Forum Indofanster

Selamat datang di Forum Indofanster.
Silakan mendaftar dan login untuk bergabung mendiskusikan berbagai Manga-Anime.

Welcome to FAN

Jangan sungkan untuk bergabung ya...


Forum Indofanster

Forum Tempat Berdiskusi Tentang Manga - Anime
Dibuat oleh Agoess Sennin pada 16 Mei 2009
Indofanster adalah Keluarga, Bukan Sekedar Tempat Berkumpul
 
IndeksPortalCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupAffiliatePendaftaranLogin
Welcome to
Rules • Staff • Ranks & Holder

Share | 
 

Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
PengirimMessage
Uchiha Atsuko
Futarime no Rikudou
Futarime no Rikudou
avatar


Posting : 2047
Join date : 27.01.12
Age : 19
Lokasi : Shiganshina

#1PostSubyek: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 23/12/2015, 8:23 pm

Pertama abaikan title thread ini, hanya sebagai penanda bahwa thread ini telah ada sebanyak tujuh thread meskipun thread Generasi ke-6 tidak complete. Atau digabung saja dengan thread Generasi ke-6?


Perang yang telah berlangsung sejak 100 tahun yang lalu. Yaitu Kirigakure no Sato dengan Mizukagenya melawan Konohagakure no Sato dengan Hokagenya. Penyebab perang ini berawal dari Kirigakure yang ingin merebut Kyuubi dari Konoha. Namun upaya mereka gagal dan Konoha melakukan serangan balasan terhadap apa yang telah dilakukan Kirigakure di desa mereka. Desa ketiga, Sunagakure, berusaha untuk mengambil keuntungan dari konflik kedua desa. Mereka disewa oleh Konoha untuk melawan Kirigakure. Tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Dan hingga kini, dengan Kage baru, perang masih berkecamuk.



OOT:

Thread ini adalah thread campur-campur. Yang artinya mulai dari battle, interaksi antar karakter atau mau nembok juga, dilakukan disini. Dengan catatan, menambahkan keterangan tempat. Misalkan ingin memulai rp di Konoha, cantumkan nama desa tersebut di dalam postingan.

Segala pertanyaan silakan dilempar di thread ini [click here]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.s-a-d.co.nr
Shotaro Hidari
Konoha's Jounin Commander
Konoha's Jounin Commander
avatar


Posting : 453
Join date : 30.10.13
Age : 17
Lokasi : Las Noches

#2PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 23/12/2015, 10:35 pm

Lokasi : Konohagakure no Sato
Waktu : Pagi hari


Silau. Dia tidak bisa menghindari tembakan cahaya sinar matahari yang menuju wajahnya sebab dia tidur di atas pohon. Lagi-lagi bukan? Kalau dia ingin, dia juga pasti akan tidur di kamarnya. Tidak jarang juga paman Tanaka menemukannya tidur di atas pohon. Pamannya sering menegurnya karena tidak memperhatikan diri, tapi dia biasa saja. Pun ke kamar hanya akan membuatnya semakin sakit kepala.

"Ugh. Apa-apaan. Lagi-lagi bangun karena kau?" Gumam Daisuke memberikan tatapan jijik pada matahari. Jangan heran, dia bisa menaruh dendam pada matahari. (...)

Jadi, hari ini apa lagi? Bertemu dengan sensei, mengerjakan misi membosankan, dan pulang lagi? Tolonglah. Tidak ada kah kegiatan lain? Seperti melatih jutsu yang kuat. Dari sekian banyak anggota klan Uchiha harusnya ada yang bisa memberinya sedikit tontonan di pagi hari kan?

Pakaiannya semalam harus diganti lagi dengan yang baru. Dia harus cuci sendiri tentu saja, tanpa orang tuanya dia sudah harus menjadi seorang yang mandiri walaupun dia masih ditanggung oleh paman Tanaka.

Keluar dari rumah, sinar matahari seperti tidak mau meninggalkan satu pun gerak geriknya. Biarlah, sudah biasa seperti itu. Tiap pagi, dia akan melakukan latihan rutin seperti biasa. Katon : Goukakkyu no jutsu, teknik bola api yang pada umumnya dipakai oleh klan Uchiha dan sudah menjadi kewajiban untuk bisa melakukannya bahkan sejak kecil sudah harus dilatih.

"Katon : Goukakkyu no jutsu." Energi panas dihembuskan dari dalam tubuhnya ke arah pinggiran sungai. Belum menjadi sebuah bola, masih terlalu lemah untuk disebut sebuah bola. Setidaknya, bisa membuat kayu terbakar untuk dijadikan api unggun kali.

Dia juga tahu hasilnya akan begini, dia tidak diajari penggunaannya bagaimana dan hanya diajari pamannya setelah menginjak usia 7 tahun. Masih muda kan? Tentu. Begitu pula dengan kakaknya yang hilang itu pasti juga tidak akan mengajarinya. Mereka terlalu meremehkan Daisuke. Pada akhirnya, ketiganya pergi tanpa memberikan alasan. Malas ya, hidup sendiri begini?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Mashirai
Murid Akademi
Murid Akademi
avatar


Posting : 15
Join date : 22.12.15
Age : 18
Lokasi : 変な公園で

#3PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 23/12/2015, 11:43 pm

Lokasi: Konohagakure no Sato
Waktu: Pagi hari



Latihan, latihan, latihan. Genin berbeda dengan para murid akademi yang bisa berleha-leha tidur di tengah-tengah kelas tanpa memperhatikan instruktor yang sedang mengajar, meski ganjarannya adalah sebuah penghapus papan tulis yang melayang ke arah kepala. Atau mungkin contoh yang lebih baik dilakukan Nara Rieko. Saat murid lain mencatat, dia menggambar. Saat murid lain memperhatikan, dia melihat ke arah serangga yang beterbangan di atas papan tulis.

Toh nilainya tetap sempurna. Tak ada keluhan khusus dari guru-guru tentang prestasinya yang menurun. Gadis ini selalu terlihat cemerlang padahal yang ia lakukan hanyalah mengingat-ngingat ocehan-ocehan guru di dalam kelas.

Pakaiannya hari ini tetap sama, jaket bersaku warna kecoklatan serta kaus putih, serta celana panjang hitam. Berkeliling desa seakan tak ada yang dilakukan-- Ah, kenyataannya memang tidak. Latihannya baru nanti dan yang sekarang akan Rieko lakukan adalah sarapan.

...Menjadi sebuah pertanyaan besar di kepalanya kenapa gadis itu tidak sarapan di rumah saja. Setidaknya dompetnya yang sudah tipis itu tidak akan bertambah tipis setelah makan.

Mempertimbangkan jarak, keefektifan waktu, serta budget (This is important!), jelas saja gadis itu segera berjalan menuju Ichiraku Ramen. Terlalu jauh dari rumahnya jika harus kembali hanya sekedar sarapan.

"Paman, satu mangkuk ramen. Tidak pakai menma."

Nara Rieko tidak pernah suka penganan yang terbuat dari anak bambu itu.

Sekarang tinggal menunggu pesanannya datang saja. Beruntunglah dia membawa sebuah buku kecil, jadi gadis itu bisa mengisi waktunya untuk menggambar. Salah satu hobinya.

"Hmm, hmm," jemarinya mulai bergerak, lihai membentuk garis demi garis, lekukan demi lekukan. Dia sendiri tak tahu apa yang akan dia gambar. Biarkanlah imajinasi liarnya membimbing putri semata wayang itu membentuk coretannya.

Nara Rieko sadar sepenuhnya kalau sekarang situasi tidak sepenuhnya damai. Tapi peduli setan, toh kedai masih berdiri.


Terakhir diubah oleh Mashirai tanggal 24/12/2015, 8:10 am, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nue
Kelas S (GL51076X)
avatar


Posting : 1841
Join date : 22.01.12
Lokasi : Kepo luw

#4PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 12:56 am

Lokasi :Kirigakure
Waktu : malam

Sudah tiga hari tubuhnya ia benamkan dalam air tenang di sebuah kolam tepi desa.

Ada alasan khusus yang membawanya sampai menyebrangi garis musuh. Nyatanya dia sadar akan bahaya yang bisa sewaktu waktu menimpanya.

" Mana sampai hati aku menatap bocah bocah gennin itu masuk kiri tanpa didahului pengintai " pikirnya saat melewati muka kage nya sendiri beberapa waktu lalu.

Sementara mizubunshin nya masih hinggap di dahan  pohon tepat diatas kolam yg ia diami lengkap dengan seragam shinobi kiri yg ia dapat hasil mengerat salah satu orang malang yang memergokinya tepat di hari pertama menginjak mizu no kuni.

Beberapa siput kecil juga tampak terlihat samar di dedaunan yg berembun.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Skye di Cielo
Jinchuriki Jyuubi
Jinchuriki Jyuubi
avatar


Posting : 1182
Join date : 21.01.12

#5PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 9:05 am

Lokasi : Kirigakure
Waktu : Malam
(Satu Timeline bareng Om Maken :'3)
. . .
"Selamat malam Korose-sama, apakah anda tidak beristirahat malam ini?"

Beberapa pengawal Kirigakure yang tampak melakukan patroli malam sepertinya menangkap sosok pemuda berambut hitam dengan mata merahnya yang berjalan ditengah kegelapan malam saat itu. Menanggapi beberapa penjaga itu, pemuda itu hanya tersenyum dan mengangguk. Pemuda berambut hitam dengan kimono tidur yang tebal berwarna biru itu tampak hanya tertawa menanggapinya. Tangannya terlipat didalam kimono, menandakan bagaimana ia menghadapi dinginnya udara malam Kirigakure saat itu.

“Sepertinya tadi siang aku terlalu banyak tidur. Aku akan berpatroli, kalau kalian ingin beristirahat bisa sekarang. Kalau ada apa-apa aku akan memanggil kalian,” para pengawal tampak saling bertatapan sebelum mengangguk. Mereka membungkukkan kepalanya sebelum berbalik dan menuju ke post mereka hanya untuk menutup mata mereka barang sejenak.

Saat kakinya menginjak beberapa langkah, ia berhenti saat menemukan seorang pengawal yang berdiri di dahan pohon yang ada di dekat sebuah kolam itu. Menyunggingkan senyumannya, pemuda itu melambaikan tangannya memberikan salam pada pengawal itu.

“Malam yang dingin ya? Aku benar-benar berharap siput-siput kecil itu tidak kedinginan.” Ia menggosokkan kedua tangannya untuk mencari kehangatan. Berbicara seolah ia sedang mengobrol bersama dengan pengawal yang ada diatas dahan itu.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Shinobi
Social Division
Social Division
avatar


Posting : 3582
Join date : 03.09.11
Age : 26
Lokasi : sologakure

#6PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 9:15 am

Lokasi : Sunagakure 1
Waktu : Pagi Hari

Duduk dikursi kage diruang kerjanya, ia hanya melamun sambil memandangi tumpukan kertas dokumen yg baru saja ia tandatangani. dengan rambutnya yg masih sepenuhnya berwarna oranye tanpa uban, Uzumaki Obi memang masih tampak muda. mungkin memang itu kelebihan dari orang2 klan Uzumaki, yg walaupun sudah berumur tapi secara fisik masih terlihat muda. padahal dia sudah mengikuti gejolak dunia ninja sejak perang dunia ninja yg ketiga, sekarang sudah merupakan episode ketujuh dari perang dunia ninja yg tiada akhirnya ini. bisa diperkerikan umurnya sekarang berapa? silakan tebak sendiri jika ia kali pertama berpartisipasi di PDN 3 saat masih berumur 18 tahun. Ya bisa dibilang ia adalah veteran dengan pengalaman perang yg segudang & mungkin salah satu ninja terkuat yg ada di dunia saat ini.

Obi tidak sebatang kara, kini ia sudah menikah dengan Uzumaki Ran & memiliki seorang anak laki2 yg belum diketahui namanya. Saat ini istri & anak Obi sedang berada di Myobokuzan, konon Obi mengirim mereka kesana agar anaknya bisa berlatih senjutsu dengan bimbingan para Gama & mempersiakan anak tsb agar kelak bisa menjadi setangguh Obi guna menjaga desa & mungkin juga menjaga kedaiamain dunia ninja. Konon juga Obi memberikan Samehada kepada anaknya tsb, yah walau belum diketahui seberapa kuat anak tsb, namun jika Samhehada yg haya menyukai orang dengan chakra besar sebagai tuannya saja mau mengikuti anak Obi, maka bisa diperkirakan bahwa anak tsb mungkin cukup kuat saat ini & akan menjadi lebih kuat dimasa depan.

" Bosan, setiap hari hanya menandatangani dokumen2 saja. Sebaiknya aku berjalan-jalan keluar, mungkin.keluar desa untuk mengintai atau kemana sajalah yg bisa membuatku tak merasakan bosan lagi. mungkin sebaiknya menyamar juga agar lebih aman. Aku ingin tau situasi antara Konoha & Kiri sekarang, mungkin sebaiknya aku ke Konoha dulu. " ucap Obi. Ia lalu mengambil rompi khas jounin Konoha & berpakaian layaknya jounin Konoha, dari mana dia mendapatkannya? Yah untuk ninja tua sepertinya bukanlah hal yg mengejutkan jika memiliki banyak atribut khas dari ninja desa lain. Lalu ia juga mengenakan tudung dikepalanya tuk menutupi rambut oranye lalu mengikatnya dengan ikat kepala konoha juga tentunya. ia menganakan kacamata hitam, agar Sharingan yg ia dapatkan dari seorang ninja Uchiha dimasa lalu tidak terlihat. Lalu ia bergegas menuju ke konoha.

" Kamui " Obi menyerap dirinya sendiri & menghilang dari ruangan kerjanya.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nue
Kelas S (GL51076X)
avatar


Posting : 1841
Join date : 22.01.12
Lokasi : Kepo luw

#7PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 11:01 am

"ya begitulah" ujarnya sambil menggulir mata nya ke sosok yg menyapa nya tadi.

"... patroli huh?" pikiran pertama yg terlintas.

Tubuh itu meluncur vertikal ke bawah dengan mulus, tak ada kesulitan dalam bertindak tanduk, pria ini besar di kirigakure hampir tiga dekade silam. Tapi bukan alasan baginya untuk lupa bertingkah laku sebagaimana mestinya di kiri.

"Di titik ini aman... saya sudah menyisir dalam radius beberapa ratus meter" ujarnya singkat dan agak bernada dingin.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Skye di Cielo
Jinchuriki Jyuubi
Jinchuriki Jyuubi
avatar


Posting : 1182
Join date : 21.01.12

#8PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 11:16 am

Matanya tampak masih menyipit membentuk huruf u terbalik. Ia menoleh saat sang penjaga yang sedang berada diatas dahan itu kini sudah berada didekatnya. Dari sisi manapun ia melihat memang orang dihadapannya memakai atribut Kirigakure dan tidak ada yang aneh dengan gelagatnya.

"Apakah kau orang baru? Aku tidak pernah melihatmu sebelum ini," kepalanya miring ke kanan, menatap dengan tatapan bingung namun penuh ketelitian. Ia orang yang santai, tetapi ia juga bisa tahu semua wajah shinobi Kirigakure dan orang-orang yang tinggal disini. Setidaknya ia tahu wajahnya, meskipun ia tidak bisa menghapal nama mereka.

"Kirigakure tidak memiliki kata aman. Beberapa menit lagi, mungkin saja ada penyusup ataupun musuh yang menyerang baik secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi," ia menghela napas panjang, menyayangkan situasi Kirigakure yang tidak pernah aman dari semua jenis serangan.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Namikaze Jar'z
Commander Writers - Konoha no Kiiroi Senkou
Commander Writers - Konoha no Kiiroi Senkou
avatar


Posting : 1469
Join date : 08.01.10
Age : 17
Lokasi : Konohagakure

#9PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 4:41 pm

Malam hari, desa Konoha tamak dalam keadaan damai. Namun tetap saja, belasan Anbu tetap terjaga untuk menjamin keamanan desa. Sementara itu, hampir disekeliling benteng pelindung desa, telah siaga dua anbu untuk mencegah datangnya penyusup.

Sementara suasana hening desa, tidak demikian dengan suasana di lautan besar yang menjadi batas geografis negara api, air, dan petir. Angin laut sedang bagus-bagusnya. Sangat cocok untuk berlayar. Bukan untuk melakukan perjalanan menangkap ikan, melainkan perjalanan menuju medan perang.

(Referensi peta dunia naruto -- https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d7/Naruto_Map.png/800px-Naruto_Map.png )

Armada yang terdiri atas 4 kapal perang berlayar tak jauh dari Pulau O'uzu. Kapal ini sudah berhari-hari berlayar, dengan satu tujuan, balas dendam.

"Beberapa bulan yang lalu, mereka datang seenaknya meyerang desa kami. Sekarang, saatnya kalian merasakan kepedihan apa yang kami rasakan", getar hati seseorang yang berdiri di ujung tiang kapal.

"Dalam peperangan, tak ada yang benar atau salah, melainkan menang dan kalah. Selama masih ada musuh yang berdiri dan memendam amarah, maka belum ditentukan siapa pemenangnya".

Dengan penuh keyakinan, seseorang dengan dua bilih pedang menggantung di punggungnya itu tetap berdiri dengan tangan menyilang dada. Tampak kemarahan masih bergejolak dalam hatinya. Meskipun begitu ia tampak terlihat tenang agar tidak menghancurkan rencana penyerangan ini.

"Hokage-sama!", teriak seseorang pada pria 'tiang' tadi. "Lihat di sana!", lanjutnya sambil menunjuk seekor burung yang sangat terkenal di Konoha, Igalo - elang pengirim pesan yang sudah sangat terlatih.

Dengan gagahnya, pria yang diketahui sebagai hokage itu mengangkat tangan kirinya sebagai tempat hinggap Igalo. Dengan cengkramannya, Igalo pun bertengger di tangan Hokage.

"Dari Asada-san rupanya?", gumam Hokage. "Yosh... Misi penghancuran akan segera di mulai".

Hokage pun turun menghampiri seseorang yang tadi memberitahu kedatangan Igalo.

"Panggilkan Aburame ke sini!", titah Hokage.

"Baik Sir".

Tak lama kemudian, lima orang aburame datang menghampiri. Di saat bersamaan seseorang juga muncul dari arah lain membawa Igalo lainnya.

"Gunakan kikkaichu untuk mengirim pesan kepada shinobi kita. Perintahkan mereka untuk bersiap!",

"Baik, Hokage-sama", jawab serempak Aburame dan langsung melakukan sesuatu kemudian muncullah beberapa kikkaichu yang mereka masukkan dalam sebuah tabung. Lalu diikatkannya pada kaki Igalo.

"Yamanaka! Perintahkan Igalo untuk membuka tabung ketika sudah melihat shinobi kita",

"Yup, Hokage-sama".

Selepas itu, kelima elang terlatih itu pun pergi menuju shinobi konoha lainnya. Perintah dari Hokage adalah untuk tidak gegabah dan siap mejalankan misi penghancuran Kirigakure.

"Divisi 1! Jalankan misi!", teriak hokage pada salah satu armadanya.

Sebuah kapal perang mulai bergerak lebih cepat menuju Kirigakure. Divisi 1 adalah divisi penyergap. Mereka bertugas untuk menyerang di garis depan. Lalu diikuti divisi 2 yang mengawal mereka dari jarak yang agak berjauhan. Semetara dua kapal lainnya bergerak ke arah berbeda.

Kapal divisi 1 dan 2 bergerak menuju pintu barat Kirigakure, sementara 2 kapal lainnya bergerak memutar menuju selat yang memisahkan Pulau Nagi dan Pulau O'Uzu. Pergerakan kapal mulai dipercepat hingga sekitar 25 mil laut mereka mulai melihat pulau tempat bersembunyinya Kirigakure yang tersamarkan oleh kabut yang tebal di bagian luarnya.




Sementara itu, Asada pemilik Cafe masih terus bekerja melayani para tamu dengan menu spesialnya. Begitupun dengan Eikichi yang semakin lama semakin ramai pengunjung.

Di tempat berbeda, Rebecca yang lahir dan dibesarkan di Kirigakure berhasil menyusup ke gudang senjata. Sepertinya tak ada seorang pun yang mencurigai gerak-geriknya. Ia berjalan menuju tempat penyimpanan senjata. Entah bagaiman ia melakukannya, para penjaga tampak tergeletak sementara Rebecca berhasil masuk ke dalam gudang penyimpanan senjata. Agar tidak terlalu menimbulkan kecurigaan, Rebecca mengubah dirinya sesaat sebelum membuka pintu gudang dengan henge no jutsu. Lalu, rencana penghancuran gudang pun di mulai. Ratusan kertas peledak siap diledakan. Cepat-cepat ia berlari menjauh dan merubah kembali dirinya. Lalu melompat sejauh-jauhnya sembari menyilangkan dua jari tangan kirinya di depan dada. Sementara tangan kanannya mengambil 'sesuatu' dari kantungnya. Daannn

DUUUAAARRRRRRRRRRRRRR.... Ledakan besar pun terjadi. Belum dapat dipastikan apakah semua senjata di sana hancur atau tidak.

"Misi panjang dan melelahkan ini sudah selesai. Sesuai janji kalian! Aku akan meminta upah hasil kerja kerasku bersama ibuku", rintihnya yang tampak bersimpah darah yang memenuhi sekujur tubuhnya.

Rebecca tampak terlihat tak berdaya.

Ledakan bahkan terdengar hingga Cafe dan Sushi Eikichi. "Oh, sudah dimulai, ya?", ucap mereka dalam hati.




Sementara itu, divisi 1 dan divisi dua masih lumayan jauh dari lepas pantai pulau kirigakure.

"Persiapan sudah selesai!", teriak seseorang anggota divisi 1.

"Yosh, mari kita bersenang-senang", teriak Hokage yang disambut semangat tentara Konoha.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Scarlet
Technician Division
Technician Division
avatar


Posting : 459
Join date : 01.04.13
Age : 18
Lokasi : Di atas bumi, di bawah langit

#10PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 6:07 pm

Setting: Kirigakure. Malam hari.
(se-timeline sama Maken-san & Cio-san B| #apa)


Kirigakure lautan api.

Kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan keadaan Kirigakure. Tidak, maksudnya bukan benar-benar menjadi lautan api. Hanya saja, keadaannya bagaikan telah dilalap lautan api. Konoha dikabarkan akan melakukan pembalasan terhadap Kirigakure, dibantu dengan Sunagakure. Dan saat itu, ia harus mempertaruhkan nyawa melindungi Kirigakure.

Mereka kira Kirigakure bisa dianggap remeh? Jangan harap. Dasar naif.

Sesosok gadis tampak sedang duduk di kursi Mizukage. Dengan meja yang diletakkan di depannya, ditumpuk oleh berbagai macam benda, mulai dari gulungan, buku, sampai ke kertas-kertas tidak jelas. Berhamburan di sana dan di sini. Gadis itu tampak sedang menumpu wajahnya dengan tangannya, sepertinya ia terlalu khawatir kalau Kirigakure akan dimasukki penyusup. Topi yang sedang dikenakannya dilepas dan ditaruh di hadapannya, sementara kakinya kembali tegak. Ia berdiri.

Setelah itu, ia melangkah keluar ruangan, memutuskan untuk mengawasi sekitarnya. Sekaligus menghirup udara segar. Menengok ke kanan dan ke kiri, mengawasi sekelilingnya. Kalau-kalau ada hal yang mencurigakan. Ia mungkin akan berada di sini dalam waktu lama. Siapa tahu kalau bahaya akan menimpanya sebentar lagi.


Postingan gaje aja dulu deh (....)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nue
Kelas S (GL51076X)
avatar


Posting : 1841
Join date : 22.01.12
Lokasi : Kepo luw

#11PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 6:32 pm

"Bukan, aku dibesarkan di desa ini sejak kecil...kau orang baru?" Dengan percaya diri ia malah membalikan pertanyaan tersebut.

"Aku tak berniat berbicara pada siapapun...kubunuh saja dia... terlintas sejenak di benaknya kala itu.

"otoritas langsung dari mizukage... " jawabnya singkat, mugkin itu alasan yang menurutnya logid agar orang ini tak lagi bertanya.

Di sela pembicaraan mereka mulai terjadi apa yang orang ini tak harap kan. Sebuah ledakan terdengar.

"Kau benar,tak ada kata aman" bulirnya menerawang ke arah sumber suara yg jaraknya cukup jauh namun masih dapat mendengar ledakan tersebut.

"Ya ampun... lihat apa yang kuhadapi sekarang...Tuhan... " tampak sedikit tak puas dengan keputusan pimpinannya sendiri untuk tindakan ini.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Izayoi Aki
Undisputed Indofanster World Heavyweight Champion
Undisputed Indofanster World Heavyweight Champion
avatar


Posting : 766
Join date : 02.03.13
Age : 18
Lokasi : Youkai Mountain, Gensokyo

#12PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 7:04 pm

Lokasi : Konohagakure no Sato
Waktu : Pagi hari



Cuaca Pagi yang cerah nan panas itu di sebuah taman yang terletak di konoha terlihat seorang perempuan berambut hijau dengan mata merah duduk di sebuah kursi taman.  

"Konichiwa Yuuka-san..." sapa seorang penduduk desa yang kebetulan lewat di depannya.

"...."  sembari menatap orang tersebut dengan tajam

Yuuka terkenal dengan sifatnya yang tidak ramah, sebenarnya dahulu dia adalah anak perempuan yang manis dan ramah terhadap orang lain. Tetapi karena insiden orang tua Yuuka yang mati tepat di hadapannya oleh shinobi desa lain, dia menjadi jarang tersenyum dan tidak mau bersosialisasi dengan penduduk desa konoha lainnya.

"Ceh... hari - hari yang panas seperti inilah yang aku benci... sialan, aku berharap hujan atau musim salju segera datang.. aku benci panas... walau aku bukan vampire atau sejenisnya.. tapi aku benci panas.. ahh kusso nanda yo mou !"

lalu Yuuka membuka payung berwarna kuning yang besar itu lalu berjalan menuju training field untuk berlatih.

"Mau tak mau aku harus berlatih... agar aku lebih kuat dan mencari shinobi dari desa mana yang membunuh orang tua ku ! Zettaiini.."



[ 10 menit kemudian ]

Akhirnya dia sampai di Training Field. Yuuka kemudian memingkupkan(?) payungnya lalu segera melakukan pemanasan... di bawah pohon yang rindang di sekitar training field.


Terakhir diubah oleh Izayoi Aki tanggal 24/12/2015, 8:36 pm, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.duelingnetwork.com
Shotaro Hidari
Konoha's Jounin Commander
Konoha's Jounin Commander
avatar


Posting : 453
Join date : 30.10.13
Age : 17
Lokasi : Las Noches

#13PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 7:45 pm

Lokasi : Konohagakure
Waktu : Pagi Hari

Niatnya ingin latihan tapi letihnya Daisuke belum makan apa-apa sejak tadi. Tidak baik kan kalau tidak mengisi perut kosong ini terlebih dahulu. Ah, paman Tanaka melihatnya. Kenapa sih dimana saja paman tua itu memperhatikan Daisuke? Apa dia tidak kelihatan mencurigakan ya menguntitnya.

"Oji-san, kau tidak perlu setiap hari melihatku kan? Kau harusnya buka toko saja daripada melihat aku? Hari sudah semakin siang." Pintanya pada pria separuh baya, Uchiha Tanaka. Sudah tua sih tapi dia kelihatan tetap energik dan semangat dalam melakukan apapun.

"Haha. Tidak apa-apa. Kau ini setiap pagi begini bagaimana aku tidak khawatir hah? Kemarin jangan bilang kau tidur di pohon lagi? Sudah kedua kalinya kau ditegur oleh orang lain." Nadanya sedikit lebih lantang tapi dia tidak kelihatan seperti memarahi Daisuke.

"Oke-oke. Lain kali aku akan tidur di rumah." Batinnya begitu tapi dia agak sebal sih dengan si pak tua ini. Matahari sudah terbit lama tapi dia masih santai saja, lihat saja pelanggannya akan marah-marah menunggu tokonya buka. Pamannya penjual senjata, perlengkapan, dan lain-lain sih. Tidak beda dengan pada umumnya, tapi biasanya para Uchiha membeli keperluan di sini.

"Bagaimana denganmu? Kau kelihatannya sudah lapar. Dasar, ini kuberi kau uang sebanyak ini untuk makan. Ingat, tidak ada yang namanya alkohol." Peringatan dari pamannya. Lagipula, ngapain coba dia mencoba yang seperti itu? Jangan-jangan karena sepupunya yang suka minum-minum itu. Ah, masa bodolah.

"Oke, oke. Aku paling hanya akan memakan ramen seperti biasa. Tidak ada yang lain." Tidak enak mengambil uang pamannya di tempat terbuka begini. Kan dia bisa ambil ketika berada di toko. Oke, waktunya menuju ke kedai ramen ternama di Konoha.

Daisuke masuk ke dalam kedai menemukan beberapa entitas di dalam sana. Tapi paling penting ngomong si pak tua yang kedua ini. "Selamat datang, pelanggan. Oh, Daisuke-kun." Ucapnya seperti biasa. Ya, itu karena Daisuke sudah hampir sepanjang waktu ke sini sejak tidak ada orang tuanya.

"Seperti biasa ya, paman." Ramen yang sama seperti kemarin dan kemarin tapi dia tidak pernah bosan kok. Walaupun dia masih ingin makan takoyaki sih tapi pamannya tidak memberinya uang yang banyak.

Baru ingin duduk. Di sebelahnya ada seorang gadis surai panjang tengah menggambar? Atau ngapainlah dia. "Permisi, tidak keberatan aku duduk di sini, kan?" Bukan iseng. Dia menyadari dirinya juga tertarik apa yang dilakukan oleh gadis itu. Ngapain menggambar di dalam kedai? Bukan urusannya memang tapi sepertinya gadis ini terlihat suka ya menggambar.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Saikyouiku
Murid Akademi
Murid Akademi
avatar


Posting : 14
Join date : 23.12.15
Age : 17
Lokasi : 世界

#14PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 8:35 pm

Lokasi : Konohagakure no Sato
Waktu : Pagi hari



Kehidupan seorang Genin menurut sudut pandang seorang remaja lelaki berusia 15 tahun, Nara Yuudai, membosankan. Bagaimana tidak— kerjaannya setiap hari hanya disuruh berlatih jutsu yang sama (dan kurang lebih sudah dikuasai olehnya) atau mengerjakan misi-misi berlevel rendah. Contohnya, beberapa hari yang lalu Yuudai diberi misi mencari hewan peliharaan seseorang yang ceroboh. Padahal anjingnya sudah terhitung besar, indra penglihatan dan pendengarannya dikemanakan sih? Bisa pula makhluk hidup yang berjalan dengan empat kaki kabur dari supervisinya. Dia hanya bisa menghela napas melihat sang pemilik yang panik berlebihan.

Oh, tapi meski hampir setiap hari disuruh berlatih oleh orang tuanya, dia tetap leha-leha saja. Tidak, Yuudai bukanlah anak yang sedang dalam fase pemberontakan, hanya saja sifatnya yang agak malas belum berubah sampai detik ini.

Begitu juga dengan pagi ini. Seandainya dirinya tidak dibangunkan ibunya tadi dengan suara teriakan yang keras, mungkin sekarang Yuudai masih goleran di atas tempat tidur sampai jam 11 atau 12 siang. Pemuda Nara itu adalah orang yang suka dengan tidur. Soalnya dia lumayan gampang bosan kalau tidak ada kerjaan. Jadi ya kerjaannya tidur saja. Gampang kan? Kalau bukan tidur, ya... gangguin orang lewat. Misalnya bersembunyi kemudian mengeluarkan suara aneh, memasang tali biar yang lewat jatuh, mengejutkan mereka secara tiba-tiba... ya. Dulu saat masih di akademi juga Yuudai lebih sering tiduran dibanding mendengarkan penjelasan guru dengan benar-benar. Untung saja otaknya cukup pintar, mungkin efek gen, katanya orang-orang di klannya banyakan pintar?

Ya, kembali ke topik. Jadi setelah dibangunkan secara paksa tadi pagi, Yuudai ditendang dari kamarnya, mandi, ganti baju dan disuruh berlatih. Namun alih-alih melakukan kegiatan yang merepotkan itu, dia malah kabur dari area rumahnya dengan cara meloncati dinding. Fisiknya memang kuat. Setelah sekian menit berlari supaya tidak ditangkap seseorang dari kediamannya, perutnya mengeluarkan suara. Ah, dia belum sarapan. Kemudian teringat kedai ramen tidak jauh dari tempatnya sekarang. Merogoh saku dan masih ada uang yang tersisa. Ya sudah.

Yuudai pun berjalan menuju kedai itu. Sesampainya disana ada beberapa manusia seumurannya yang sedang duduk. Yang perempuan seingatnya satu klan dengannya... Rieko? Yang lelaki dari klan lain, Daisuke kalau tidak salah? Entahlah, dia malas mengingat nama tapi sekali dengar atau baca bakal diingat. Dan lagi dua orang itu Genin, sama seperti dirinya, juga sama-sama berasal dari desa Konohagakure. Gampang diingat, lah.

"Paman, ramennya semangkok ya," ujar Yuudai pada sang penjual sembari mengambil tempat duduk yang tidak jauh dari dua remaja itu. "Yo." Sapanya tanpa meminta izin duduk. Ini kan tempat publik, terserah dia mau duduk dimana dong.


Terakhir diubah oleh Saikyouiku tanggal 24/12/2015, 10:29 pm, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Skye di Cielo
Jinchuriki Jyuubi
Jinchuriki Jyuubi
avatar


Posting : 1182
Join date : 21.01.12

#15PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 9:45 pm

”Sou desu ka,” Korose mengangguk-angguk, mendengar penjelasan dari pemuda disampingnya. Ia memang seseorang yang tidak begitu terikat dengan desa mengingat ia tidak memiliki murid, dan tidak menjadi pengawal ketat dari Nona Mizukage, “oh aku juga lahir dan tinggal disini, makanya aku merasa kau orang luar karena tidak pernah kulihat.”

Tawa renyah terdengar, ia menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

“Mungkin aku masih harus mengenali orang-orang banyak disini,” ia bergumam terlihat berpikir sejenak sebelum suara ledakan menginterupsi pembicaraan singkat dari mereka berdua, “padahal aku masih ingin berbicara. Ah siapa namamu? Sebaiknya kita pergi ke tempat Mizukage untuk melaporkan ledakan yang terjadi.”

”Tuan—“ beberapa orang shinobi hendak menghampirinya, dan sebuah gerakan tangan isyarat para shinobi Kirigakure untuk diam dimengerti saat mereka segera bungkam.

“Tim A, segera ke tempat kejadian, Tim B lakukan patroli sekaligus perlindungan bagi rumah warga sipil. Tim Medis C, ungsikan anak dan perempuan terlebih dahulu, dan jika ada perlawanan lebih lanjut—laporkan dengan segera padaku ataupun Mizukage. Aku akan pergi ke tempat Mizukage sekarang,” dan beberapa perintah segera dibalas dengan anggukan sebelum beberapa shunshin terlihat menuju kearah berlainan.

Ia menoleh pada pemuda yang ia ajak berbicara tadi.

“Kau temani aku ke kantor Mizukage, jika tidak keberatan?”
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Arubion
Warga Biasa
Warga Biasa
avatar


Posting : 3
Join date : 24.12.15
Age : 19
Lokasi : somewhere~

#16PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 9:48 pm

Lokasi : Konohagakure no Sato
Waktu : Pagi hari



Perang sudah mendekat, hal itulah yang terus dikatakan sang ayah kepada Yasu kecil yang baru saja memasuki akademi ninja Konohagakure. Klan mereka mungkin jauh dari kata berpengaruh, namun tak bisa dipungkiri bahwa sebuah perang besar akan mempengaruhi keluarga mereka secara sepenuhnya. Sang ayah pernah bercerita beberapa kali tentang perang yang pernah terjadi di desa mereka, dan dampaknya kepada para penduduk.

Yasu kecil yang tak begitu mengerti apa-apa tentang perang pun hanya bisa mengangguk perlahan ketika dirinya mendengarkan dedongengan seperti itu. Yasu lebih tertarik untuk menggambar, menggambar banyak hal, seperti langit malam yang muncul ketika matahari sudah tenggelam.

Tak ada misi yang bisa dikerjakannya, Yasu pun berjalan dengan riangnya menuju toko ramen yang ada di dekat rumah. Banyak teman-temannya yang berada di sana, dan Yasu merasa cukup senang. Dirinya tak begitu pandai merangkai kata untuk berinteraksi dengan banyak orang, namun beberapa teman dekatnya bisa ia jaga dalam waktu lama.

"Ramennya satu ya!" ucap Yasu sambil mengambil tempat duduk dan menyapa teman-temannya sesama murid akademi yang berada di sampingnya. "Halo!"

Senang bisa bertemu banyak orang, meski memang Yasu pun terkadang merasa gugup juga.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Scarlet
Technician Division
Technician Division
avatar


Posting : 459
Join date : 01.04.13
Age : 18
Lokasi : Di atas bumi, di bawah langit

#17PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 10:12 pm

Setting: Kirigakure. Malam hari.


DUAR!

"Eh--?"

Suara ledakan barusan berhasil mengejutkannya. Dan lagi, sepertinya ledakan itu berasal dari suatu tempat di jauh sana--jika bukan disebabkan oleh Konoha, pasti disebabkan oleh Suna. Tidak ada yang lebih tidak mungkin daripada dua pilihan itu. Karena hanya mereka yang paling mungkin untuk menginvasi Kirigakure.

Misaya melangkah maju, memutar badannya sehingga ia memandang ke arah belakang. Rasa khawatir tersirat dari sorot matanya. Ia memang ingin pergi ke sana, tapi ia ragu dentuman itu disebabkan oleh Konoha maupun Suna. Sampai ketika sebuah asap tampak dengan cepat lewat di sampingnya. Senyum simpul sempat muncul di wajah sang Mizukage. Pasti Korose yang menyuruh mereka. Yah, siapa lagi kalau bukan dia.

Pilihan terbaik yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah menunggu sampai kejadian sebenarnya dikonfirmasi. Walaupun sebenarnya ada pilihan yang lebih baik daripada ini, sih.

...ha.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Yamakawa Ron
Murid Akademi
Murid Akademi
avatar


Posting : 13
Join date : 23.12.15
Age : 16
Lokasi : Konohagakure

#18PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 10:20 pm

Lokasi : Konohagakure no Sato
Waktu : Pagi hari


Bangun pagi? Itu bukan masalah bagi seorang Ron. Justru jika Ron bangun siang, itu pertanda buruk. Entah itu, karena Ron sedang sakit atau ada kejadian buruk yang terjadi. Hehe. Gadis bersurai putih ini memang terkenal dengan jadwalnya yang selalu kepagian sih ya.

"Selamat pagi, semuanya!" ucapnya menyapa beberapa penduduk yang ditemunya. Memang sudah kebiasaan gadis ceria ini untuk menyapa setiap orang yang ditemuinya, terutama para kaum yang sudah berumur.

"Hati-hati, nek. Sebentar lagi sudah sampai," ucapnya sembari menggandeng seorang wanita yang telah berkesusahan untuk berjalan. Ini bukan sebuah misi di mana dirinya harus mengantar sang nenek kepada tujuannya. Ron memang seorang gadis yang senang melakukan kegiatan ini tanpa disuruh. Sebuah bungkukan dan senyuman lebar, disertai lambaian pun diberikannya kepada sang nenek. Tentunya setelah berhasil mencapai tujuan.

Langkahnya pun kini menelusuri area tengah desa tempat kelahirannya tersebut. Niatnya sih hanya jalan-jalan dan menghabiskan waktu. Habis, ibunya yang bertugas untuk melatihya ada urusan mendadak. Mau tidak mau, dirinya pun berkeliaran akibat kebosanan. Namun, sepertinya perjalanannya hari tidak akan menjadi sendirian saja ya. Hehe, sepertinya yang di atas sana sedang berbaik hati kepadanya dan mengirimkan beberapa orang yang dikenalnya tengah mendapati duduk di sebuah kedai ramen yang terkenal.

"RIE-NEE!" teriaknya lagi sembari berlari dan berakhir memeluk dari samping seorang gadis yang tengah menggambar. Sebuah senyuman lebar penuh gembira pun tergambar pada wajahnya. "Halo juga Dai-nii, Yuu-ni dan Yasu-nee." Hapal semua ya? Tentu saja, ingatan gadis ini cukup ingat semua murid ninja di desanya.

"Paman, Ron juga mau satu ramennya," ucapnya segera berpaling kepada sang paman penjual ramen. Pelukannya sudah terlepas dan dirinya pun menduduki kursi yang masih kosong di dekat Rie-nee.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Azumi
Warga Biasa
Warga Biasa
avatar


Posting : 5
Join date : 23.12.15
Age : 19
Lokasi : Another Dimension

#19PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 11:17 pm

Lokasi: Konohagakure
Waktu: Pagi hari


Gadis tiga belas tahun dengan surai hijau celadon berpotongan bob sebahu. Iris dwi-warna, sebelah kanan sewarna batu saphire sedang sisi lainnya sewarna zamrud cemerlang. Terbangun dari tidur sebab silau matahari tanpa permisi, menyusup melalui celah tirai, tepat menyinari kelopak berhias bulu mata panjang nan lentik. Tatapan tajam tertuju lurus menatap langit-langit kamar. Enggan, namun Okaasan pun telah menyuarakan namanya. Okaasan cukup keras bila tidak segera dituruti apa kemauannya belum lagi bila Otousan juga angkat bicara. Mungkin saja Hime akan mendengar satu jam ceramah tanpa henti bila keras kepalanya lebih menguasai.  

Tolong, biarkan ia istirahat barang sejenak.

Kedua tungkai diseret paksa menuruni tangga setelah dengan susah payah menata diri, mengganti baju dan menyisir surai pendek. "Iya, aku sudah bangun." Tubuh mungil bersandar pada pintu ruang keluarga, menatap seorang wanita yang telah memasuki usia kepala tiga, dari lima tahun lalu. Tengah sibuk mempersiapkan diri dengan segala perlengkapan, memasukkan berbagai bentuk shuriken dan kunai ke dalam tas penyimpanan kecil. Kemarin Okaasan sempat mengatakan bahwa keduanya akan keluar desa menjalankan misi selama dua hari. Dua hari itu pula hari kebebasannya, meskipun secara teknis dia tidak ditinggal sendirian di rumah. Ada bibi Shirako si pengurus rumah.

"Uang yang diberi kemarin masih cukup kan? Ingat jangan berbuat ulah." Senyum timpang menimpali sebagai respon dari Hime. Wanita itu cukup tahu sifat anak perempuannya yang satu ini, dengan mulut tajam dan kata-kata menusuk, sering menyakiti orang lain hingga memulai perdebatan tidak berguna. Seharusnya mereka para orang dewasa memaklumi tingkah bocah kecil ini, kan. "Otousan dimana?" pertanyaan basa-basi.

"Sudah pergi dari pagi, makanya lain kali bangun pagi." Satu sentilan mendarat dengan cukup keras pada dahi Hime. "Ittai—" pekiknya, "—kalau nanti otakku tidak jalan bagaimana?" Bibirnya bersungut kesal. Sementara wanita yang amat mirip dengan Hime, bisa dikatakan versi lebih dewasa, malah terkikik senang. Disusul dengan kecupan pada dahi sebelum berlalu pergi.

Sepeninggalan orangtuanya, Hime lebih memilih mencari makan diluar. Setiap hari selalu menyantap masakan 'rumah' kan tidak ada salahnya bila pagi ini dia ke empat lain, menyantap ramen dengan kuah berlemak misalnya. Tuh, tempatnya sudah di depan mata. Daripada terlalu pilih-pilih makanan—tunggu, dia baru saja melakukannya—lebih baik Hime segera mengambil salah satu kursi disana sebelum penuh.

Saat kakinya menjejak tempat makan ramen itu, terlihatlah wajah-wajah familier yang lebih dulu disana. "Ara, apa yang baru saja kutemukan? Pagi-pagi sudah berkumpul disin, huh." tatapnya satu-satu dari beberapa bocah-bocah 'rajin' yang telah duduk lebih dulu. Rajin makan, mungkin. Tanpa bertanya lebih lanjut, Hime langsung menduduki kursi tak bertuan disana. "Aku mau satu miso ramen pedas dengan telur setengah matang. Beri jamur dan norinya yang banyak, daun bawangnya sedikit saja. Cepat ya, Paman." Banyak permintaan tetapi ingin didahulukan, kalau harganya jadi lebih mahal pun Hime memaklumi.


Terakhir diubah oleh Azumi tanggal 24/12/2015, 11:34 pm, total 2 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Arcobaleno
Murid Akademi
Murid Akademi
avatar


Posting : 16
Join date : 04.11.13
Age : 23
Lokasi : Palembang

#20PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 11:26 pm

Lokasi : Konohagakure
Timeline : Pagi
(-satu timeline sama para genin baru /slapped-)


“Aku hanya sedang mampir. Tidak bermaksud buruk,” menjadi seseorang yang tidak termasuk dalam 5 wilayah besar tentu saja sangat susah. Bukan karena tidak ada perlindungan dari siapapun—karena kenyataannya ia bisa melindungi dirinnya sendiri. Yang jadi masalah adalah, setiap kali ia berhenti di salah satu Negara—pemeriksaan yang harus ia lakukan sangat ketat.

Karena ia adalah Shinobi, dan karena keadaan lima Negara saat ini sama sekali tidak bagus. Saling bermusuhan, saling curiga satu sama lain, dan saling menyerang satu sama lainnya. Mungkin itu yang diam-diam menyebabkannya tidak ingin terikat dalam salah satu Negara bagian 5 besar itu.

“Aku tidak akan melakukan apapun. Kalau tidak percaya, berikan saja pengawalan padaku. Kami Amegakure tidak mau bermasalah dengan 5 negara besar,” pemuda itu tersenyum canggung, namun dengan segera mendapatkan izin dari yang bersangkutan. Tentu benar-benar dengan pengawalan dari beberapa orang disana.

Ia serius tidak ingin cari masalah—setidaknya tidak hari ini.

“Tujuan awal, ramen di Konoha~” ia sedikit bersenandung sambil berjalan dengan langkah ringan. Menuju ke salah satu kedai ramen yang terkenal bahkan diluar Konoha itu. Ichiraku Ramen. Amegakure tidak memiliki makanan seenak Ichiraku, dan karena Amegakure terlalu aman—minimal dibandingkan dengan Negara lainnya—ia bermaksud untuk pergi mencari udara sambil mencari makanan enak disini.

“Ramai juga—ANBU-san, jangan masuk oke? Kalian hanya akan membuat mereka tidak nyaman,” pemuda itu mengibaskan tangannya pada beberapa pengawal yang masih tidak percaya ia tidak akan melakukan apapun. Sebelum ia berjalan kearah salah satu kursi disana dan duduk.

Melihat para Gennin Konohagakure yang tampak masih muda. Mengingatkannya pada dirinya dulu, saat masih berada di Kirigakure.

“Para gennin yang masih polos…” jawabnya sambil bergumam dan tersenyum lebar.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Namikaze Jar'z
Commander Writers - Konoha no Kiiroi Senkou
Commander Writers - Konoha no Kiiroi Senkou
avatar


Posting : 1469
Join date : 08.01.10
Age : 17
Lokasi : Konohagakure

#21PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 24/12/2015, 11:39 pm

Asap masih mengepul di sekitar ledakan. Beberapa orang tampak tergeletak di sana. Mungkin tak ada lagi yang tersisa di sana. Mungkin juga masih ada yang tersisa. Entahlah, belum ada yang bisa memastikan apa yang terjadi.

Sekitar 20 meter dari pusat ledakan, seorang wanita berparas cantik tampak tergeletak bersimpah darah. Sangat banyak hingga mungkin tak ada lagi yang tersisa walau hanya setetes darah di tubuhnya.

Sementara itu, di depan Cafe milik Asada, tampak banyak orang berlarian entah penasaran atau karena ketakutan. Suasana cafe pun menjadi sangat kacau. Asada pun ikut memperlihatkan gesture kepanikannya. Ia pun ikut berlari ke luar sambil meminta pertolongan. "Tolong, tolong, tolong".

Di tempat berbeda, tepatnya kedai Sushi milik Eikichi, suasana tak kalah kacaunya. Eikichi pun ikut berlarian mencari perlindungan.

Baik Eikichi maupun Asada ikut berbaur dalam suasana kacau desa Kiri. Mereka ikut berkumpul bersama warga sekitar.




Sementara itu, kapal Divisi 1 semakin mendekat. Dengan bantuan klan Nara mereka mencoba mencari lokasi desa yang tertutupi kabut.

"Meriam! Apakah sudah siap?", tanya seseorang yang mungkin bertindak layaknya seorang kapten.

"Siap. Tinggal menunggu perintah", sahut petugas.

"Kita akan membuat kekacauan besar-besaran di sekitar gerbang desa. Kalian semua, tetap waspada. Ingat mayoritas, penduduk desa ini pengguna Suiton. Semua tetap waspada".

"Ya".

Suasana tegang mulai menyelimuti seluruh awak Divisi 1. Semua menelan ludah karena membayangkan apa yang akan mereka lakukan. Sebagian dari mereka berpikir "Ini bukan perang, tapi penghancuran". Namun, apa daya, ini perintah Hokage. Mereka harus menjalankan perintah Hokage.

"Taichou! Semua sudah siap!" Ucap seorang awak pada komandan divisi 1.

"Baiklah! Mulai!!!", teriak Komandan menandakan serangan membabi buta itupun dimulai.

Beberapa peluru keluar dari moncong meriam. Tembakan demi tembakan di arahkan berdasarkan petunjuk kln Yamanaka yang sudah memprediksi lokasi gerbang Kirigakure melalui sensornya yang melacak keberadaan sekelompok orang yang dianggap sebagai penjaga gerbang desa.

Tak hanya meriam, senjata pelontar pun digunakan. (Referensi :http://4.bp.blogspot.com/-SOjK6ZjAU9c/TeswpskPIvI/AAAAAAAAHbo/wu71x1HsQ6I/s1600/war+machine%252C+alat+perang%252C+mesin+perang%252C+alat+tempur%252C+mesin+tempur%252C+senjata+tempur.jpg). Senjata tempur mirip senjata Romawi ini mulai digunakan untuk melemparkaan bola-bola api menuju gerbang desa atau mungkin rumah penduduk.

Tak ada ampun, mungkin kalimat itu yang menggambarkan kekacauan yang sedang terjadi saat ini

Sementara itu, dua armada kapal lainnya masih berlayar menuju Kirigakure. Selat yang berada di sebelah utara dengan pulau O'uzu telah terlewati. Kapal mulai menuju Kiri dan hendak menyerang dari arah sebelah kanan.

"Hokage-sama. Apakah anda yakin dengan serangan ini?", tanya seorang pengawal yang tampaknya tidak setuju dengan serangan membabi buta yang kini mulai dilancarkan Divisi 1.

"Kau pasti berpikir Aku tidak memperhitungkan ini. Ia kan?", tanggap Hokage dengan melempar pertanyaan pada pengawalnya.

"Dengan serangan ini, mereka akan siaga untuk mengevakuasi wanita, orang tua, dan anak-anak. Aku sudah memikirkan semuanya. Kau tenang saja dan dukung Aku", jelas Hokage.

Kapal yang ditumpangi Hokage tampaknya masih jauh dari Kirigakure. Semetara kapal divisi 1 sudah semakin dekat dengan bibir pantai.

"Semua!!! Tetap waspada!!" Teriak komandan divisi 1.

"Ya!!!" Sahut anggotanya sambil terus konsentrasi menyerang.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Shinobi
Social Division
Social Division
avatar


Posting : 3582
Join date : 03.09.11
Age : 26
Lokasi : sologakure

#22PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 25/12/2015, 8:19 am


OOT
yoooo, permisi sebentar & maaf mengganggu, bisa minta tolong buatkan tulisan berwarna di lokasi, waktu dan scene yg sedang kalian jalankan agar yg mau ikut ber-RPG di desa tertentu bisa masuk ke alur cerita yg sedang terjadi di desa tsb alias gak mengganggu kegiatan player lain didesa tsb, misal obi sedang dikonoha & bertemu Jar'z maka ane akan menuliskan begini di awal post ane:


Lokasi : Konoha
Waktu : Siang Hari
Scene : Hokage bertemu Kazekage



lalu setelah Obi misalnya selesai bertemu hokage di scene selanjutnya bisa menuliskan dengan cetak tebal alias bold dititlenya

Scene : Obi berjalan-jalan diKonoha

untuk konoha berikan title berwarna merah, sunagakure coklat, kirigakure biru, kumo hijau & iwa kuning.

Code:
[color=red]Konoha[/color]
[color=brown]Suna[/color]
[color=blue]Kiri[/color]
[color=green]Kumo[/color]
[color=yellow]iwa[/color]

selanjutnya yg mau posting didesa tertentu, harap mengikuti waktu yg sedang berjalan di desa tsb. tapi kalo udah cukup lama misal waktu siangnya, silakan lanjut ke waktu malam asal ga mengganggu waktu yg sedang ingin dimainkan player tertentu. karna ane lihat dikonoha ada yg maen di pagi hari, tapi dikiri maen malam hari. mungkin gak masalah kalo beda desa, tapi kalo dalam satu desa waktunya berbeda kan jadi ribet.

ane dari kemaren bingung mau bls dikonoha gak tau ada siapa aja & posisi player2 konoha yg terakhir gimana. kalo ane maen masuk aja takutnya mengganggu para player yg sedang melakukan sesuatu dikonoha. karna jumlah playernya banyak & nama akun disini pun belom semua ane hapal bermain sbg siapa di rpg ini kecuali mungkin pemain jadul kayak Jar'z & Nue. Ok coba tolong diterapkan ya, apa lagi karna trit semua cerita dicampur di satu tempat gini. dulu sih biasanya pake trit masing2 desa & tempat untuk melakukan perjalanan antar desa.

ini cuma saran aja, belum di acc sama TS trit ini. tapi sambil jalan kita bisa melakukan perubahan & peraturan yg diperlukan untuk mempermudah maen rpg disini Makasih, mari kita lanjut
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Izayoi Aki
Undisputed Indofanster World Heavyweight Champion
Undisputed Indofanster World Heavyweight Champion
avatar


Posting : 766
Join date : 02.03.13
Age : 18
Lokasi : Youkai Mountain, Gensokyo

#23PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 25/12/2015, 3:20 pm

Lokasi : Konoha
Waktu : Pagi Hari
Scene : Uchiha Yuuka Berlatih Di Konoha Training Field


Yuuka yang terlihat sedang melakukan push-up di bawah pepohonan yang rindang nan teduh itu.

"1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 ! huft sukareta !..." teriaknya sembari menghela nafas.

"selanjutnya apa ya... emmm sit-up saja ah.." kemudia yuuka melentangkan badannya.

"1, 2, 3, 4, 5, ,6 ,7 ,8, 9, 10..." kemudian terlintas di pikirannya suatu hal yang menjanggal.

"wait a minute.. kenapa pelatihan ku ini seperti pelatihan shinobi pengguna taijutsu ? Bukannya aku Kunoichi pengguna Kenjutsu ? hmm nanda ro na.. ~" kemudian yuuka mengingat sesuatu yang penting

"hahahaha ! sou da.. aku meninggalkan pedang ku di apartement ku ! ah.. ahahaha !" kemudian dia kembali membuka payung nya lalu berjalan pergi dari training field menuju apartement nya untuk mengambil pedangnya.. sungguh ceroboh sekali kunoichi kita yang satu ini.

[Out Dari Training Field]

dalam perjalanannya yuuka merasa lapar tapi untung saja di daerah sekitar situ terdapat sebuah kedai ramen.. dia kemudian menutup payungnya dan masuk ke kedai itu. lalu dia melihat pemandangan yang dia benci.

"Sialan, kenapa kedai ini banyak sekali orang nya.. apa kedai ini tidak tau kalau aku benci dengan keadaan ramai." akhirnya wanita berambut hijau muda ini duduk di daerah yang paling pojok di sebelah kiri.

"Oy Jiji ! Katsudon Ramen Extra Hitotsu !" teriak yuuka

"Hai Yo !" Balas sang penjual ramen.

[ 10 Menit ]

"Haik Omatase ! " kata sang penjual sembari menaruh ramennya.

"Ittadakimas ~" Yuuka mulai memakan Ramennya
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.duelingnetwork.com
Mashirai
Murid Akademi
Murid Akademi
avatar


Posting : 15
Join date : 22.12.15
Age : 18
Lokasi : 変な公園で

#24PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 25/12/2015, 8:22 pm

Lokasi: Konohagakure
Timeline: Sama genin baru yang lain.
Deskripsi dan mengajak ngobrol genin lain


Satu orang. Dua orang.

Yang pertama masuk adalah anak lelaki Uchiha, entah siapa namanya. Dai, dai apalah itu. Daitaro, Daisuke, lupa. Pokoknya nama ujungnya generik sekali. (Sama seperti Rieko, nama belakang wanita dengan -ko). Yang kedua adalah sepupunya. "Hai," seperti biasa, lemas sekali dia. Tidak habis pikir kenapa anak-anak Nara malas-malas sekali. Bawaan? Tidak, bukan begitu seharusnya.

Eh, dikagetkan dengan satu sapaan lain.

"Halo," entah siapa namamu. Dia tidak ingat namanya. Mau lebih realistis, dia hanya ingat sekitar enam atau tujuh orang murid kelasnya di akademi. Dua orang di dekat bangkunya, satu orang di depannya, dan empat lagi yang memang suka berteriak, bertengkar memanggil nama masing-masing. Tidak ada pilihan lain selain hafal jika begitu.

"Ron ya, sini." Kalau yang ini kenal! Anak periang yang entah kenapa membawa aura riangnya kemana-mana. Masih kecil sih, lucu. Jadi ingin diunyel-unyel. Dia duduk di dekat Rieko. Perasaannya saja atau memang mayoritas pelanggan yang ada disini adalah anak-anak?

Yang baru datang yang paling menyebalkan. "Sok," Mangkuk ramennya sudah tiba. Tangan kanannya mengambil sumpit, "Itadakimasu", lalu segera memakan Mi ramennya. masih panas. Tuh, dengar saja si rambut abu-abu memesan ramen tetapi pilih-pilih. "Masih pilih-pilih seperti biasa ya, Hime?"

Matanya berkeliling, menemukan satu orang yang baru datang. Baru lihat, siapa? "Ron, seingatku kau hafal kebanyakan orang. Dia siapa?" Tanya Rieko kepada gadis yang umurnya satu tahun lebih muda dibandingkan Rieko. Eits, tapi meski lebih muda otaknya lumayan.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Izayoi Aki
Undisputed Indofanster World Heavyweight Champion
Undisputed Indofanster World Heavyweight Champion
avatar


Posting : 766
Join date : 02.03.13
Age : 18
Lokasi : Youkai Mountain, Gensokyo

#25PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 25/12/2015, 10:06 pm

Yuuka sedang asyik menikmati makanannya yang enak itu.. semangkuk extra katsudon ramen.

" *slurp *slurp " yuuka menikmati makanannya sedikit demi sedikit.
lalu yuuka melihat sekitar sembari memainkan sumpit, dan dia melihat seorang perempuan yang menatap dia.

"Nani ?! kenapa dia melihat kearah ku ? apa ada yang salah dengan muka ku ? rambut ku ?" Yuuka bergumam sendiri.

lalu dia berfikir.. entah kenapa sepertinya dia merasa ke"GR"an

"Ahh doushiyo... anoko kawaiishi.. ahh gak ! gak ! (menampar pipinya perlahan) kita sama - sama wanita dasar payah.. uuu" Yuuka kemudian menyembunyikan wajahnya yang memerah tersebut.
Well apa ini ? Char Yuri Complicated ? Saa ~ siapa tau.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.duelingnetwork.com
Sponsored content




#26PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7

Kembali Ke Atas Go down
Subject: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7  None

Anda tidak dapat mengirmkan postingan atau mengomentari pembahasan di topik ini karena masih berstatus sebagai Tamu.
Silakan Mendaftar dan Login agar dapat mengakses segala fitur forum secara penuh.
AgoessNaruto Robot
Forum Bot



Join Date: 16/05/2009
Lokasi: Forum AgoessNaruto
Comments: Bot untuk membantu anda di Forum AgoessNaruto
Kembali Ke Atas Go down
 

Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 2Pilih halaman : 1, 2  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Indofanster :: RPG Room ::   :: Other Places :: Other Places-