setiap hari selalu ada kasus yang seperti ini, hanya saja yang paling identik dari kebiasaan buruk di 2 kota ini adalah perbuatan homoseks dan lesbian, dan ini adalah kezaliman yang besar. Kelakuan buruk mereka benar - benar merajalela di kota itu, berkali - kali Luth memberi mereka peringatan akan ancaman dan azab yang pedih, jika mereka tidak meninggalkan tabiat durjananya. Akan tetapi Ajakan dan Seruan Luth, hanyalah dianggap angin lalu, mereka tetap menutup telinga dan hati mereka agar tidak terpedaya olehnya, dan membiarkan Iblis dan syaithan memperdayai mereka seterusnya. Masyarakat Sodom dan Amora, telah bosan dan lelah mendengar Seruan Risalah Luth, dan ingin Luth dan keluarganya pergi dari Kota sejauh - jauhnya lenyap dari pandangan mereka berdua. Mengetahui hal ini Luthpun telah merasa tak ada harapan lagi untuk kembali memperingatkan mereka, dan meminta kepada Tuhan, menurunkan hukuman atau Azab kepada mereka, agar penyakit mereka tidak menimpa lagi kepada umat manusia lebih banyak lagi, dan Doa luth di kabulkan oleh Tuhan, yakni dengan mengirimkan tiga orang Malaikat, tetapi ketiga malaikat ini singgah dulu ke rumah Ibrahim untuk memberi kabar gembira.

Setelah ketiga Malaikat itu sampai di Kota Luth, merekapun menyamar sebagai seorang Pria muda berparas tampan dan fsik yang ideal. Ketika para Malaikat ini berjalan di dalam kota, mereka sempat berpapasan dengan wanita - wanita cantik di negeri itu, lalu ketiga pemuda tampan itu meminta izin pada wanita - wanita itu untuk menetap, tetapi mereka ragu untuk memutuskan dan ditinggalkanlah ketiga pemuda itu. Informasi kedatangan ketiga tamu itupun sampai di telinga putri - putri Luth, dan mereka pergi bertanya kepada ayahnya, tentang ketiga tamu yang mempunyai paras tampan dan menarik itu, khawatir akan kelakuan buruk Masyarakat, Luthpun bersedia utnuk menyediakan tempat bagi para ketiga Tamu yang datang. Luth mulai menuju ketempat ketiga pemuda untuk menjemputnya, ketika Masyarakat Kota telah lelap dalam tidurnya di malam hari. Setelah Luth mempersilahkan tamu - tamunya untuk tinggal, ia berpesan kepada Istri dan anak - naknya agar merahasiakan kedatangan ketiga tamu itu. Istri Luth yang memang selalu berpihak pada adat dan kebiasaan Masyarakat, membocorkan rahasia pada Petingi di negeri tersebut, sehingga datanglah serombongan pria yang memang tabiatnya bernafsu dan senang akan pemuda - pemuda tampan dan hendak melayaninya menuju ke tempat Luth untuk melihat ketampanan tamu - tamunya yang dianggap menakjubkan itu. Ketika mereka datang Luth menawarkan putri - putrinya, alhasil mereka tetap menolak dan lebih menginginkan tamu - tamu itu, Luth segera masuk kerumah beserta kedua anaknya, dan menutup pintu, agar mereka tidak masuk, tetapi mereka berusaha mendobrak. Para malaikat meyuruh Luth agar membuka pintu dan membiarkan mereka masuk, ketika Luth membuka pintu, mereka dibutakan dan tidak melihat apa - apa. Di moment inilah Para Malaikat menyuruh luth dan keluarga untuk pergi meninggalkan kota, karena sebentar lagi Tuhan akan mengazab kota. Luth keluar bersama keluarga setelah tengah malam, para Malaikat meyuruh mereka untuk cepat keluar dan tidak menoleh kebelakang. Istri Luth tidak menghiraukan perintah malaikat, ia menoleh kebelakang dan ingin melihat nasib kota Sodom dan Amora, seakan meragukan apa yang dikatakan oleh malaikat - malaikat tersebut. Sesampainya Luth dan anak - anaknya di luar kota, ternyata istrinya tertinggal masih berada di kawasan kota itu . Tepat diwaktu subuh, Bergetarlah Bumi di bawah kaki Masyarakat Sodom dan Amora, termasuk Istri Luth sendiri, lalu terjadilah gempa bumi yang kuat dan datanglah Angin Ribut yang sangat kencang. Kedua kota itupun dijungkir balik, yang bawah ke atas, yang atas kebawah, dan kemudian dikirimkanlah Hujan batu belerang dan api yang membakar menghancurkan dan meluluhlantakkan kedua kota itu sekaligus hingga rata dengan tanah. Pagi - pagi menjemput, Ibrahim melihat ke arah kota Sodom dan Amora, yang dilihatnya adalah kepulan asap yang menuju ke atas, seperti dapur peleburan (pemasakan). Luth dan Kedua putrinya, akhirnya berhijrah ke kota lain setelah kejadian itu, dan di kota itupun dia memulai kehidupan barunya, termasuk menikahkan kedua putrinya kemudian.

Setelah Ibrahim mengetahui keselamatan keponakannya, Luth dan putrid - putrinya luth, diapun hanya tinggal bersiap - siap menantikan kelahiran adik Isma'il. Dari sumber Islam Adik Isma'il bernama Ishaq, dan Tuhan telah menganugerahkannya Ilmu dan Keutamaan seperti ayahnya, Ibrahim. Tidak banyak hal yang dapat diketahui mengenai kisah kehidupan Ishaq, hanya saja ketika Ismail membantu ayahnya medirikan kembali Ka'bah untuk rumah peribadahan untuk Tuhan di jazirah arab, Ishaq pun membangun baitul maqdis untuk rumah peribadahan di syam, yang kini dikenal dengan nama Masjid Al-Aqsha. Kedatangan Ishaq adalah berkah yang datang di muka bumi, karena dia adalah leluhur dari musuh - musuh Iblis dan syaithan yang akan Tuhan kirimkan selanjutnya di muka bumi sebagai generasi pelanjut dari utusan - utusan Tuhan sebelumnya yang akan membawa misi dan risalah kebenaran, dan menyuruh mereka untuk meninggalkan ajaran - ajaran Iblis dan sekutunya, adapun Isma'il, Dia akan menjadi leluhur suatu bangsa yang mempunyai derajat dan kehormatan yang tinggi di muka bumi, dan akan menjadi sebaik - baik bangsa yang pernah ada di dunia, dari keturunan Isma'il pula akan melahirkan Utusan Terakhir Tuhan atau penyempurna dari semua utusan - utusan Tuhan yang pernah ada. Sebagai 2 putra Ibrahim, Tuhan telah memilih mereka unuk meneruskan ajaran yang dibawa oleh Bapaknya dan berjuang melawan Iblis demi tercapainya Kedamaian dan Ketentraman seluruh manusia di Bumi. Iblis telah bersumpah dilangit dan dihadapan Tuhannya, untuk menggelincirkan Keturunan Adam. Ismail dan Ishaq, adalah dua manusia utusan Tuhan, dimana sebuah Peradaban dan Kekuasaan terbesar dan terkuat akan lahir, membuat pengaruh yang sangat besar dan panjang. Tuhan telah memberikan pembagian yang adil untuk kedua keturunan mereka berdua, Awal dari perputaran roda sejarah manusia, akan dimainkan oleh keturunan Ishaq yang akan menjadi pondasi dan dinding untuk melindungi gempuran dan serangan Iblis dan tentara syaithannya yang sudah merajalela sedemikian parahnya, dan Akhir dari perputaran roda sejarah manusia, akan dimainkan oleh keturunan Isma'il yang akan menjadi isi dan senjata dari pertahanan sebuah kebenaran yang akan terus berdiri hingga waktu yang paling terakhir. Perjalanan pertarungan antara Kebenaran dan Kejahatan, akan selalu beriringan dengan perkembangan zaman yang ada, semuanya akan mengikuti garis waktu yang telah ditentukan oleh Tuhan, dan semuanya hanyalah untuk mewujudkan satu cita - cita yang sangat besar, kebenaran hakiki yang pernah tergantung diatas langit, yakni Sujud dan Patuh kepada Tuhan.

Diperkirakan Ibrahim dan keluarganya, telah hidup pada Peradaban yang cukup tinggi, sekitar tahun 1900-an SM, yang telah masuk Periode Pertengahan dari Zaman Perunggu. Zaman dimana perkembangan teknologi pada sebuah peradaban ditandai dengan penggunaan teknik pelebur tembaga dari hasil bumi yang berasal dari perunggu. Di masa ini ada banyak kekuasaan dengan berbagai peradaban di setiap tempat, tetapi yang paling maju di masa itu, adalah Kerajaan Babilonia dan Mesir Kuno, dimana 2 kerajaan ini menjadi pusat peradaban di Muka Bumi, dan adapula sebuah Peradaban yang cukup tinggi dari kota yang independen, serta memiliki kekuatan militer tangguh, tidak berbeda dengan 2 kerajaan sebelumnya, yakni Peradaban Assyiria Kuno, di kota Assyur, yang di aliri sungai Tigris. Sebagai daerah yang berada di bagian Mesopotamia, sejak awal kebuadayaan kota Assyur telah mewakili Peradaban Sumeria. Ada banyak persepsi dari para ahli sejarah, siapakah yang pertama berhak dianggap sebagai pendiri Peradaban Assyiria Kuno, sejak tahun 2500 SM, bangsa Assyiria hidup dan menempati daerah hulu sungai Tigris, dan ketika Sargon dari Akkadia berkuasa, Kota Assur yang didirikan oleh Bangsa Assyiria, masuk didalam wilayah kekuasannya, itu berarti Raja Sargon termasuk Penguasa atas bangsa Assyiria, apalagi setelah menjadikan kota Asshur sebagai Pusat Administrasi daerah kerajaan. Namun ketika menjelang Akhir pemerintahan Sargon Agung, bangsa Assyiria melakukan pemberontakan untuk melepaskan diri, lalu kemudian membentuk Kerajaan Assyiria Kuno sebagai Negeri yang berdiri sendiri. Raja mereka yang pertama kerajaan yang Independen adalah Ushpia dan Naplanum.

Raja Asshur Ilushuma dianggap sebagai Raja yang terkuat Dinasti Assyiria Kuno, karena pada masa kekuasannya ia banyak melakukan penyerangan ke derah - daerah di Mesopotamia selatan. Dia juga melakukan banyak penyerangan kedaerah kekuasaan Akkadia, seperti Kota Isin dan Larsa, dan memperluas daerah kekuasaan ke arah utara dengan mengorbankan Orang Hattian dan Hurian. Asyyiria juga melakukan perseteruan dengan penutur bahasa yang sama dengan Akkadia di bagian selatan, yang telah menggambarkan pola perkembangan sejarah kuno mesopotamia, termasuk saingan mereka di masa depan, antara Assyiria dan Babylonia. Orang - orang Assyiria dan Amorit, memang telah lama menyimpan permusuhan antara sesama mereka, tetapi di masa ini Babilonia kuno masih belum eksis dalam peperangan, dan itu dimulai ketika Ketika Babylonia Kuno didirikan oleh Pangeran Amorit yang bernama Samuabum, di masa kekuasaan Raja Assyiria, Erishum I. Selama abad ke 22 sampai 20 SM, Assyiria Kuno mempunyai banyak musuh, misalnya orang - orang Hattian dan Hurian di bagian Utara, bangsa Guttian di daerah Timur, pegunungan Zagros, barat laut Iran, bangsa Elam di bagian tenggara, pertengahan selatan Iran, Bangsa Amori di bagian barat, tepatnya sekarang daerah Suriah. Apa yang terjadi pada bangsa - bangsa di sekitar Mesopotamia, seperti Konflik, Perseteruan, dan Ambisi kekuasaan, pada akhirnya juga akan ditentukan pada sebuah medan luas dgn kekuatan tempur yang cukup yang dikenal dengan istilah Perang. Peradaban dan Kekuasaan yang lahir di Mesopotamia dan di Mesir, telah melahirkan sejumlah Peristiwa - peristiwa yang merupakan awal dari Kerusakan dan Kehancuran yang dilakukan oleh Bangsa Manusia di atas Bumi. Bagaimana suatu bangsa dalam sebuah negeri itu berpijak pada kebenaran dan kejahatan, sudah dapat terlihat dari kebijakan - kebijakannya ketika mengatur sebuah urusan dalam kerajaan (negara).

Ibrahim adalah seorang reformer (pembaharu) terbesar yang pernah ada dalam sejarah umat Manusia, Tuhan telah menobatkannya sebagai pemimpin bagi manusia, dia hidup pada masa - masa dimana sebuah Peradaban dan Kekuasaan mulai menapaki kariernya sebagai benteng terkuat di muka bumi, namun penyimpangan dan kejahatan banyak yang tersebar dan telah mewabah diseluruh penjuru, lalu Ibrahim datang dengan membawa sesuatu yang baik dan lurus, yang tak pernah sekalipun hadir dalam pandangan dan pemikiran manusia di masa itu. Ibrahim adalah yang penuh dengan bimbingan dan petunjuk dari Tuhan, telah memutar balik prinsip - prinsip yang telah lama dibangun oleh Peradaban dan Kekuasaan yang tak mampu diruntuhkan oleh Kekuatan dan Senjata terkuat apapun yangada dimasa itu. Ibrahim telah membangun sebuah Budaya baru dan telah memulai babak baru dalam sejarah manusia yang selalu yang terkungkung dalam cara berpikir yang cenderung mengikuti langkah - langkah syaithan, sebuah negeri yang telah diracuni oleh Iblis. Tuhan telah memerintahkan seluruh manusia pada setiap masa dan setian zaman untuk meneladani Ibrahim dan apa yang dia ikuti. Ibrahim dan Keluarganya telah diutus oleh Tuhan untuk mengeluarkan manusia yang telah masuk kedalam lembah kesuraman dan kegelapan keluar menuju cahaya yang terang benderang. Perjalanan anak Manusia telah merangkai sebuah kisah pertarungan abadi yang tidak akan pernah terkira oleh seluruh mahluk sepanjang penciptaan langit dan bumi, setiap dari mereka mengawali sebuah kisah, setiap itu pula mereka akan menutup kisah ini, dan kemudian memulai kisah dengan sesuatu yang baru, Awal dari sebuah babak baru adalah Akhir dari sebuah babak lama, semuanya akan selau berputar, Hingga suatu hari semuanya akan ditentukan oleh Tuhan sebagai balasan dari apa yang pernah mereka lakukan.

Bersambung…..

Silahkan komentar di http://www.indofanster.org/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya#213045
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#10PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 18/12/2013, 4:53 pm

Setelah Vakum selama berbulan – bulan lamanya, karena kerusakan Monitor di pertengahan Mei 2013 lalu, akhirnya dengan adanya Monitor pengganti, saya bisa melanjutkan kembali episode lanjutan dari Thread ini, saya sebagai TS mengucapkan Terima Kasih untuk Para Pengurus (yang telah menjaga Thread ini agar tidak sampai masuk ke Tong Sampah), dan kepada Senpai – senpai serta Shinobi – shinobi lain yang ada di FAN yang kita sayangi ini. (kalau posting ini ngejunk atau menghina golongan tertentu, silahkan dihapus aja gan)... Sekarang, Mari kita simak Bagian selanjutnya dari thread ini..

Bag 10


Setelah Banjir dahsyat yang menimpa Nuh AS beserta pengikutnya, Pakar Tafsir Islam Imam Abu Ja'far Muhammad bin Jarir Ath–Thabary bercerita : Bahwa setelah Bahtera (kapal) Nuh AS berlabuh di Pegunungan Ararat (Bukit Judi, Al–Qur'an), Nuh dan Pengikutnya mendiami suatu kota di daerah Ararat, yaitu suatu area yang masih berada dalam kawasan Mesopotamia, yang kemudian setelah Tempat itu selesai dibangun, mereka menamakannya Kota Themanon (Kota 80), yang artinya bahwa Kota itu dibangun oleh 80 Orang beriman yang merupakan pengikut Nuh AS yang selamat, sekarang Kota itu dikenal denga nama Suq Thamanin. Abdullah Ibnu Abbas RA mengatakan bahwa ketika Semua keturunan Qayin (Qabil bin Adam) dibinasakan, Nuh dan Pengikutnya mulai membangun kota Suq Thamanin, Menurut Al–Harith dari Ibnu Sad dari Hisham bin Muhammad dari ayahnya dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas, ia berkata " Ketika Kota Suq Thamanin penuh dengan padatnya keturunan Nuh, sebagian mereka berpindah ke Babylonia. Sam bin Nuh menetap di kota Mekkah dan sebagian Keturunannya berdiam di daerah Majdal yaitu suatu daerah di pusat bumi yang berada di bagian utara Iraq atau bagian timur Anatolia, antara Yaman dan Syria (Suriah). Sam bin Nuh mempunyai 2 putra (Aram dan Lud) yang menjadi leluhur bangsa Arab Kuno (Arab A'ribah) karena dari merekalah Bahasa Arab berasal. Aram bin Sam menurunkan Gether dan 'Uz, Gether bin Aram bin Sam mempunyai anak bernama 'Ad yang merupakan leluhur Kaum 'Ad, sedangkan Uz bin Aram bin Sam mempunyai anak yang bernama Tsamud, yang juga merupakan leluhur Kaum Tsamud. 'Ad dan Tsamud adalah Saudara Sepupu, yang berarti Kaum 'Ad dan Tsamud merupakan Saudara satu kekerabatan yang sama dari leluhur mereka Aram, cucu Nuh As. Lud bin Sam adalah Paman Gether dan 'Uz, Lud menurunkan Tasm, Judays, Imliq dan Umaym yang mana mereka adalah Paman 'Ad dan Tsamud. Mereka adalah penutur bahasa Arab pertama didunia sekaligus leluhur bangsa Arab Kuno. Anak keturunan Tasm dan Judays tinggal di daerah Yamamah (Kota Kuno antara Bahrain dan Oman), tetapi mereka telah dibinasakan (Mereka di Azab Tuhan karena ingkar). Anak Keturunan Umaym (saudara mereka) tinggal di wilayah Wabar (sekitar Yaman) merupakan daerah gurun yang dikenal dengan gurun Alij, tetapi mereka juga berbuat ingkar sehingga Tuhan membinasakan sebagian dari mereka disana dan sebagiannya lagi diselamatkan kemudian hijrah ke Persia lalu mereka menjadi pemimpin disana, mereka adalah suku Nasnas, Kayumarth bin Dulavid bin Umaym dikenal sebagai Raja Pertama Persia Kuno yang adalah salah satu bagian dari mereka, selain itu Umaym juga mempunyai anak bernama Abar (pamannya Kayumarth), Ia pernah menempati suatu wilayah antara Yamamah dan Al–Sihr yang disebut Ubar, Al–Sihr adalah sebuah lembah dimana Kaum 'Ad bermukim, terletak di sebelah selatan jazirah arab yang arahnya menghadap ke samudra indonesia. Ubar sendiri berasal dari namanya Abar bin Umaym. Tidak satupun yang ingin menuju ketempat itu, karena daerah itu dikuasai oleh Jin.

Sedangkan Imliq bin Lud dan keturunannya bermukim di Tanah Suci (Kota Makkah), Imliq bin Lud merupakan nenek moyang bangsa Amalek, dan dari bangsa Amalek ini lahirlah sub–bangsa yakni Ammonit, Kan'aan, Yabous dan Phoenisi. Mereka mendiami Jazirah Arabia, lalu dari Jazirah Arab, Kaum Kan'aan ini kemudian bermigrasi menuju ke Tepi Laut Tengah di sebelah timurnya sepanjang terusan suez sampai ke sungai Yordan, bersama dengan Kaum Ammonit (saudara mereka) dan Yabous serta Phoenisi (yang merupakan bagian dari keturunan Kan'aan). mereka melakukan perpindahan setelah mengetahui perkembangan pembangunan perkotaan di sebelah timur Laut Tengah. Kaum Ammonit terkonsentrasi di daerah dataran tinggi dan pegunungan, Kaum Yabousi menempati wilayah Yerussalem dan membangun kota Al–Quds, kaum Phoenisi mendiami daerah pesisir utara yang merupakan daerah Lebanon sekarang ini. Kaum Kan'aan melakukan perpindahan besar – besaran, menyebabkan mereka menjadi mayoritas penduduk di daerah perpindahan mereka itu, seakan – akan mereka telah menjadi " Tuan Tanah " atau Penduduk Asli di daerah itu, hingga pada akhirnya daerah yang mencakupi wilayah itu dan disebut Tanah Kan'aan. Tanah Kan'aan adalah Nama tertua untuk daerah yang sekarang dikenal sebagai wilayah perebutan antara Israel dan Palestina. Merekapun membangun sebagian besar kota – kota di tanah kan'aan dan sesuai dengan batas – batas wilayah tanah kan'aan sekarang ini. Jumlah yang sangat banyak dari Keturunan Kan'aan ini, dikenal sebagai bangsa Perkasa dari keturunan Lud bin Sam. Di sisi lain dalam tempo yang berbeda, Hud dan Pengikutnya yang selamat dari Azab, mereka berdiam di daerah Hijaz, mereka adalah satu – satunya Emigran dari Kaum 'Ad yang tersisa. Sejarah menyebut mereka sebagai Kaum Finiqy (Phunichia), atau disebut Al – 'Ibriyah Al–Qodimah (Proto Ibriyah), dalam bahasa Ibriyah disebut 'Abara' (Kaum Penyebrang). Dari Hijaz, keturunan mereka selanjutnya menyebrang ke Babilonia lalu mendirikan Kekaisaran Babilonia. Di Masa Babilonia Kuno dan Kerajaan – kerajaan Timur Kuno lainnya, mereka membangun banyak kota yang berbenteng dan pertahanan di area bukit tinggi. Kota – kota banyak mereka bangun yang berada di sebelah timur Laut Tengah atau di tepi laut. Mereka menjadi pendiri kerajaan di Babilonia, dan mulai bercampur baur di tanah Kan'aan bersama dengan keturunan Imliq bin Lud, walapupun begitu sebenarnya mereka masih mempunyai hubungan kekerabatan, karena Leluhur kaum 'Ad yaitu 'Ad bin Gether adalah Keponakan Imliq bin Lud. Pada masa yang tidak jauh berbeda dengan Emigrasi besar – besaran yang terjadi ke daerah Syam (Timur Laut Tengah) oleh keturunan Sam bin Nuh, Mesir memperoleh masa kejayaannya pada Dinasti ke–12 Masa Kerajaan Pertengahan (sekitar tahun 2000 SM), Pada masa ini pula daerah kekuasaan mesir semakin meluas membentang hingga Nubia menuju ke Tanah Kan'aan. Pada masa – masa yang sama inilah tepatnya di Faddam A'ram, wilayah kerajaan Babilonia Kuno, lahirlah Ibrahim, seorang Ibrani yang masih merupakan Keturunan Arfaqsyad Putra Sam. Di Mesir, Kehidupan serta keamanan didalam negeripun dapat dikendalikan, ilmu sastra dan kerajinan tangan bertambah pesat lalu pertanian, perniagaan, dan ilmu pengetahuan lainnya pun bertambah maju. Di masa kekuasaan Amenemhat II, terjadi Emigrasi Gelombang kedua oleh Kaum Al'Ibriyah Al–Jadidah (Deutro Ibriyah) yang dipimpin oleh Ibrahim yang singgah ke Tanah Kan'aan, dan kemudian menuju Mesir. Pada waktu kelahiran Isma'il di Tanah Suci, Sebagian Keturunan Imliq dan Kaum Finiqy yang sudah bercampur di Tanah Kan'aan melakukan perjalanan menuju Mesir untuk mencari penghidupan yang baru karena mendengar kemajuan Bangsa Mesir. Mereka datang sebagai Penggembala di negeri asal dan mengupayakan mencari penghidupan yang layak di daerah yang baru. Beberapa tahun setelah kelahiran Isma'il, terdengarlah kabar bahwa Sarah tengah mengandung anak Ibrahim yang kedua, dialah Ishaq.

Ishaq adalah Adik Isma'il, anak kedua (bungsu) Ibrahim, dia lahir di tanah kan'aan (filistin), yang mana dia dan keturunannya akan mewarisi tanah ini. Dalam Kitab Perjanjian Lama, Bab Kejadian 24, disitu menyebutkan Ketika Ishaq berusia 36 tahun, Ibunya Sarah wafat, lalu 4 tahun kemudian, Ishaq menikah dengan Ribka, yang masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan Ayahnya sendiri, Ibrahim. Pada Bab Kejadian 25 & 26, pada Usia 75 tahun, Ayahnya meninggal, Ishaq dan Isma'il mengubur Jenazah Ibrahim di Saya Makhpela, sebuah tempat yang terletak di padang Timur kota Mamre. Setelah itu Ishaq tinggal di dekat sumur Lahai Roi. Saat Ishaq menetap di kota Gerar (Filistin), karena bencana kelaparan di tempatnya sebelumnya, ketika itu Tuhan menepati Janji yang diberikan–Nya pada Ibrahim untuk Ishaq bahwa, Dia akan memperbanyak keturunannya seperti Jumlah bintang di langit yang disebarkan keseluruh negeri ini (Tanah Kan'aan) dan menjadikan keturunannya sebagai berkah atas seluruh bangsa – bangsa di Bumi. Menurut Kitab Perjanjian Lama, Bab Kejadian 27, Ketika Ishaq berusia 60 tahun, Istrinya Ribka, melahirkan kedua anak kembar laki – laki untuknya, yakni Ish (Esau, Perjanjian Lama) dan Ya'kub, dengan kepribadian yang berbeda. Ketika Ish dan Ya'kub lahir, Kakeknya Ibrahim masih hidup, itu berarti Ibrahim masih sempat melihat kelahiran cucu2nya dari Ishaq. Ish dan Ya'kub lahir di masa – masa berkuasanya seorang Fir'aun Terakhir Kerajaan pertengahan Mesir Kuno, bernama Amenemhat III, dia adalah Putra Amenemhat II, Fir'aun yang ditemui Ibrahim ketika di Mesir. Ketika itu Amenemhat III berkuasa, ia memanfaatkan para Emigran dari Tanah Kan'aan yang tinggal di wilayah delta sungai nil supaya membantu kebutuhan para pekerja, terutama pada sektor penambangan dan pembangunan, tetapi penambangan dan pembangunan yang begitu berambisi yang dilakukan oleh Fir'aun, ini mengakibatkan meluapnya Sungai Nil yang banyak, hingga menyebabkan pembebanan kebutuhan ekonomi dan bisa mempercepat kemunduran kerajaan Mesir. Pada masa pemerintahannyapun, Dinasti Mesir membuat sebuah bendungan raksasa di Fayoum untuk Kebutuhan Pertanian dan beberapa kebutuhan lainnya, selain itu dia juga melakukan upaya pendayagunaan daerah pertambangan di Semenanjung Sinai, upaya tersebut ternyata berhasil dia lakukan sehingga dari hasil pertambangan tersebut digunakan sebagai sumber tetap keuangan negara.

Kita beralih ke putra – putra Ishaq, Esau (Ish) adalah anak tertua Ishaq, kakak Ya'kub. Selisih umur Ish dan Ya'kub, mungkin hanya beberapa detik saja, karena saat Ish diambil keluar dari rahim Ibunya, tangan ya'kub kecil memegang tumit ish, beberapa detiik setelah itu dikeluarkan pulalah Ya'kub dari rahim Ibunya. Sifat dan Perawakan Ish sangat berbeda dengan Adiknya. Ya'kub. Sifat dan Perawakan Ish adalah kasar, mempunyai bulu yang lebat dan seorang hunter (pemburu) yang lebih suka tinggal di padang sedangkan Sifat dan Perawakan Ya'kub adalah halus, tidak berbulu dan lebih suka tinggal dirumah (memasak dan mencuci membantu ibunya). Ya'kub sangat menyayangi Ish karena dia suka memakan hasil buruan kaka'nya. Kisah menarik antara Ish dan Ya'kub berawal ketika Ayahnya, Ishaq telah lanjut usia (tua), hingga ia tidak sanggup lagi mengurusi keperluannya kecuali meminta anak2nya untuk mengurusi dirinya. Dalam hal ini ada pembagian tugas antara Ish dan Ya'kub, Ish mengurusi keperluan ayahnya, Ishaq sedangkan Ya'kub membantu ibunya untuk keperluan makan, dll. Maka berjalanlah hari – hari dimana mereka telah berkomitmen dengan pembagian tugas, Ish pergi berburu mencari makanan dan membawa (menghidangkan) untuk Ayahnya, itu semua dilakukannya agar dia mendapat do'a dan berkah dari Ayahnya, dan Ya'kub selalu membantu dan dimintai bantuan oleh Ibunya soal seperti menyiapkan makanan, memasak makanan atau juga mencuci pakaian, sepertinya ini adalah kehendak Tuhan untuk Ya'kub. Entah kenapa pada suatu hari, saat Ishaq sedang lapar dan membutuhkan makanan, ia tidak melihat Ish berada dirumah, karena Ibu Ish mengetahui hal itu, dia menyuruh Ya'kub (yang sepertinya juga habis membantu ibunya "lelah") untuk menyiapkan makanan untuk Ayahnya (seharusnya ini adalah tugas Ish). Akhirnya Ya'kubpun melakukannya dengan ikhlas dan tulus. Ya'kub memberikan pelayanan yang baik kepada ayahnya sebagai wujud dari rasa baktinya kepada Orangtua. Mengetahui bahwa Ya'kub menyiapkan keperluan Ayahnya, Ish merasa iri (sepertinya Ish melihat perangai Ayahnya yang bangga atas pelayanan Ya'kub yang jauh lebih baik darinya), sikap negatif yang dimiliki Ish ini awal dari kisruh antara dirinya dan adiknya Ya'kub. Ishaq masih membayangkan betapa bahagianya dia mempunyai anak – anak yang berbakti kepadanya, diapun memanggil kedua anaknya untuk didoa'kan dan diberkahi, tetapi ketika saat itu, Ish tidak terlihat dirumah, maka ibunyapun menyuruh Ya'kub (anak yang ada) untuk mendatangi ayahnya, Ishaqpun berdo'a anaknya (Ya'kub) isinya " Wahai anakku (Ya'qub), semoga keturunanmu menjadi nabi dan raja ", numun sungguh disayangkan., do'a itu ternyata di dengar oleh Ish (yang terlambat datang atau dia tidak tahu akan rencana itu), diapun marah dan sedih mendengar itu (karena hal itulah yang paling ditunggu – tunggunya) yang mana seharusnya itu untuk dirinya, karena sepanjang hari sebelumnya dialah yang mengurusi ayahnya (sepertinya saat itu Ya'kub, hanya sekali melayani ayahnya, tapi kayaknya pelayanannya jauh lebih baik daripada Ish). Ish tahu bahwa besar kemungkinan do'a itu terkabul, karena yang berdoa' adalah Utusan Tuhan (kesayangan Tuhan), jadi dengan sifat dengki dan kemarahan yang dimiliki Ish, diapun mendatangi Ya'kub dan merencanakan makar untuk Membunuh adiknya itu, supaya do'a ayahnya itu tidak terjadi. Rencana makar inipun diketahui oleh Ibu mereka, sang Ibupun menyuruh Ya'kub menemui ayahnya., Ya'kubpun menemui Ayahnya Ishaq, dan mengadukan tentang rencana jahat kakaknya yang iri dan marah untuk membunuhnya, semua itu disebabkan oleh do'a dan berkah yang diberikan dari Ayahnya. Ishaq sudah tua, ia sudah tak mempunyai daya lagi untuk membela Ya'kub atau menahan Ish dari makarnya, oleh karena itu Ishaq memberi solusi untuk menyuruh Ya'kub pergi meninggalkan negeri ini dan berhijrah menuju kampung halaman kakek dan neneknya (Ibrahim dan Sarah) di Faddam A'ram, Negeri Babilonia, karena disana ada Kerabat kakek dan nenekmu, bernama Laban bin Batuil, disana Ya'kub akan mempunyai kedudukan sosial yang tinggi, yang disegani dan dihormati. Mengikuti anjuran ayahnya, Diapun segera berkemas – kemas, dengan hati yang sedih dan terharu, ia pergi menuju tempat yang disarankan ayahnya dan memulai perjalanannya ketempat tersebut. Ish ketika berumur 40 tahun, ia mengambil 2 wanita di kan'aan (dari suku Hat) sebagai istrinya (saat itu Ya'kub belum bersitegang dengan kakaknya dan masih tinggal bersama), akan tetapi kedua orangtuanya tidak menyukai kedua istri Ish itu, bahkan Ibunya mengeluh dengan berkata " Saya sudah bosan hidup dengan wanita – wanita suku hat itu, andaikata Ya'kub mengambil wanita – wanita diantara suku Hat itu juga sebagai Istrinya, maka tidak ada gunanya lagi saya hidup ", (Buset, sepertinya Wanita – wanita Suku Hat yang mendiami tanah kan'aan ini, perangainya buruk – buruk serta hanya bisa menyusahkan saja dan tidak membawa dampak yang positif, itulah mengapa Ibu mereka ingin mati saja, wah..parah nih, pantasan saja Ayah mereka (Ishak), boro – boro mau mendoakan keturunan Ish menjadi Nabi dan Raja, mendoakan keturunannya jadi anak sholeh saja, kaya'nya sulit).

Coba kita lihat nasih Ya'kub dalam perantauannya....

Perjalanan Ya'kub melalui Gurun Pasir dan Padang Tandus ditambah terik matahari serta Angin panas membakar kulit, tidak membuat langkahnya mundur kebelakang untuk terus ke kampung Kakek Neneknya. Saat Istirahatnya, ia tidur dan bermimpi, dalam mimpinya dia dikaruniai rezeki yang banyak, penghidupan yang layak dan damai, keturunan yang sholeh dan kerajaan besar yang makmur sejahtera, tiba – tiba bangunlah Ya'kub dan ia sadar itu hanyalah mimpi, tapi ia percaya suatu saat mimpi itu akan menjadi kenyataaan karena mengingat do'a yang pernah diberikan ayahnya, lalu Ya'kubpun berdiri dan melanjutkan perjalanannya kembali. Setelah melakukan perantauan berhari – hari, menghadapi banyak kesulitan bersama siang dan malam, akhirnya Ya'kubpun tiba di negeri tujuannya, Babilonia. Sungguh alangkah riang gembira melihat suasana salah satu kota di negeri Babil, Ya'kub melihat hewan peliharaan berkeliaran diatas ladang rumput setelah begitu lama ia hanya melihat gurun pasir dan padang tandus, burung – burung beterbangan di udara yang cerah dikala sebelumnya dia hanya melihat terik matahari dan angin panas yang membakar, dan penduduk kota mondar mandir mencari nafkah untuk keperluan hidupnya masing – masing ketika sebelumnya dia hanya sendiri mengembara diatas tanah datar tak berpenghuni. Tapi melihat itu, Yakub tidak akan lupa tujuannya yang semula untuk mencari seorang penduduk keluarga Ibunya, bernama Laban, setelah bertanya kepada seseorang, diapun menunjuki seorang gadis cantik, supaya Ya'kub pergi bertanya kepadanya, karena dia adalah anak perempuan Laban. Setelah bertanya dengan gadis itu, Ya'kubpun diantar menuju ke tempat Rumah pamannya, Laban. Pertemuan Ya'kub dan Laban, menyisakan kisah Haru, mereka berpelukan dan saling mencucurkan air mata (sebagai tanda kebahagiaaan, bukan kesedihan). Ya'kub memberitahu Laban, pesan Iparnya (Ishaq), bahwa Dia (Ishaq) ingin Laban menikahkan Ya'kub dengan salah satu putrinya, Ya'kubpun setuju tapi dengan syarat, dia harus bekerja di perusahaan peternakan miliknya selama 7 tahun, baru bisa menikahi putrinya, syarat inipun diterima oleh Ya'kub.

Saat Ya'kub sedang bekerja di Faddam 'Aram, Dinasti Mesir ke–XII mengalami kedukaan karena tepat ketika mereka tengah berada dipuncak kejayaannya, Fir'aun mereka Amenemhat III meninggal dunia, hal ini menyebabkan kekosongan kepemimpin dalam pemerintahan. Karena tidak adanya calon yang mampu menggantikan Amenemhat III, terjadilah gejolak perebutan kekuasaan. Dinasti ke–XIII berusaha mengambil alih kekuasaan, tetapi pemimpin – pemimpin mereka lemah, dan masa kekuasaan mereka tergolong sangat singkat, bahkan ada diantara mereka yang hanya berkuasa beberapa hari saja. Terjadilah perpecahan dan perselisihan yang tak dapat dihindari sehingga terjadi ketidakstabilan dalam pemerintahan Dinasti ke–XIII. Melihat ketidakstabilan kondisi yang dialami pemerintahan Mesir pada dinasti ke–XIII tersebut, benar – benar menjadi suatu celah kosong yang langsung dimanfaatkan oleh Kaum Emigran yang berasal dari Asia (tanah kan'aan) tersebut. Saat itu Mesir berada dalam perebutan kekuasaan oleh para pemegang hak dalam Dinasti sehingga masing – masing dari mereka saling berkompetisi untuk bisa menduduki singgasana Raja. Dalam keadaan seperti inilah Kaum Pendatang itupun menyerbu Mesir dan berhasil menaklukannya tanpa adanya pertempuran. Meskipun begitu, mereka tidak serta merta langsung mengambil alih kendali pemerintahan. Pemerintahan atau Lembaga Kerajaan di Mesir digantikan oleh Dinasti ke–XIV yang beranggotakan Penduduk Mesir pribumi. Dinasti ke–XIV hanyalah sebagai simbol kekuasaan, sedangkan Kekuasaan yang sebenarnya ada ditangan Kaum Pendatang tersebut, dan bangsa mesir mengenal Kaum Pendatang yang berkuasa di Tanah mereka itu dengan sebutan 'HYKSOS'. Istilah Hyksos, diperkenalkan pertama kali oleh Manetho (Seorang Pendeta dan Ahli Sejarah Mesir). Menurut Manetho “Hyksos” berasal dari dua akar kata yakni “Hyk” yang berarti Gembala, dan “Sos” yang berarti Raja, maka Hyksos memiliki arti Raja Pengembala. Sebutan (nama) yang diperoleh kaum Hyksos adalah karena kaum tersebut berhasil menduduki dan menguasai Mesir tanpa pertempuran meskipun dengan latar belakang pengembala. Hyksos berkuasa untuk mengeluarkan perintah dan kebijakannya dan ia memanfaatkan Raja Mesir sebagai boneka kekuasaannya. Kebijakan–kebijakan yang dikeluarkan oleh raja dari Dinasti XIV seringkali menguntungkan kaum Hyksos, karena memang kaum Hyksoslah yang sebenarnya mengeluarkan kebijakan itu sehingga lama kelamaan kekuasaan kaum Hyksos semakin bertambah kuat. Dengan keadaan yang demikian maka pemerintahan Dinasti ke–XIV semakin lemah, merekapun mengambil alih kekuasaan dan memaksa pemerintah pusat mundur ke Thebes dan pada akhirnya kaum Hyksos menguasai Mesir secara utuh yang berpusat di Memphis. Di Thebes, Fir'aun diperlakukan sebagai vasal dan diminta untuk membayar upeti, Hyksospun meniru gaya pemerintahan Mesir dan menggambarkan diri mereka sebagai Fir'aun, Maka bangsa mesirpun menyatu dengan budaya Zaman Perunggu Pertengahan yang dibawa oleh mereka. Setelah mundur, Fir'aun di Thebes menyadari bahwa mereka telah terperangkap antara Hyksos dan Kerajaan Kush sehingga membuatnya tidak berdaya untuk melakukan sesuatu. Dari Elephantine ke selatan hingga Nubia dan Sudan bagian utara tetap merdeka sebagai kerajaan–kerajaan kecil yang diperintah oleh Penguasa Kush. Berbeda dengan Fir'aun di Thebes yang membayar upeti, Para Raja Kush ini merupakan sekutu Raja–raja Hyksos, yang menurut sebagian pakar sejarah mengatakan bahwa persekutuan mereka berbentuk Konfederasi. Kaum Hyksos kemudian membangun Dinasti ke–XV sebagai bentuk kekuasaan yang baru dan penuh terhadap wilayah Mesir, Penguasa Pertama Hyksos Dinasti ke–XV yang dipilih adalah Salatis. Dalam Sebuah inskripsi Manetho yang tercatat di dalam karya Josephus yaitu Contra Apion menceritakan keadaan kekacauan Mesir pada Dinasti ke–XIII, sebagai berikut : “ Pada masa pemerintahan Tutimaeus, untuk sebab yang tidak kami ketahui, dewa–dewa membuat kami kalah dan kami tidak menduga akan hal itu, ras penakluk dari wilayah Timur menyerbu dan memenangkan tanah kami. Dengan kekuatannya, mereka mudah sekali menguasai kami tanpa berperang dengan kami. Mereka kemudian membakar kota kami dengan kejam, meratakan kuil dewa–dewa kami, memperlakukan semua orang pribumi dengan permusuhan yang kejam, membawa kami ke dalam perbudakan. Akhirnya mereka menunjuk salah satu orang sebagai raja yaitu Salatis. Dia bertahta di Memphis, menagih upeti dari Mesir Hulu dan Mesir Hilir ”. Jadilah Salatis sebagai Pemimpin Pertama yang memerintah Negeri Mesir, yang bukan sebagai Pribumi (Fir'aun), tetapi dikenal sebagai Imigran (Raja).

Penaklukan Mesir menurut Imam Abu Ja'far Ath–Thabary dalam karyanya Tarikh Rasul Wal Muluk Jilid ke–2, menyebutkan bahwa Dahak bin Alwan setelah Menaklukkan Yaman dan Persia, ia kemudian membantu saudara kandungnya Sinan bin Alwan untuk menaklukkan Mesir, dan Sinan bin Alwan mendirikan Dinasti Semit di Mesir. ..Trus Salatis itu siapa ?, kalau ternyata Pendiri Dinasti baru di Mesir bernama Sinan bin Alwan....  Ternyata ada hal yang menarik, Salatis memiliki makna Pemimpin atau Penguasa di dalam bahasa Arab, hal ini berarti mengindikasikan bahwa Penakluk Mesir tersebut berasal dari Kaum Semitik (keturunan Sam bin Nuh), sedangkan Sinan dalam bahasa arab kuno dan aramaik berarti Mata Tombak atau suatu istilah untuk seseorang yang menjadi tumpuan atau pemimpin. Jadi bisa disimpulkan Salatis adalah Sinan bin alwan, dengan kata lain mereka adalah orang yang sama. Didalam kitab Murudz Dzahab atau dalam Versi Inggrisnya “ Meadows of Gold and Mines of Gems ”, Al–Masudi bercerita bahwa setelah Zaman Raja Tutis berkuasa, maka berkuasalah penggantinya yang bernama Kharoba atau Jariak. Kemudian pada Zaman dia atau putranya, Kaum Pendatang inipun melakukan invasi terhadap Dinasti Mesir dibawah pimpinan Sinan bin Alwan (Salatis), yang sebenarnya masih keturunan Imliq bin Lud. Pada Masa Pemerintahan Salatis, Hyksos berhasil mendirikan sebuah kota di Mesir Hilir (selatan), yang akan menjadi pusat pemerintahannya, Kota itu bernama Avaris. Kaum Hyksos dalam menjalankan pemerintahan sering mendapatkan kecaman dari rakyatnya sendiri, mereka seringkali sewenang–wenang dalam menjalankan pemerintahan terlebih pada saat awal berkuasa. Orang Mesir sama sekali tidak memperlihatkan rasa nyaman ketika kekuasaan diambil alih oleh Hyksos. Ketika Hyksos datang menyerbu Mesir, mereka membakar kota – kota , menghancurkan kuil – kuil, dan menawan para wanita serta anak–anak untuk dijadikan budak. Peristiwa tersebut masih mengakar kuat pada ingatan orang Mesir sehingga mereka menyimpan kebencian yang sangat mendalam terhadap kaum Hyksos. Rasa ketidaknyaman rakyat Mesir terutama orang Mesir pribumi terhadap pemerintahan Dinasty ke–XV ini, akhirnya mendapat tanggapan dari penguasa. Kaum Hyksos mulai beradaptasi dengan budaya dan tradisi Mesir. Secara tidak langsung, mereka ingin melakukan pendekatan kepada orang–orang Mesir. Kaum Hyksos bahkan melakukan penyesuaian dalam urusan agamanya, mereka mulai menganut agama Mesir dengan sedikit modifikasi. Kaum Hyksos menyembah dewa Seth yang merupakan dewa hasil akulturasi kaum Hyksos dengan Mesir. Dewa Seth dianggap sebagai dewa gurun yang memiliki ciri berupa tubuh manusia dengan kepala burung dan bertanduk. Bukan hanya itu, kaum Hyksos membangun kembali kuil–kuil dan bangunan–bangunan yang pernah dihancurkan ketika mereka menyerbu Mesir.    

Di Babilonia, Ketika 6 Tahun berlalu (menurut sejarah), Ya'kub yang masih bekerja, tiba – tiba Kabar duka terdengar dari Jazirah Arab, yakni Ismail, Paman Ya'kub dari Ayahnya (Ishaq), Meninggal dunia di usianya yang ke–137 tahun, Sebagai keponakan, Ya'kub tidak sempat datang untuk menguburkan jenasah pamannya itu karena Jarak yang jauh. 1 tahunpun berlalu setelah kematian Pamannya Ismail, Ya'kubpun menagih janji pamannya Laban, untuk dinikahkan pada salah satu putrinya. Labanpun menawarkan Ya'kub untuk menikah dengan putrinya, Kakak dari gadis cantik yang ditemui sebelumnya., tapi Ya'kub ingin menikahi adiknya bukan dengan kakaknya. tapi karena tradisi di Babilonia, (khusus perempuan) kakaknya harus dinikahkan lebih dulu dari adiknya, (Waduh bagaimana nih Ya'kub sukanya sama ade'nya, kok kakaknya yang di kasih). Karena, tidak ingin mengecewakan hati Yakub, Labanpun memberi tawaran, jika ingin mendapatkan adiknya, dia harus bekerja lagi sebagai anak buahnya selama 7 tahun lagi.... (?? 14 tahun dong totalnya), Ya'kubpun menerima syarat yang sama lagi, lalu menikahlah Ya'kub dengan Kakaknya gadis itu, dan menjadi karyawan lagi selama 7 tahun. Setelah melewati kembali masa – masa selama 7 tahun, Ya'kubpun kembali menagih janji, untuk menikahi Adik Iparnya (saat itu menikahi ipar masih dibolehkan), Akhirnya Laban menerima janji itu, dan dinikahkanlah Ya'kub dengan gadis yang sangat dipuja – pujanya itu. Ya'kubpun mempunyai 2 istri yang bersaudara kandung. Ketika Ya'kub menetap di Faddam A'ram bersama keluarganya, Negeri Babilonia dipimpin oleh seorang Raja Terbesar dan Terkenal Babilonia Kuno, dialah Hammurabi. Menurut Alkitab Bibel Bab Kejadian 14:1, Nama Hammurabi berasal dari bahasa Akkadia, dari kata Ammu "Saudara Laki–laki pihak Ayah", dan Rāpi " Seorang Penyembuh"); adalah Raja Ke–6 dari Dinasti Babilonia pertama (memerintah antara 1792 – 1750 SM), ayahnya adalah Sin–Mubalit (Raja Babilonia sebelumnya) dan ia (Hammurabi) mungkin juga adalah Amraphel, Raja dari Sinoar . Dia adalah Seorang penguasa yang sangat terkenal dan dihormati karena jasanya menciptakan "Keteraturan dan kebenaran di negeri itu". Ia adalah pembuat  " Kitab Undang – Undang Tertulis " yang pertama kali di dunia, Serangkaian Hukum–hukum yang mengatur semua aspek kehidupan untuk kekaisaran Babylonia. Hukum itu mencakup mulai dari Perkara–perkara sipil, kriminal dan perniagaan. Selama pemerintahanya Raja Hammurabi membawa Babylon menjadi negara yang menonjol di Mesopotamia dan hal itu berlangsung lebih dari seribu tahun. Dalam penyerbuan yang dilakukannya keberbagai negeri – negeri, Hammurabi memimpin Pasukannya menyerang Akkadia, Elam, Larsa, Mari dan Summeria, sehingga menjadikan Kekaisaran Babilonia hampir sama besar dengan Kerajaan Mesir kuno di bawah Firaun Menes, yang menyatukan Mesir lebih dari seribu tahun sebelumnya. Bersamaan dengan itu dia juga mendirikan suatu pemerintahan yang terpusat dan membentuk suatu pasukan tentara yang tetap. berkuasa atas wilayah yang luasnya 80 mil (kurang lebih 130 km) dengan lebar 20 mil (kurang lebih 32 km) yang dikelilingi oleh negara–negara yang jauh lebih besar dan jauh lebih kuat. Setelah 7 tahun memperkuat kekuatan dari dalam akhirnya ia berpetualang memperluas batas–batas daerah kekuasaanya. Akhirnya Kerajaanya membentang dari Teluk persia sampai kebagian wilayah Assyria. Hammurabi selain merupakan seorang Raja, Dia adalah juga seorang Pemimpin Agama masyarakat Babilonia. Dengan demikian, Piagam Hammurabi merupakan suatu aturan resmi yang dijalankan oleh masyarakat dan pemerintahan Babilonia. Diperkirakan bahwa dahulu hukum–hukum yang diterbitkan dibuat menjadi piagam (dalam bentuk prasasti) dan diperlihatkan kepada khalayak ramai untuk memperoleh persetujuan. Jadi hukum–hukum bukan dibuat oleh pemerintah semata–mata agar sesuai dengan pendapatnya sendiri. Dalam pengertian ini, Piagam Hammurabi dapat dianggap sebagai pendahulu dari sistem hukum resmi seperti yang saat ini berlaku pada masyarakat modern. Pada tahun–tahun terakhir pemerintahanya ia adalah orang yang sering sakit–sakitan dan akhirnya wafat sekitar tahun 1750 SM dan kekaisaranya dilajutkan oleh putranya Samsuiluna.

Setelah Yakub memperistri 2 orang saudara kandung, Mertuanya Laban memberikan seorang budak perempuan kepada masing – masing putrinya, Untuk yang kakak, ia diberi budak bernama Zulfa, sedangkan yang adik diberi budak bernama Balhah. Dari 2 orang Istri dan 2 Budak inilah, memberikan 12 orang anak – anak untuk Ya'kub, dan dari Perempuan yang paling dicintai oleh Ya'kub melahirkan Yusuf dan Bunyamin. Yusuf adalah salah satu dari orang Pilihan Tuhan yang akan menjadi utusan–Nya selanjutnya. Setelah berlalu beberapa masa, Tuhanpun menobatkan Ya'kub sebagai Utusan–Nya dan memerintahkannya untuk kembali ke Tanah Kan'aan (palestina) supaya menyebarkan risalah Tuhan–Nya kepada Kaum Hat dan Hurrian serta Pribumi lain di Tanah Kelahirannya. Dalam literatur Islam, Kisah Ya'kub tidak diceritakan secara sendiri, tetapi namanya ada disebutkan (dalam Al–Qur'an) ketika dihubungkan dengan Ibrahim, Yusuf, dan yang lainnya, sumber kisah diatas diambil dari kitab – kitab tafsir dan buku – buku sejarah. Perjalanan kisah selanjutnya dari Ya'kub akan diceritakan dari Kitab Perjanjian Lama, Pada bab Kejadian yang diambil dari kisah Esau (Ish)

Dalam perjalanan Pulang Ya'kub dari Faddam A'ram menuju ke Tanah kan'aan, Ya'kub memerintahkan Para Utusannya untuk mencari (menemui) Kakaknya, Ish bin Ishaq. Kabarnya Ish berada disuatu daerah yang disebut Tanah Seir. Seir adalah nama lama untuk sebuah daerah yang disebut Edom (menurut Ensiklopedia Al–Kitab masa kini) . Tanah dan Penghuni dari Edom ini ditemukan di bagian tenggara dan selatan dari Laut Mati (menurut Ensiklopedia of The Bible), Wilayah Edom ini juga bertetangga dengan Israil di bagian timur dan selatan  (menurut The Interprete's Dictionary Of The bible). Setelah Utusan Ya'kub menemui Ish, dia memberi pesan yang disampaikan oleh adiknya, bahwa Selama kepergiannya dari Tanah Kan'aan, dia tinggal di Rumah Laban, mempunyai banyak hewan ternak dan budak laki – laki dan perempuan. Setelah Utusan itu menyampaikan pesan dari Ya'kub, Ish menyuruh utusan itu kembali. Setelah pesuruh itu kembali, meraka langsung menghadap Ya'kub, mereka mengatakan bahwa kami sudah menemui kakakmu (ish), dan dia sedang dalam perjalanan kemari membawa 400 orang. Mendengar hal tersebut, Ya'kub langsung ketakutan dan panik, maka Orang – orangnya dibagi menjadi 2 kelompok dan dia membagi – bagi hewan ternaknya pada tiap – tiap kelompok tersebut, dia juga berdo'a kepada Tuhan agar dilindungi dari Kemarahan kakaknya yang masih Sakit hati karena kejadian di masa lalu. Selain itu, Dia juga menyiapkan ratusan hewan ternak yang disiapkan untuk kakaknya, kiranya dapat meluluhkan hatinya yang dipenuhi kebencian. Di malam hari, Yakub bangun membawa kedua istri dan kedua budak istrinya serta anak – anaknya untuk menyebrang meninggalkan daerah tersebut, sehingga tinggallah Ya'kub dan Seseorang yang bertarung dengannya sampai terbit fajar. Ketika Orang itu tidak sanggup mengalahkan ya'kub, diapun menyerang pangkal paha Ya'kub sampai membuatnya pincang. Ketika Matahari mulai bersinar, dilihatnyalah Kakaknya Ish beserta Rombongannya, tetapi jarak Istrinya, budaknya dan anak – anaknya belumlah jauh, melihat hal itu, Ya'kubpun terpaksa membawa mereka kembali untuk menghadap kepada Ish, dalam perjalanan hampir bertemu kembali dengan saudaranya itu, Ya'kub berdiri di depan dan dibelakangnya Istri, bidak, dan anak – anaknya. Ya'kubpun sujud hormat (bukan sujud penghambaan) depan Ish, tetapi dengan cepat Ish mengambil Ya'kub, lalu memegangnya, dipeluknya dan diciumnya diri Adiknya itu sambil mencucurkan air mata bersama – sama (kembali lagi menyisakan kisah haru... wah ternyata Ish kangen juga kayaknya sama saudara kembarnya alias merasa bersalah). Ketika Ish memandang dibelakang Ya'kub, dia bertanya " Siapakah mereka dibelakangmu yang bersamamu ? ", Ya'kub menjawab " Mereka adalah Istri, Budak dan Anak – anak yang dikaruniakan Tuhan untukku ". Lalu diperkenalkanlah Ish oleh Ya'kub, Iparnya beserta keponakan – keponakannya. Setelah melampiaskan kerinduan dengan berbincang – bincang, akhirnya Ish dan Ya'kub bersama, pulang kerumah menemui Ayah mereka, Ishaq. Berkumpullah mereka semua bersama di tanah kan'aan sebagai keluarga yang diberkahi, ini adalah moment yang penting bagi Ya'kub dan Keluarga, betapa besar kerinduan Ishaq dan Ya'kub ketika mereka dipertemukan kembali, dan Ishaqpun begitu terkesan ketika Ia melihat cucu2nya dari Ya'kub, Ishaq sangat bangga mempunyai keturunan yang banyak dan ia yakin suatu saat keturunannya akan menjadi orang besar di kemudian hari. Untuk beberapa lama, Istri Ya'kub, Rahil mengandung, dari kandungan itu lahirlah anak bungsu Ya'kub, namanya Bunyamin, Bunyamin adalah satu –satunya Putra Ya'kub yang tidak lahir di negeri Babilonia, namun Diantara kesekian cucu2 Ishaq yang masih kecil – kecil itu, ada satu orang dari cucu2nya, berasal dari Ya'kub, yang membuatnya Ishaq terkesima, dialah Yusuf, kakak bunyamin dari Ibu yang sama.

Dalam literatur Islam, Kisah Yusuf berawal ketika ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud padanya, saat itu Yusuf masih muda, Mimpinya itu diceritakan kepada ayahnya (ya'kub), tetapi dari ayahnya, Yusuf disuruh merahasiakannya dari saudara – saudaranya supaya mereka tidak cemburu mendengarnya. Yusuf adalah anak yang paling disayang dan dimanjakan oleh ayahnya, karena hal itu saudara – saudaranya yang lain merasa cemburu dan iri hati, maka direncanakanlah agenda untuk berbuat jahat kepada Yusuf dengan membuangnya. ketika Kakak2 Yusuf meminta izin kepada ayahnya untuk mengajak Yusuf untuk pergi bersama mereka, dalam perjalanan Yusuf dimasukkan kedalam sumur oleh kakak2nya. Ketika mereka pulang menemui ayahnya, mereka berpura – pura menangis, dan berkata Yusuf dimakan serigala sambil memperlihatkan bajunya plus darah palsu untuk meyakinkan ayahnya Ya'kub. Selama berada didalam sumur, Yusuf tidak menemukan cara untuk bisa keluar. hingga beberapa hari, Ada kafilah dagang yang lewat didekat sumur itu, sedang mencari minuman, ketika ia melihat kedalam sumur, para Kafilah itu kaget karena melihat seorang remaja yang berada didalamnya, maka diambillah Yusuf, dan dibawa oleh mereka, untuk dijual ke Mesir. Para Kafilah itu melakukan pelelangan (melelang Yusuf) didepan khalayak ramai dengan harga yang murah, dan akhirnya yang mampu membelinya dengan penawaran itu adalah Qithfir bin Rawhib, Salah satu Pembesar di Mesir, yang dalam literatur islam, Tuhan memberinya julukan, Imra'atul Aziz (Qithfir adalah Menteri Keuangan di Mesir). Lalu Yusuf dibawa oleh Qithfir menuju kekediamannya, maka diperkenalkanlah dia dengan penghuni disitu, termasuk Istri Qithfir (yang menurut para ahli tafsir bernama Zulaikha). Meskipun Yusuf berstatus sebagai budak (hamba sahaya), tapi oleh keluarga Qithfir, ia diperlakukan selayaknya, seperti kelurga sendiri. Ketenangan dan Kedamaian yang dirasakannya selama tinggal di rumah Qithfir, telah mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan jasmaninya, Yusufpun tumbuh menjadi menjadi seorang pemuda yang matang, dan Tuhan memberinya karunia berupa paras yang sangat tampan, dan Ketampanan Yusuf yang luar biasa tersebut tergambarkan ketika Majikannya Zulaikha menggodanya karena tak sanggup menahan daya pikat wajah yang sungguh tampan itu, tetapi Yusuf menolak Zulaikha sampai akhirnya, Qithfir menggrebek mereka berdua didalam kamar. Perdebatan melalui Pertanyaan dan Jawaban dalam perselisihan antara tiga orang (Yusuf, Qithfir dan Zulaikha), akhirnya membuktikan bahwa Yusflah yang benar. Karena Quthfir takut aibnya di dalam keluarga menjadi buah ejekan diluar sana, diapun meminta Yusuf untuk merahasiakan (menyembunyikan) perkara ini agar tidak sampai kemasyarakat umum. (Tapi sepandai – pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga), Berita tentang perselingkuhan itupun merebak kemana – mana, hingga sampai ditelinga para Istri – istri pembesar yang lain dan menjadi bahan gosipan kesana – kemari. Para Istri – istri Pembesar ini heran, mereka berpikir " Pria macam apa ya, yang membuat Zulaikha takluk hingga menjadikan dirinya bagaikan wanita rendahan di depannya ? ". Sadar akan hal itu, Zulaikhapun mengundang para Istri – Istri Pembesar itu yang sibuk menggosip dalam bentuk perjamuan, masing – masingpun diberi tempat duduk dan buah – buahan diatas meja serta pisau yang tajam untuk memotongnya. Selagi mereka dalam keadaan memotong buah – buahan, maka Zulaikhapun memanggil Yusuf untuk masuk kedalam perjamuan itu, dan ketika Yusuf masuk, mereka para Istri2 itu ternganga dan tak sekelippun mengedipkan mata, karena takjub dan terpesona melihatnay sampai mereka tidak menyadari, bahwa Pisau telah mengiris jari – jari mereka, itu semua karena ketampanan yang luar biasa pada Yusuf.  (ckckck... untung Sodom dan Amora tlah Musnah, kalau belum dan dia tiba – tiba ada disana, dia mungkin bahkan sudah pasti akan menjadi rebutan para Maho – maho disana.. ihih..). Zulaikha mengancam agar Yusuf mau mengikuti kehendaknya, jika tidak maka dia akan dipenjara,  Orang – orang yang berada disekitarnyapunf, menyuruh Yusuf demikian juga untuk mempertimbangkan kembali tawaran dari Majikannya Zaulaikha, maka Dalam stuasi dan kondisi yang seperti ini, Yusufpun berdo'a ' Ya Tuhan, Penjara leih kusukai, daripada menerima ajakan mereka ", dan tidak berselang berapa lama, Tuhan mengabulkan do'anya dan Yusufpun masuk kedalam Penjara. Yusuf dipenjara bersama dengan 2 orang tahanan, di dalam penjara tersebut, Yusuf dikenal mempunyai kejujuran yang tinggi dan menguasai ilmu penafsiran mimpi, ketika sebelumnya ia berhasil menafsirkan nasib kedua tahanan melalui melalui mimpi mereka. Salah seorang tahanan tersebut terbebas dari penjara, Yusuf menitipkan pesan kepada Raja, tentang masalahnya sampai dia dipenjara, tetapi setelah tahanan itu keluar dari penjara dia lupa akan Pesan Yusuf kepadanya. Pada masa – masa saat Yusuf masih didalam dipenjara, Tuhanpun memanggil salah seorang hamba–Nya untuk kembali kesisi–Nya, dialah kakek Yusuf, Ishaq bin Ibrahim. Sayangnya Yusuf, tidak sempat mengikuti penguburan kakeknya bersama saudara – saudaranya yang lain.

Lanjutannya langsung ke sebelah....

Silahkan berkomentar di http://agoessnaruto.forumotions.net/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya?highlight=Siapakah+yang+akan+Membangunkannya.


Terakhir diubah oleh CASRAM AF tanggal 20/12/2013, 4:52 pm, total 2 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
CASRAM AF
Kelas S
Kelas S
avatar


Posting : 698
Join date : 08.09.11
Age : 31
Lokasi : Makassar-Gakure

#11PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ? 18/12/2013, 4:56 pm

DIA YANG TERTIDUR....?
TEMPATNYA MASIH TERPENDAM DI NUSANTARA...... ?
Siapakah yang akan Membangunkannya ?

oleh : CASRAM AF


Lanjutan...

Bag 11

Setelah kematian kakaknya, Isma'il yang lebih dahulu menemui Sang Pencipta, Ishaq menghabiskan sisa hidupnya di Mamre (sekarang Hebron), tempat Ayah dan Ibunya (Ibrahim dan Sarah) menetap sebagai Orang Asing, dan Ishaqpun beserta Istrinya juga hidup sebagai Orang Asing (maka beruntunglah orang – orang yang Asing). Ishaq menghembuskan nafas terakhir pada Usia yang ke 180 tahun, Anaknya (Ish dan Ya'kub) serta cucu2nya (kecuali Yusuf), mengkremasi jenazahnya dan mengurusi penguburannya. Dia dikuburkan dalam Goa di Ladang makphela, Hebron, dekat Ayah dan Ibunya. Tempat kuburan itu awalnya dibeli oleh Ibrahim untuk memakamkan Istrinya, Sarah yang telah meninggalkannya lebih dulu, dan kuburan itupun menjadi tempat kuburan keluarga Ibrahim, selain itu Ribka, Menantu Ibrahim, juga dikuburkan disitu bersama Ishaq. Kepergian salah seorang utusan Tuhan, Ishaq, tidaklah menjadikan risalah Tuhan berhenti sampai disini, karena Pewaris Ishaq selanjutnya adalah Ya'kub, dan Pewaris Ya'kub adalah Yusuf. Karena Syaithan telah membuat Teman Yusuf di Tahanan itu, Yusuf akhirnya harus berlama – lama di dalam penjara, Ini sepertinya adalah Takdir Tuhan yang memang sudah direncanakan kepada Hambanya Yusuf, untuk sebuah hikmah yang lebih baik di Masa Depan. Ketika di dalam Penjara, Yusuf melakukan Seruannya mengajak kepada Kebenaran dalam Dakwahnya. Kedua temannya di Tahanan itu adalah Yang pertama kali mendapat seruan Yusuf, dan berlalunya waktupun Yusuf tidak mungkin berdiam diri saja di dalam Penjara, para narapidana lainpun tentunya akan mendapatkan Ajakan dan Dakwahnya untuk mengikuti Ajaran Kakeknya dan Bapaknya. Hari haripun dilalui oleh Yusuf di dalam Penjara. Pada suatu hari berkumpullah Di Istana Raja Mesir, Para Bangsawan, Para Penasehat Kerajaan dan Para Arif Bijaksana yang sengaja diundang untuk menafsirkan mimpi Raja yang selama ini membuatnya gelisah dan takut. Al–Qur'an dalam Surah Yusuf telah menceritakan tentang Mimpi Raja, Raja berkata di depan mereka semua (Para Hadirin di Istananya), bahwa dia melihat dalam mimpinya melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk – gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus – kurus dan tujuh gandum yang hijau dan tujuah gandum lainnya kering. Bertanyalah Raja kepada mereka Para Hadirin, supaya mereka mau menafsirkan mimpi sang Raja tadi, tapi sentak Para Pemuka – pemuka itu menjawab bahwa Mimpi – mimpi itu adalah Kosong dan mereka tak tahu apa penafsiran dari mimpi itu. Tetapi seorang tahanan yang bebas saat masih bersama Yusuf di penjara, ia kemudian mengingat kembali pada Yusuf lalu memberi tahu Raja bahwa ada salah seorang  tahanan yang mampu menafsirkan mimpi Raja tersebut, jika Raja berkenan agar mengirimnya untuk menemui Orang itu. Rajapun mengijinkannya untuk pergi menemuinya, Setelah bertemu dengannya Ia pun segera bertanya pada Yusuf perihal tafsir mimpi Raja, dan Yusuf mengatakan bahwa " Negara akan menghadapi masa makmur, subur selama tujuh tahun, di mana tumbuh–tumbuhan dan semua tanaman gandum, padi dan sayur mayur akan mengalami masa menuai yang baik yang membawa hasil makanan berlimpah – ruah, kemudian menyusuk musim kemarau selama tujuh tahun berikutnya dimana sungai Nil tidak memberi air yang cukup bagi ladang–ladang yang kering, tumbuh–tumbuhan dan tanaman rusak dimakan hama sedang persediaan bahan makanan, hasil tuaian tahun–tahun subur itu sudah habis dimakan. Akan tetapi, Yusuf melanjutkan keterangannya, setelah mengalami kedua musim tujuh tahun itu akan tibalah tahun basah di mana hujan akan turun dengan lebatnya menyirami tanah–tanah yang kering dan kembali menghijau menghasilkan bahan makanan dan buah–buahan yang lazat yang dpt diperah untuk diminum." Maka jika penafsiranku ini menjadi kenyataan ," Yusufpun selanjutnya berkata,"Agar pemerintah menyimpan baik–baik apa yang telah dihasilkan pada tahun – tahun kesuburan, serta berhemat dalam pemakaian untuk persiapan menghadapi masa kering, supaya rakyat terhindar dari bencana kelaparan dan kesengsaraan. Raja yang mendengar penafsiran Yusuf itu, akhirnya memanggil Yusuf. Raja di masa Yusuf ini bernama Rayyan bin Walid, ia adalah salah satu Raja Hyksos Dinasti ke–XVI yang memerintah Mesir. Raja Rayyan takjub dengan cara penafsiran Yusuf yang begitu tepat, karena memandang Kecerdasan otak Yusuf, pengetahuannya yang luas, kesabarannya , kejujurannya, keramah–tamahannya dan akhlak serta budi pekerti luhurnya, Rajapun menayakan perihal kepada Yusuf kenapa ia bisa sampai masuk kedalam penjara, Yusufpun memberitahukan semua yang dialaminya mulai dari gangguan Zulaikha sampai pada permintaan Qithfir agar ia mengalah dengan cara memasukkannya kedalam penjara agar bisa menjaga nama baik Qithfir dan Keluarga di masyarakat. Rajapun memanggil semua orang – orang yang berkaitan dengan kasus Yusuf, termasuk Qithfir. Yusuf ingin nama dibersihkan dari kesalahan – kesalahan dan di bebaskan dari penjara bukan karena Rasa Kasihan tapi karena memang Dia tidak bersalah atas semua hal yang menimpanya. Setelah Raja mendengar semua keterangan – keterangan dari orang – orang yang terkait, yang mana kebenaran memang milik Yusuf maka Rajapun membebaskan Yusuf dari Penjara, lalu memecat Qithfir sebagai Menteri Keuangan. Akhirnya semua hasil pembicaraan Raja dan mengenai Tidak bersalahnya Yusuf, disebarkan beritanya keseluruh lapisan Masyarakat, maka dengan ini nama baik Yusuf yang pernah tercemar akibat kelakuan Qithfir dan Zulaikha kembali Bersih seperti sebelumnya. Melihat beberapa kelebihan – kelebihan yang dimiliki oleh Yusuf, Raja Rayyan berfikir mungkin akan lebih baik apabila dalam kerajaannya ada seseorang seperti dia karena itu akan jauh lebih bermanfaat dalam pemerintahannya. Dalam pertemuan dengan Raja, Yusuf ditawari agar mau menemaninya sebagai Wakilnya guna mengurusi masalah – masalah negara  dan memimpin Mesir serta mengurusi masalah – masalah yang rumit.  Yusufpun serta merta tidak menolak penawaran dari sang Raja, ia menerima asalkan bukan sebagai wakil sang Raja, tetapi sebagai Bendaharawan Negara yang diberi kekuasaan penuh dalam bidang Keuangan dan  Pengedaran Bahan Makanan. Al–Qur'an dalam Surah Yusuf ayat 54 – 56 mengabadikan Kedudukan Yusuf di Mesir : " Dan Raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap–cakap dengan dia, dia berkata: "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami". Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan." Dan demikianlah Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia–nyiakan pahala orang–orang yang berbuat baik.

Sepertinya Kedudukan Yusuf di Mesir sebagai Pengganti Posisi yang diduduki oleh Qithfir, yaitu Menteri Keuangan. Dalam literatur Islam kedudukan Yusuf ini dikenal sebagai Khazainaul Ardh (Bendaharawan Negara). Ini membuat Yusuf bisa bepergian antara satu tempat ketempat yang lain di Mesir, dan Yusuf menganggap Posisi ini merupakan Kunci dari kesejahteraan Rakyat dan kestabilan Negara. Setelah Yusuf dilantik oleh Raja Rayyan sebagai Bendahara Negara, dengan kebijaksanaannya Yusufpun langsung memulai tugasnya mengadakan kunjungan – kunjungan ke daerah – daerah yang masuk kedalam kekuasaan Mesir serta untuk mengenal lebih dekat dengan Rakyat Jelata, sehingga segala rancangan dan peraturan yang diprogramkan Yusuf dikemudian langsung sesuai dengan kebutuhan dan iklim pada setiap daerah. Awal tahun – tahun pertama Yusuf menjalankan Pemerintahan di Mesir, rakyat merasa hidup tenteram, aman dan sejahtera. Semua kebutuhan rakyat mesir di masa itu tercukupi dan mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Mimpi yang dialami Raja Rayyan di kala itu juga tidak akan dilupakan oleh Yusuf mengenai Peringatan akan datangnya masa – masa sulit selama 7 tahun, maka untuk menghadapi masa – masa yang akan datang itu, Yusuf telah mempersiapkan tempat – tempat yang akan menjadi bahan logistik dan makanan cadangan di masa mendatang. Semua Pengaturan Yusuf yang bijaksana, akhirnya membuahkan hasil, tepat tujuh tahun telah berlalu dari masa – masa subur, datanglah tujuh tahun masa – masa sulit, Rakyat Mesir tidak sampai mengalami krisis makanan dan kelaparan. Persediaan logistik yang dikumpulkan oleh Yusuf di masa tujuh tahun sebelumnya dapat mencukupi keperluan dan kebutuhan Rakyat. Bahkan Masyarakat Mesir mampu menolong sampai ke pelosok dan pinggir kawasan Mesir yang mengalami kekurangan Sandang Pangan. Mereka datang ke Mesir untuk mengharapkan bantuan dari Yusuf untuk bisa membeli keperluan dan kebutuhan hidup mereka.Bersama masa – masa yang penuh dengan kesusahan tersebut, datanglah para pendatang yang ingin berbelanja di Mesir dan terdapat Rombongan orang – orang dari filistin, dan termasuk diantara mereka adalah Saudara – saudara Yusuf.

Pertemuan mereka sampai berkumpulnya kembali keluarga mereka, telah diabadikan melalui firman Allah SWT di dalam Al–Qur'an surah Yusuf ayat 58 – 101.

[58] Dan saudara–saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat) nya. Maka Yusuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya. [59] Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik–baik penerima tamu? [60] Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat sukatan lagi dari padaku dan jangan kamu mendekatiku". [61] Mereka berkata: "Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (kemari) dan sesungguhnya kami benar – benar akan melaksanakannya". [62] Yusuf berkata kepada bujang – bujangnya : "Masukkanlah barang–barang (penukar kepunyaan mereka) ke dalam karung – karung mereka, supaya mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarganya,  mudah – mudahan mereka kembali lagi". [63] Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka (Yakub) mereka berkata: "Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama–sama kami supaya kami mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami  benar – benar akan menjaganya". [64] Berkata Yakub: "Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?". Maka Allah adalah sebaik–baik Penjaga dan  Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. [65] Tatkala mereka membuka  barang–barangnya, mereka menemukan kembali barang–barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata : " Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan. Ini barang – barang kita, dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi Raja Mesir)". [66] Yakub berkata: "Aku sekali–kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama–sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh". Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Yakub berkata: "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)". [67] Dan Yakub berkata: "Hai anak–anakku janganlah kamu (bersama–sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu–pintu gerbang yang berlain–lain; namun demikian aku  tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun daripada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada–Nya–lah aku bertawakal dan hendaklah kepada–Nya saja orang–orang yang bertawakal berserah diri". [68] Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikit pun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu  keinginan pada diri Yakub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. [69] Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata: "Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berdukacita terhadap apa yang telah mereka kerjakan". [70] Maka tatkala telah disiapkan untuk mereka bahan makanan mereka,  Yusuf memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan: "Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang – orang yang mencuri". [71] Mereka menjawab, sambil menghadap kepada penyeru– penyeru itu: "Barang apakah yang hilang dari kamu?" [72] Penyeru–penyeru itu berkata:  "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya". [73] Saudara– saudara Yusuf menjawab: "Demi Allah sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri". [74] Mereka berkata: "Tetapi apa balasannya jika kamu benar – benar pendusta?" [75] Mereka menjawab: "Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya) Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang–orang yang zalim." [76] Maka mulailah Yusuf  (memeriksa) karung – karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri,  kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang–undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki: dan di atas tiap–tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui. [77] Mereka berkata : "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu". Maka Yusuf menyembunyikan  kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): "Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat–sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu". [78] Mereka berkata : "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk orang–orang yang berbuat baik". [79] Berkata Yusuf : "Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar–benarlah kami orang–orang yang zalim". [80] Maka tatkala mereka berputus asa daripada (putusan) Yusuf mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik–bisik. Berkatalah yang tertua di antara mereka : "Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia–nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik–baiknya". [81] Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri; dan kami hanya menyaksikan  apa yang kami ketahui, dan sekali–kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang gaib. [82] Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang–orang yang benar".[83] Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).  Mudah – mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". [84] Dan Yakub berpaling dari mereka (anak–anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak–anaknya). [85] Mereka berkata: "Demi Allah, senantiasa kamu mengingat Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang–orang yang binasa". [86] Yakub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada  mengetahuinya." [87] Hai anak–anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". [88] Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: "Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang–barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang–orang yang  bersedekah." [89] Yusuf berkata: "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?". [90] Mereka berkata: "Apakah kamu ini benar–benar Yusuf?" Yusuf menjawab: "Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia–Nya kepada kami". Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia–nyiakan pahala orang–orang yang berbuat baik".[91] Mereka berkata: "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas  kami, dan sesungguhnya kami adalah orang–orang yang bersalah (berdosa)". [92] Dia (Yusuf) berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah–mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." [93] Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku". [94] Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka:  "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)". [95] Keluarganya berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu". [96] Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Yakub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Yakub: "Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya". [97] Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa–dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang–orang yang bersalah (berdosa)". [98] Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".[99] Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf : Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman". [100] Dan ia menaikkan kedua ibu–bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah takbir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu  dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara – saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [101] Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian takbir mimpi.  (Ya Tuhan). Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang–orang yang saleh.

Itulah pertemuan diantara keluarga mereka di Mesir. Tinggallah mereka di Mesir semuanya serta Ya'kub. Ya'kub dan Anak – anaknya merupakan 2 dari 16 keluarga di Mesir yang menduduki posisi – posisi yang tinggi dalam lingkungan Kerajaan Hyksos dan mereka bukanlah Pribumi di Masa itu. Menurut garis waktu dalam Kitab Perjanjian Lama Bab Kejadian ayat 46, Ya'kub pindah ke Mesir ketika berumur 130 tahun, lalu 17 tahun kemudiannya Ya'kub wafat di Mesir, dan dimakamkan bersama Ayah dan Kakeknya di Hebron, pada masa sekitar 50 tahun, Yusufpun wafat. Selanjutnya Anak – anak Keturunan Ya'kubpun mulai berkembang dari menjadi sebuah komunitas yang cukup banyak sehingga disana mereka dikenal sebagai Bani Israil (Israil, nama lain Ya'kub). Bani Israil adalah sebutan yang paling lazim untuk mereka, dan mereka sangat loyal dengan Kekuasaan Kaum Hyksos. Bani Israil saat itu hidup dalam kemewahan dan mereka bebas dalam bekerja serta melakukan Ibadah mereka disana. Hiduplah mereka disana dalam ketenangan dan kedamaian. Ibrahim mempunyai Istri yang bernama Qanthura binti Yaqthan al–Kan'aniyah, dari Rahim wanita ini, lahirlah anak – anak yang bernama Madyan, Zamran, Saraj, Yaqsyan, Nusyuq dan yang keenam belum sempat diberi nama (ini pendapat Abu Al-Qasim As-Suhailiy dalam karyanya Kitab At-Ta'rif Wa Al-I'lam). Dari anak yang bernama Madyan ini, menurunkan generasi mereka yang disebut Kaum Madyan. Kaum Madyan adalah segolongan bangsa Arab yang tinggal di sebuah daerah bernama "Ma'an" dipinggir negeri Syam atau yang tinggal di pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai. Kaum Madyan terkenal dengan perbuatan buruknya yang tidak jujur dalam timbangan dan ukuran juga dikenal sebagai kaum kafir yang tidak mengenal Tuhan dan Sudah jauh dari ajaran – ajaran leluhurnya Ibrahim. Mereka menyembah Aikah, yaitu sebidang tanah gurun yang ditumbuhi pepohonan. Dari Kaum inilah lahirlah seseorang yang bernama Syu'aib, dia sederajat dengan Yusuf dari sisi Nasab karena sama – sama Cicit Ibrahim. Syu'aib adalah Salah satu Utusan Tuhan yang Istimewa yang merupakan salah satu Bangsa Arab, dia tinggal disebelah Timur Gunung Sinai. Masa – masa pertumbuhan Syu'aib menuju kematangannya adalah Masa – masa dimana Dinasti Hyksos di Mesir sedang menuju kebabak Akhirnya.

Dalam Catatan Sejarah, Invasi bangsa Hyksos ke Mesir tercatat sebanyak dua periode. Periode pertama adalah invasi Salatis atau Sinan bin Alwan yang kemudian bersama keturunannya tercatat sebagai Raja Mesir Dinasti ke–XV. Invasi kedua bangsa Hyksos yang juga masih merupakan keturunan dari Imliq bin Lud adalah pertengahan atau akhir daripada Dinasti Mesir ke–XV, Dan Raja Pertamanya adalah Saites atau Al Masudi menyebutnya dengan nama Walid bin Duma yang merupakan ayah dari raja Rayyan (atau di Mesirnya dikenal dengan nama Khian). Dinasti Hyksos ini tercatat sebagai Dinasti ke–XVI.  Pada zaman pertengahan atau akhir kekuasaan Dinasti Hyksos ke–XVI, maka penduduk Pribumi Mesir di Thebes yang dikenal dengan Dinasti ke–XVII mulai menguatkan dirinya dan ingin mengusir Dinasti Hyksos dari Mesir. Setelah kematian Yusuf sepertinya usaha yang dilakukan kembali oleh kaum Hyksos untuk merubah citra mereka dihadapan orang Mesir tampaknya tidak diterima begitu saja. Orang Mesir masih menyimpan kebencian begitu dalam sejak mereka diperlakukan secara kejam dan sewenang–wenang. Raja Dinasti ke–XVI Hyksos di Mesir adalah Apopis II. Setelah hampir 100 tahun mengalami masa stagnansi, sekitar tahun 1555 SM, Fir'aun Seqenenre Tao (Alispraghmutosis) di Thebes telah mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk melawan Hyksos dalam konflik selama 30 tahun. Seqenenre adalah Pangeran kedua yang terlahir dari Dinasti Mesir ke–XVII tidak mau lagi membayar Upeti kepada Hyksos, Diapun mulai melakukan perlawanan terhadap Bangsa Hyksos, Raja Apopis II. Tapi Seqenenre belum berhasil mengalahkannya, ini terbukti dari bekas luka pada beberapa tempat di kepala Mumi Seqenenre. Putra Sulung Seqenenre yaitu Kamose (Thumosis bin Alispraghmutosis) sebagai Raja Terakhir Dinasti Pribumi ke–XVII, melakukan perlawanan kembali kepada Raja Apopis II, Apa yang dapat dicapai oleh Kamose sudah mampu menekan dan mengusir Bangsa Hyksos dari Memphis, sehingga Hyksos hanya berkuasa di Avaris (Daerah Delta Sungai Nil). Perjuangan Kamose, dilanjutkan kembali oleh adiknya Ahmose, sebagai Pangeran Terakhir Dinasti Mesir ke–XVII, akhirnya dibawah komandonya, Bangsa Mesir mengibarkan panji revolusi kemerdekaan. Revolusi kemerdekaan tersebut berhasil membawa bangsa Mesir berhasil mengepung kota Avaris yang merupakan ibu kota pemerintahan Hyksos, pada penyerangan–penyerangan selanjutnya. Ahmosepun berhasil merebut Ibukota Avaris setelah melakukan Pengepungan yang lama, Dengan demikian, kekuasaan kembali ke tangan Bangsa Mesir. Kaum Hyksos yang masih tersisa melarikan diri kembali ke Tanah Kan'aan. Upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Kaum Hyksos dengan cara melarikan diri kekampungnya rupanya sia-sia saja. Ahmose mengepung mereka selama lima tahun sampai kesudut terdalam Tanah Kan'aan. Pada akhirnya, Kaum Hyksos berhasil dimusnahkan dan Bangsa Mesir mendirikan dinasti baru yakni Dinasti ke–XVIII (1570 SM) dengan Ahmose sebagai Fir'aun Pertamanya Pada masa ini pula dimulailah periode “Kerajaan Mesir Baru” dalam Sejarah Mesir Kuno yang beribukota di Memphis. Selanjutnya, pada periode Kerajaan Baru, kekuatan militer menjadi prioritas utama Fir'aun agar dapat memperluas perbatasan Mesir dan menancapkan kekuasaannya atas wilayah Timur Dekat

Bagi Bangsa Mesir, masa kekuasaan Kaum Hyksos adalah sebuah kecelakaan sejarah. Sungguh Ironi, jika Bangsa mesir yang kuat serta memiliki pengetahuan dan kebudayaan yang tinggi, dapat ditaklukan oleh kaum Hyksos yang merupakan pendatang di wilayah kekuasaan Mereka. Oleh karena hal itu, bangsa Mesir sendiri berupaya untuk menghilangkan jejak sejarah kaum Hyksos, dengan mengusirnya yaitu memulangkan kembali mereka kekampung halamannya di tanah kan'aan dan kemudian memusnahkannya. Akan tetapi, bukti bahwa kaum Hyksos pernah berkuasa di Mesir tidak hilang tapi masih dapat dibuktikan dengan ditemukannya sebuah dokumen dalam bentuk tulisan hieroglif. Keberadaan Hyksos mendapatkan legitimasi dalam Dokumen Hieroglif yang tertera dalam Daftar Penguasa Mesir di Turin. Dalam dokumen tersebut menyebutkan bahwa pernah Dinasti Mesir Kuno pernah ada pemimpin yang tidak bergelar Fir’aun (Per–Ah, Phar–Aoh) melainkan di kenal sebagai Raja. Pada mulanya memang tidak diketahui adanya kekuasaan Hyksos di Mesir, dokumen hieroglif  hanya sebatas pajangan saja. Akan tetapi pada akhirnya kekuasaan Hyksos di Mesir dapat dibuktikan setelah ditemukannya metode dalam membaca dan mengartikan tulisan hieroglif. Hieroglif baru dapat dibaca sejak tahun 1824, atas jasa Jean Francois Champollion (1780 – 1832 M). Kaum Hyksos dianggap berasal dari Ras Rendah oleh Bangsa Mesir, rupanya mempunyai kebudayaan yang lebih tinggi daripada bangsa Mesir pada aspek–aspek tertentu. Secara langsung ataupun tidak langsung keberadaan kaum Hyksos di Mesir membawa keuntungan bagi bangsa Mesir. Hyksos lebih cerdik dalam strategi peperangan, mereka telah mengenal kuda untuk menarik kereta perang sebelum bangsa Mesir mengenalnya, kaum Hyksos sudah mengenakan zirah (baju besi) saat peperangan sebelum Bangsa Mesir memakainya. Pengetahuan kaum Hyksos tentang teknologi yang masih terasa asing bagi Bangsa Mesir tersebut membuat bangsa Mesir tertunduk lesu dan kemudian menyerah. Pengetahuan baru yang dibawa kaum Hyksos tersebut kemudian dimanfaatkan oleh bangsa Mesir. Selain peralatan dan teknologi perang yang cukup canggih pada saat itu, Hyksospun mulai mengenalkan peralatan untuk kebutuhan sehari–hari, seperti: tembikar, linen (tekstil), perunggu kepada rakyat Mesir. Peninggalan Hyksos tersebut bermanfaat hingga saat ini walaupun sekarang dibuat dengan kemasan atau bentuk yang lebih modern.

Seiring dengan permulaan Kerajaan Baru Dinasti Mesir dimana Ahmose dilantik menjadi Penguasa baru setelah berhasil mengusir Hyksos dari negerinya, diwaktu yang hampir bersamaan itu diutuslah Syu'aib oleh Tuhan untuk menyerukan kebenaran kepada Kaumnya, Kaum Madyan. Jadi saat Ahmose tengah menikmati kedudukannya sebagai Raja Mesir yang baru diatas singgasananya itu, di daerah sebelah sana Syu'aib sedang sibuk menasehati dan memperingatkan kaumnya untuk kembali pada ajaran – ajaran Tuhan. Tidak berbeda dengan para pendahulunya, Syu'aib juga banyak mendapatkan pertentangan dari kaumnya, berupa ejekan, hinaan, dan caci–makian. Syu'aib telah mengikuti langkah dan cara – cara yang murni sesuai dengan metode yang diwariskan oleh leluhurnya Nuh dan Ibrahim. Kebenaran sepenuhnya adalah milik Syu'aib karena dia adalah utusan Tuhan, risalah yang diembannya sungguh sangat berat ketika itu. Namun, Syu'aib tetap sabar dan lapang dada menerima cobaan tersebut. Ia tidak pernah membalas ejekan mereka dan tetap menyeru pada kebenaran yang diyakininya. Bahkan, seruannya semakin menggugah hati dan akal. Dalam menasihati dan mengingatkan kadang – kadang ia memberitahukan bahwa dia sebenarnya sedarah dengan mereka. Hal ini memiliki tujuan agar kaumnya mau menuju jalan kebenaran. Karena itulah Tuhan memilihnya sebagai utusan-Nya. Syu'aib yang saat itu memiliki beberapa pengikut, mulai mendapat ejekan kasar dari kaum lain. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai penyihir dan pesulap ulung. Akhirnya Syu'aib mengerti bahwa kaumnya telah ditutup hatinya. Ia berdoa kepada Tuhan–Nya agar diturunkan azab pada kaum Madyan. Tuhanpun mengabulkan doa Syu'aib dan menimpakan azab melalui beberapa fase. Fase pertama dari Hukuman Tuhan melalui Hawa Udara yang panas, yang mampu mengeringkan tenggorokan karena kehausan, dan haus ini tidak dapat dihilangkan dengan meminum air sebanyak apapun. Akibatnya kulit mereka terbakar karena panasnya yang tidak dapat disembuhkan walaupun dengan berteduh dibawah atap rumah atau pohon–pohon. Fase kedua adalah ketika siang hari datang, panasnya matahari semakin menambah siksa karena kesejukan udaranya bertambah berkali – kali lipat, lalu merekapun kebingungan dan berlari kesana kemari diatas jalanan seperti potongan – potongan daging yang akan segera matang diatas pemanggang. Fase Ketiga datanglah gumpalan awan hitam yang tebal mereka sangat bahagia melihat awan itu sekiranya ada harapan untuk keselamatan mereka, berbondong – bondonglah mereka berteduh tepat dibawah awan hitam itu yang terlihat sangat menyegarkan perasaan, saat mereka telah berkumpul semua dibawah awan hitam itu sungguh nyaman perasaan mereka lalu tiba – tiba keluarlah semburan api membara dari Awan hitam itu diiringi dengan suara gemuruh dan petir yang langsung menyambar tepat sejurus dibawah Awan hitam itu, fase terakhirnya adalah Munculnya gempa yang berasal dari bawah bumi dan sekonyong – konyong jatuhlah mereka semua serta tertimbun antara satu dan yang lain diantara mereka, serta merta Matilah mereka semua. Syu'aib beserta Pengikutnya telah selamat, setelah sebelumnya diberikan peringatan oleh Tuhannya terlebih dahulu. Azab dari Tuhan itu telah membuat kota dan kehidupan didalamnya menghilang, seakan – akan tidak pernah ada satupun kehidupan yang berasal dari daerah tersebut sebelum itu. Melihat itu Syu'aib merasa sedih, lalu berkata kepada para pengikutnya yang telah selamat bersamanya : "Aku telah sampaikan kepada mereka risalah Allah, menasihati dan mengajak mereka agar meninggalkan perbuatan–perbuatan mungkar serta persembahan bathil mereka dan aku telah memperingatkan mereka akan datangnya siksaan Allah bila mereka tetap bersikeras, menutup telinga mereka terhadap suara kebenaran ajaran–ajaran Allah yang aku bawa, namun mereka tidak menghiraukan nasihatku dan tidak mempercayai peringatanku. maka tidak sepantasnyalah aku bersedih hati atas terjadinya bencana yang telah membinasakan mereka itu ". Kembalilah mereka (Syu'aib dan Pengikutnya) di Negeri Madyan dan mereka mulai membangun kembali kota serta melanjutkan kehidupan yang baru dengan Aturan – aturan dari Tuhan semesta Alam.  

Tidak seperti Kaum Madyan yang mengalami Nasib yang sangat Pedih karena kedurhakaannya kepada Yang kuasa, Di Mesir, Kerajaan Baru Dinasti ke–XVIII yang masih seumur jagung, kini mulai berbenah diri. Luka lama yang membekas karena kekejaman Dinasti Hyksos, memberikan pengaruh yang sangat besar bagi Keluarga Fir'aun dan Rakyat Mesir. Ketika Fir'aun kedua mesir berkuasa, Amenhotep I (dalam sejarah) Dia adalah seorang Raja yang Dzalim, Ia memerintah Mesir dengan Tangan Besi (sangat diktator), tidak seperti para pendahulunya. Fir'aun yang satu ini sangat Anti Bani Israil, mungkin dikarenakan Luka lama, yang mana Bani Israil sangat loyal kepada Hyksos yang merupakan Musuh bebuyutan Dinasti Mesir. Untuk kaumnya sendiri saja Ia berlaku sewenang – wenang dan melakukan berbagai kekerasan, apalagi terhadap Kaum Bani Israil, mereka sangat menderita dengan Penyiksaan dan Penindasan yang dilakukan Fir'aun. Suatu ketika Fir'aun bermimpi bahwa Mesir Terbakar, semua penduduknya mati, kecuali Bani Israil karena mereka selamat. Maka dikumpulkanlah seluruh Para Dukun – dukun di Istana Fir'aun, setelah mendengar pernyataan dari Fir'aun kepada mereka, lalu mereka berkata akan lahir seorang laki – laki dari kalangan Bani Israil yang akan meruntuhkan Kekuasaan Fir'aun dan seluruh balatentaranya, Mendengar hal itu Fir'aunpun langsung menurunkan titah diseluruh Wilayah Mesir, bahwa mulai dari sekarang setiap bayi laki – laki yang lahir akan dibunuh dan bayi perempuan akan dibiarkan hidup. Iapun mememerintahkan seluruh Pasukannya untuk mengawasi setiap wanita – wanita yang hamil dan memeriksa setiap kelahiran Bayi siapapun di wilayah itu. Hadirlah seorang Wanita dari kalangan Bani Israil bernama Yukabad (Istri Imran bin Fahis), Ia tengah mengandung dengan perasaan yang begitu sangat cemas, kalau – kalau yang lahir nanti adalah Laki – laki, pasti akan dibunuh oleh Fir'aun. Tibalah hari dimana Yukabad melahirkan, tetapi alangkah terkejutnya ternyata bayi yang lahir adalah seorang Laki – laki, Yukabad langsung merasa takut, dengan perasaan sedih dan hancur membayangkan anak yang baru saja dilahirkannya akan dibunuh oleh para pengawal Fir'aun, menambah luka derita terhadap apa yang dirasakannya. Bersama sang suami, Imran, ia merahasiakan bayi itu selama 3 bulan agar tidak diketahui oleh orang – orang Fir'aun, namun perasaan khwatir itu masih terngiang di dalam benak seorang Ibu bernama Yukabad. Tuhanpun memberinya Ilham untuk menyimpan bayi laki – laki mereka kedalam Peti dan menghanyutkannya kesungai Nil. Setelah bayi itu dihanyutkan, ditemukanlah Peti yang berisi bayi itu oleh seorang Permaisuri Fir'aun yang sedang mandi, ia bernama Asiyah. Melihat bayi yang ada didalam Peti itu, segera Asiyah membawanya ke Istana, dan tatkala suaminya Fir'aun melihatnya, Dia sangat marah dan ingin membunuhnya karena berpikir mungkin anak inilah yang meruntuhkan Kekuasaannya nanti. Tetapi Asiyah, langsung menimpali, dan menginginkan agar bayi itu dirawat olehnya sebaga seorang anak serta dibesarkan dilingkungan kerajaan, agar suatu saat kelak dapat berguna bagi Bangsa Mesir. Mendengar kata – kata Istrinya, Fir'aunpun luluh dan mengizinkan istrinya untuk membesarkannya. Akhirnya dalam lingkungan Istana Kerajaan, Fir'aunpun memberi bayi itu nama, namanya MUSA….
--------------------------------------------------------------------------------------------------
In Soul Society, Part I
X : Apa yang terpendam ?
Y : Yang belum Dirasakan Manusia
X : .... Apakah dia sudah akan bangkit ?
Y : Belum, Masih terpendam
X : .. Kenapa ?
Y : Dia yang membangkitkan, masih Tertidur ?
X : Siapa yang tertidur... ?
Y : Yang menjadi akhir dari Generasinya..
X : Dimana dia ?
Y : Di Ujung Timur, antara Utara dan Selatan Bumi...
X : Musa telah lahir, lalu siapa berikutnya ?
Y : Dajjal, Raja F.I.T.N.A.H
X : Dimana Rahmat Alam Semesta akan hadir ?
Y : Di Jantung Timur Bumi, Tanah yang Suci

Bersambung....

Silahkan berkomentar di http://agoessnaruto.forumotions.net/t5992-tempat-komentar-thread-siapakah-yang-akan-membangunkannya?highlight=Siapakah+yang+akan+Membangunkannya.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ibrahimaf.wordpress.com/
Sponsored content




#12PostSubyek: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ?

Kembali Ke Atas Go down
Subject: Re: Siapakah yang akan Membangunkannya ?  None

Anda tidak dapat mengirmkan postingan atau mengomentari pembahasan di topik ini karena masih berstatus sebagai Tamu.
Silakan Mendaftar dan Login agar dapat mengakses segala fitur forum secara penuh.
AgoessNaruto Robot
Forum Bot



Join Date: 16/05/2009
Lokasi: Forum AgoessNaruto
Comments: Bot untuk membantu anda di Forum AgoessNaruto
Kembali Ke Atas Go down
 

Siapakah yang akan Membangunkannya ?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Indofanster :: Forum Bebas :: Pojok Inspirasi-