Forum Indofanster

Selamat datang di Forum Indofanster.
Silakan mendaftar dan login untuk bergabung mendiskusikan berbagai Manga-Anime.

Welcome to FAN

Jangan sungkan untuk bergabung ya...


Forum Indofanster

Forum Tempat Berdiskusi Tentang Manga - Anime
Dibuat oleh Agoess Sennin pada 16 Mei 2009
Indofanster adalah Keluarga, Bukan Sekedar Tempat Berkumpul
 
IndeksPortalCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupAffiliatePendaftaranLogin
Welcome to
Rules • Staff • Ranks & Holder

Share | 
 

Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2
PengirimMessage
Shotaro Hidari
Konoha's Jounin Commander
Konoha's Jounin Commander
avatar


Posting : 453
Join date : 30.10.13
Age : 17
Lokasi : Las Noches

#26PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 26/12/2015, 3:52 am

Lokasi : Konohagakure
Waktu : Pagi Hari
Scene : Ngobrol dengan genin lain, makan ramen juga kali


Balasan singkat diberikan oleh Daisuke ketika orang ketiga datang dan memberi sapaan. "Yo, Yuudai-san." Seakademi sih dulu jadi wajar bisa kenal. Tiga orang makan begini bisa kali ya? Tidak sepi.

Sebelum Daisuke mulai merasa kedai menjadi sempit setelah beberapa orang datang, sebagian besarnya adalah gadis seangkatannya. Hozuki Ron yang dari dulu memang gadis yang amat berisik--bukan berisik sih tapi seperti terlalu ramah dan terbuka pada siapapun menurutnya, kedua Amana Yasu kan? Biasa sih kalau perempuan rambutnya panjang ya? Kalau Yasu pendek kalau ingatannya tidak salah, dan tentu saja dia kenal Uchiha Hime yang juga klan Uchiha sama dengan Daisuke namun tidak sering bertemu. Tapi jarang-jarang bisa ketemu mereka dalam satu waktu begini.

"Ya hai semuanya." Memberikan salam pada teman-teman seangkatannya. Begitulah seterusnya hingga kedai ini menjadi ramai dan lebih ramai lagi. Kira-kira ada 7 atau 8 orang memenuhi kedai ini. Yang di jauh sana itu namanya Uchiha Yuuka sih, tapi dia jarang juga berkomunikasi dengan sosok tersebut. Ada yang belum disebutkan? Bila ada, maka ada seseorang yang sedikit meragukan kehadirannya. Siapa? Entahlah masa bodo. Makan ramen juga kali.

"Daisuke-kun, ini dia." Dibawakan padanya ramen panas baru diangkat dan dituangkan dalam mangkuk. Wangi ramennya sudah merayu indra penciumannya, dia sudah tidak tahan lagi untuk makan. "Ya. Selamat makan semuanya." Dipisahkannya sumpit yang telah disediakan agar menjadi sepasang. Memasukkan kecap, cabe, dan cuka tambahan. Daisuke mencicipi ramen agar rasanya pas, bagi dia sih langsung kenyang tak apa tapi karena ada teman ya tidak usah buru-buru kali makannya. Hari ini pun dia tidak begitu sibuk.

"Paman, air putihnya satu ya?" Kepedasan? Enggak. Kenyang? Belum. Terus ada apa dengan Daisuke? Tidak ada alasan yang jelas sih. Masih menyicip sisa-sisa ramen yang masih ada di dalan mulutnya sembari menunggu pesanannya datang. "Hey, kau kenal atau pernah lihat orang itu?" Tanyanya pada Yuudai mengenai satu entitas yang bukan lagi terlihat seperti mereka yang merupakan bocah-bocah genin. Bukan dia mencurigai, tapi kok tidak pernah lihat ya? Ganti wajah barangkali atau apa. Iseng-iseng saja sebenarnya, menunggu pesanannya juga.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Yamakawa Ron
Murid Akademi
Murid Akademi
avatar


Posting : 13
Join date : 23.12.15
Age : 16
Lokasi : Konohagakure

#27PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 26/12/2015, 6:38 am

Lokasi : Konohagakure
Waktu : Pagi Hari
Scene : Ngobrol dan makan dengan genin lain



"Hime-nee, juga rajin kok," ucapnya sembari tertawa kecil. Buktinya sudah mampir saja pagi-pagi gini. Kalau tidak, mana mungkin bertemu kan ya. Sebenarnya, maksud dari gadis itu mungkin lebih dari apa yang terdengar tetapi Ron tentunya tidak akan mengerti hal seperti itu.

"Ini pesanannya ya, Ron"

Wah, lihat ramennya sudah datang. Masih fresh juga, asapnya mengepul-ngepul pertanda masih panas. Pastinya enak nih dan sebenarnya memang enak. Kalau tidak enak juga mana ada yang mau makan ya. Tidak mungkin ramai dan terkenal juga. Mereka para genin juga tidak akan kebetulan berkumpul juga.

"Arigatou, paman." Berterima kasih terlebih dahulu sebelum memulai menyantap ramen yang membuatnya hampir meneteskan air liurnya. Setelahnya--"Itadakimasu!" ucapnya dengan sedikit berteriak. Didengar semua orang yang lagi dikendai? Ahh, tidak apa-apa, orang yang mengenal Ron pasti sudah bisa memaklumi dan mengerti tabiat Ron yang ramai. Justru bukan Ron namanya kalau sepi. Hhe.

Sumput yang menyatu pun telah dipisahkannya menjadi dua batang. Kalau cuma satu batang menyatu kan tidak bisa makan juga. Digalinya mamgkuk ramen miliknya untuk menggapai beberapa helai ramen. Setelahnya pun disuapi dirinya dengan ramen yang berhasil digapit sumpitnya. "Panas." Lidahbya pun keluar terjulur sedikit. Perasaan tadi sudah menyadari kalau ramennya panas tetapi masih saja langsung dilahap tanpa ditiup terlebih dahulu ya. Sesuatu memang terkadang Ron ini.

"Hee?" Wajahnya pun segera berpaling melihat sosok yang ditanyakan oleh Rie-nee. Dengan segera otaknya pun mampu meraup informasi yang tersimpan pada otaknya. Memang menanyakan mengenai nama dan wajah seseorang adalah hal yang cukup dibanggakannya sih. Sedari kecil memang dirinya mudah mengingat sesuatu dengan mudah seperti sebuah gambaran-gambaran. "Ahh, itu Uchiha Yuuka dan seorang genin juga seperti kita," jelasnya menjawab pertanyaan Rie-nee.

Setelahnya, maniknya pun berpaling pada sosok yang sedang dibicarakan oleg kedua pemuda di sana. Siapa? Entahlah, ini baru pertama kalinya melihat sosok tersebut. Sepertinya bukan dari Konoha tetapi ditengah perang, seharusnya tidak mungkin dari negara musuh, kan? "Aku tidak bisa mengenalinya," ucapnya dengan ekspresi bingung. Sedikit kesal juga sih. Terbiasa mengenali hampir semua orang di desa ini, tentunya ada yang mengganjalnya jika ada satu dua orang tidak dikenalnya.

"Nii, siapa?" tanyanya pada salah sosok yang tidak dikenalnya tersebut. Frontal memang, jika diingat sewaktu pertama kali dirinya belajar menganali orang-orang juga seperti ini ya. Satu demi satu orang didatanginya hanya demi bertanya nama dan beberapa informasi. Untungnya tidak dikira anak gila ya.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Izayoi Aki
Undisputed Indofanster World Heavyweight Champion
Undisputed Indofanster World Heavyweight Champion
avatar


Posting : 766
Join date : 02.03.13
Age : 17
Lokasi : Youkai Mountain, Gensokyo

#28PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 26/12/2015, 12:01 pm

Lokasi : Konohagakure
Waktu : Pagi Hari
scene : makan dengan genin lain



Yuuka masih menyembunyikan wajahnya yg memerah itu. lalu dia ingat sesuatu.
"hmm.. bagaimana nasib taman bunga ku di depan apartement ya.. seharian ini belum ku sirami.. dan aku harus segera mengambil pedang ku yang tertingal di apartement.. hmm aku harus cepat.." Yuuka lalu mempercepat makan makanannya. menit - menit telah berlalu, Yuuka tidak sengaja merogoh saku nya Dan kemudian sontak mukanya menjadi pucat. Kau bisa tebak ? yup, Yuuka tidak bawa uang (lol)

"NANI ?!?! Douhiyou... kenapa di saat seperti ini aku malah tidak membawa uang ? KENAPAAAA !!! OMG ! apa aku harus bekerja di sini untuk membayar ramen ini.. sh*t.. oh god why.." Gumamnya dengan wajah yang pucat dan berkeringat dingin. Yuuka lalu berfikir bagaimana caranya agar dia bisa membayar ramen ini. dasar.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.duelingnetwork.com
Scarlet
Technician Division
Technician Division
avatar


Posting : 459
Join date : 01.04.13
Age : 18
Lokasi : Di atas bumi, di bawah langit

#29PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 26/12/2015, 4:08 pm

Lokasi: Kirigakure
Waktu: Malam hari
Scene: Di depan gedung Mizukage.



Ledakan kembali terdengar. Kali ini, secara beruntun. Pasti ada sesuatu yang aneh. Misaya kemudian memutar badannya, sebelum memasukki ruangan Mizukage dan meraih sehelai kertas. Juga bolpoin bertinta hitam--dan lalu menuliskan kata-kata 'aku pergi dulu' di sana. Setelah itu, ia kembali memutar badannya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut. Lalu, tentu saja, berlari ke arah asal suara.

.
.
.
.

"Ap--a.."

Laju larinya terhenti. Walaupun ia dan penyebab ledakan itu berjarak 20 meter, akan tetapi ia sudah bisa melihat semuanya. Sebuah kapal tampak sedang melemparkan bola api ke arah rumah penduduk juga gerbang, dan juga peluru yang dilontarkan dari meriam. Tangannya dikepal. Ia kemudian membentuk sebuah segel tangan. Suiton: Mizubunshin no Jutsu. Klon darinya tampak berdiri di sampingnya. Tidak cukup dengan itu, ia juga membentuk sebuah segel tangan. Shunshin no Jutsu--dan ia langsung menghilang dari tempatnya. Dengan asap yang seolah mengatakan bahwa ia berteleportasi. Padahal bukan.

Ketika ia hanya berjarak 5 meter di depan kapal tersebut, ia menarik klonnya yang mengikutinya untuk mendekat kepadanya. Doton: Chidokaku kemudian dilakukan untuk meninggikan tanah yang ia dan klonnya pijak. Klonnya melompat sebelum membentuk sebuah segel tangan. Suiton: Suijinheki diarahkan ke kapal tersebut, untuk menghentikan bola api dan meriam yang dilemparkan ke arah gerbang maupun ke rumah penduduk. Sementara Misaya yang asli--memandang ke arah kapal tersebut, mencari sosok sang Hokage.

Senyumnya kemudian mengembang tepat ketika menemukan sang target.

Sebuah segel tangan dibentuk dengan cepat. Tiger. Ox. Tiger. Rat. Suiton: Suidan no Jutsu dilancarkan ke arah--tentu, siapa lagi kalau bukan Hokage.


Maaf agak.. gaje, lagi webe soalnya. CMIIW ~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Saikyouiku
Murid Akademi
Murid Akademi
avatar


Posting : 14
Join date : 23.12.15
Age : 16
Lokasi : 世界

#30PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 26/12/2015, 4:35 pm

Lokasi : Konohagakure no Sato
Waktu : Pagi hari
Scene : Bersama para genin di kedai ramen.


Pagi-pagi saja si paman sudah dapat banyak keuntungan, ya. Semakin banyak orang yang memasuki kedai dan memesan. Kenapa yang datang seumuran dengannya semua? "Hai." Yuudai berucap singkat membalas orang-orang yang menyapanya. Dia ingat mereka semua-- Amana Yasu, Hozuki Ron, Uchiha Azumi. Gadis berambut hijau yang tadi berkomentar tentang keadaan tempat ini juga dia tahu, Uchiha Yuuka. Semuanya murid akademi dulu jadi dia ingat. Terkadang Yuudai merasa memori otaknya terlalu banyak terbuang untuk mengingat hal-hal tidak penting seperti nama-nama orang ini misalnya. Tapi ya sudahlah, setidaknya itu berarti kan otaknya pintar. Dan bisa saja suatu saat nanti ia akan mengerjakan misi bersama orang-orang ini, kan?

Pesanannya sudah keluar, Yuudai mengangguk dan mengucapkan terima kasih sebelum mengambil sumpitnya dan mulai memakan ramennya. Sebelum memasukkan ke mulut tentu ia tiup-tiup terlebih dahulu, masih panas. Rasanya lumayan. Yah, kedai ini kan memang cukup terkenal, masa rasanya tidak enak.

Mendengar pertanyaan Daisuke, remaja berambut merah itu melirik orang yang dimaksud. "Tidak, aku nggak pernah lihat. Orang dari luar, mungkin?" Meskipun Yuudai adalah seorang remaja yang cukup malas dia masih sering berjalan-jalan di luar dan karena ia bisa dengan mudah mengingat wajah-wajah orang yang lewat (sumpah, memorinya lama-lama habis), dan dia tidak pernah melihat orang itu di desanya. Siapakah gerangan pemuda anonim itu? Tapi tidak sih, pemuda Nara itu tidak sebegitu penasaran akan sosok tersebut. Selama dirinya tidak diganggu ya.

Eh, si Ron malah mendatangi orang itu. Ya sudah sih, toh dia tidak peduli. Bukan orang berbahaya... semoga. Karena kalau memang orang tak dikenal itu bermaksud jahat disini, mau tidak mau Yuudai terpaksa turun tangan nanti kan? Huft.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Namikaze Jar'z
Commander Writers - Konoha no Kiiroi Senkou
Commander Writers - Konoha no Kiiroi Senkou
avatar


Posting : 1469
Join date : 08.01.10
Age : 17
Lokasi : Konohagakure

#31PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 26/12/2015, 7:59 pm

Serangan demi serangan tetap dilancarkan kapal perang divisi 1. Terus menyerang dengan rentetan tembakan Meriam dan lontaran bola api. Sambil terus melaju, serangan membabi buta terus dilancarkan, hingga pada akhirnya kapal sudah mendekati pelabuhan atau mungkin pantai.

Scarlet wrote:

Ketika ia hanya berjarak 5 meter di depan kapal tersebut, ia menarik klonnya uang mengikutinya untuk mendekat kepadanya. Doton Chidokaku kemudian dilakukan untuk meninggikan tanah yang ia dan klonnya pijak. Klonnya melompat sebelum membentuk sebuah segel tangan. Suiton : Suijinheki diarahkan ke kapal tersebut, untuk menghentikan bola api dan Meriam yang dilemparkan ke arah gerbang maupun ke rumah penduduk.

Serangan balasan ini sudah diprediksi oleh seluruh awak. Namun, mereka terkejut karena sosok ini yang muncul.

“Bukankah itu Mizukage?”, bisik seseorang yang berdiri di atas layar.

“Gawat”, ucap beberapa orang yang langsung meninggalkan kapal.

Serangan cepat berupa semburan air itu berhasil memadamkan bola api yang dan hendak dilontarkan. Begitupun dengan Meriam yang basah dan tak dapat digunakan lagi.

“semua! Siaga!!” teriak seseorang yang merupakan komandan divisi 1 ini.

Semua pun siaga dan langsung menyerang seseorang yang baru saja menembakan air ke kapal. Ratusan kunai dan shuuriken di arahkan padanya.

Scarlet wrote:

Sementara Misaya yang asli – memandang ke arah kapal tersebut, mencari sosok sang Hokage.

Senyumnya kemudian mengembang tepat ketika menemukan sang target.

“Nani?”, ucap seseorang yang menjadi target sosok yang menyerang kapal divisi 1. “Senyum macam apa itu? Aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi kepadaku”.

Rupanya, sosok yang diduga Mizukage itu telah salah menilai seseorang. Mungkin karena Hokage Konoha baru terpilih beberapa bulan sehingga ia kurang memperhatikan siapa yang sedang ia lihat itu. Rambut pirang mungkin menjadi alasan mengapa Mizukage menganggap dirinya sebagai sosok Hokage.

“Semua! Selamatkan diri kalian!!!”, teriak Komandan divisi 1 sambil melompat meninggalkan kapal.

Namikaze Jar’z wrote:

Sementara itu, dua armada kapal lainnya masih berlayar menuju Kirigakure. Selat yang berada di sebelah utar pulau O’Uzu sudah terlewati. Kapak mulai menuju Kiri dan hendak menyerang dari arah kanan

==============

OOT :

Maaf Mizukage-san, anda salah sasaran

Ada 4 buah kapal, kapal Divisi 1 menyerang desa dan itu adalah kapal yang diserang Mizukage karena hanya kapal itu yang sedang menyerang. Kapal divisi 1 berada di sebelah kiri (lihat peta) atau sebelah barat. Kapal divisi 2 mengikuti kapal divisi 1 namun dengan jarak cukup jauh. Nah posisi Hokage berada di kapal 3 atau kapal 4 yang berlayar dari arah berlawanan dan akan muncul dari sisi kanan atau sebelah timur Kiri. Saat ini Mizukage menyerang orang lain dan bukan Hokage karena kapal Hokage tidak sedang menyerang. Agar lebih dinamis, aku ganti orang yang diserang Mizukage adalah shinobi Konoha (NPC) berambut pirang seperti Hokage.


=======================

Sementara awak kapal lain berhasil meninggalkan kapal, sosok yang dianggap Hokage itu seketika terpelanting dengan badan nyaris tak berbentuk lagi. Serangan Mizukage ini tampak sederhana namun efeknya sungguh luar biasa. Tak hanya sosok itu yang menjadi korban dari serangan Mizukage, bahkan kapal pun nyaris hancur karena serangan ini.

Seluruh awak kapal tampak tidak memperdulikan apa yang terjadi. Mereka berpikir, seseorang gugur dalam peperangan adalah hal yang wajar. Mereka lebih memilih untuk melancarkan serangan kepada Mizukage.

Lima orang berdiri beberapa belas meter sebelah kiri Mizukage. Mereka tampak mengeluarkan sebuah gulungan dan membentuk segel.

“Kagura Shuuriken”, teriak mereka yang berpenampilan seoerti Tenten itu. Seketika ratusan Shuuriken menyerang Mizukage.

Selain serangan itu, tiga orang anggota klan Sarutobi tampak melayang di udara.

“Katon, Karyuu endan no jutsu”, Semburan api menyerang Mizukage asli dari arah atas. Tiga semburan api berukuran sedang itu siap melahap Mizukage.


OOT :
Kumpunan shinobi yang menyerang Mizukage adalah NPC yang tidak didaftarkan. Kemampuan mereka tidak istimewa dan hanya sebagai pelengkap cerita agar lebih menarik saja.



Terakhir diubah oleh Namikaze Jar'z tanggal 26/12/2015, 8:07 pm, total 1 kali diubah (Reason for editing : kesalahan format quote.)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Uchiha Atsuko
Futarime no Rikudou
Futarime no Rikudou
avatar


Posting : 2047
Join date : 27.01.12
Age : 19
Lokasi : Shiganshina

#32PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 26/12/2015, 10:55 pm

Perbatasan Konoha - Ame.
Malam hari.

Ia berdecak, kesal karena tak kunjung mendapatkan informasi mengenai desa musuh. Sudah tiga hari pria itu mencari informasi di desa hujan itu dan apa yang ia dapat? Tidak ada, mereka begitu tertutup terhadap dunia luar. Tak ingin terlibat dalam peperangan mungkin.

Kaki-kakinya sedang menuntunnya menuju Negara Api. Bukan, ia bukan ingin mengamuk di desa musuh seorang diri. Bisa mati dia. Uchiha Alluka, nama pria itu, hanya ingin mencari penginapan untuk tempatnya bermalam. Sembari mencari informasi mengenai desa musuh. Tentu, ikat kepala sengaja ia sembunyikan agar tak ketahuan bahwa ia adalah Shinobi Kirigakure no Sato.

"Anda orang baru?"

Alluka hanya mengangguk ketika ditanyai. Ia sedang berada di dalam sebuah hotel kecil di Negara Api. Dan akan memesan satu kamar untuk beristirahat.

"Berapa?" giliran Alluka yang bertanya, sambil menyodorkan beberapa lembar uang.

"Are?" pak tua itu merasa heran setelah melihat uang kertas milik Alluka.

"Oh? Ini? Sebelum pergi ke Negara Api, aku singgah di Negara Air. Aku seorang wartawan yang kini ditugaskan ke Negara Api. Dan aku lupa menukarkan mata uang Negara Air ini ke mata uang milik Negara Api. Maaf." Ia membuat alasan, berupaya agar penyamarannya tidak terbongkar. Sialnya, dia tidak memperhatikan detil kecil seperti ini.

Pak tua itu diam terbengong-bengong.

"Maaf pak, apa ini tidak bisa dipakai? Baiklah, akan aku tukarkan terlebih dahulu." Alluka berpura-pura akan pergi, memutar tubuhnya. Namun sebelum ia melangkah pergi, pak tua itu berkata: "Ah nak, mata uang ini dapat dipakai. Kebetulan aku mengoleksi mata uang asing seperti ini."

"Terimakasih."

"Ini kuncinya, nak."

"Terimakasih, pak."

Kini ia dapat beristirahat setelah seharian penuh bekerja demi kepentingan desa.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.s-a-d.co.nr
Azumi
Warga Biasa
Warga Biasa
avatar


Posting : 5
Join date : 23.12.15
Age : 19
Lokasi : Another Dimension

#33PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 27/12/2015, 2:41 pm

Lokasi : Konohagakure
Waktu : Pagi Hari
Scene : Di kedai ramen



Menempati kursi kosong yang masih tersisa di meja panjang, menangkupkan rok terusan yang dipakai dengan hati-hati sebelum mendaratkan bokong pada kursi. Menyamankan diri meskipun tahu kursi di tempat makan seperti ini tidak senyaman di rumah. Hari ini tidak ada latihan ataupun misi-misi kecil yang dikerjakan, maka dia memilih sebuah terusan berwarna putih gading, corak kelopak sakura merah muda berguguran, mengumpul pada tepian rok berhias kumpulan sakura mekar. Setidaknya bila tidak ada kegiatan, tidak masalah memilih terusan manis untuk dikenakan.

"Ck." Lengannya terangkat mengarah pada dahi bocah kecil keturunan Hozuki disana. Mendaratkan satu sentilan disana, dengan pipi menggembung sebal. "Sudah dibilang jangan pakai -nee, membuatku terlihat lebih tua saja." Padahal mereka seusia, meskipun memang Hime lebih tinggi dari bocah Hozuki itu. Dasarnya dia tidak begitu suka menggunakan honorifik semacam itu untuk memanggil seseorang. Bahkan pada Otousan dan Okaasan sekalipun, Hime bisa dengan santai memanggil nama masing-masing, hanya saat dirumah. Tahulah bagaimana dia membawa diri di luar rumah apalagi dalam sebuah acara penting.

Diluar semua itu sih, meh.
 
Bertopang dagu kembali sembari menunggu paman pemilik kedai menyiapkan pesanannya. Wajah terteleng pada Rieko Nara. "Tentu saja, Aku tidak mau membeli apa yang tidak kuinginkan. Jika tak sesuai mengapa harus dibeli, hem?" Membuang uang secara sia-sia. Lalu itu si bocah Amana, "Penutup matamu itu tidak mengganggu saat makan apa?"

Tiba-tiba tubuhnya sedikit condong ke depan melihat pada sepupu lelaki disana, senyum terulas, kedua manik berbeda warna miliknya berbinar. Biasanya kalau Hime bersikap manis pasti ada maunya. "Nee, Daisuke. Traktir Hime dong. Mau ya?" Nah, kan. Ucapannya cukup lantang karena tempat mereka yang selisih beberapa kursi. Dari kalimatnya tidak terdengar memaksa tetapi dari intonasi yang digunakan kau tahu bila bocah satu ini memberi perintah. Yah, bukan berarti Hime tidak kuat membayar mangkuk ramennya sendiri. Kalau ingin dia malah bisa beli sepuluh mangkuk sekaligus. Tetapi dia ini cukup perhitungan terhadap uang, bila kemungkinan tidak mengeluarkan uangnya ada, mengapa tidak dimanfaatkan.

Sifat siapa ini yang menurun pada dirinya.

Beberapa orang lainnya membicarakan seseorang yang katany belum pernah dilihat. Berada di dalam kedai ramen. Tidak mungkin perempuan di pojok sana itu sih, salah satu sepupu jauh Uchiha. Kalau itu siapa yang tidak tahu? Tetapi lihat. Lelaki asing, diperkirakan usianya jauh diatas Hime, dari perawakan dan tinggi pun kelihatan kecuali kalau kau orang buta. Tampangnya tidak terlihat seperti seorang penjahat dengan sebuah senyum di wajahnya, tetapi bukankah yang seperti itu malah lebih berbahaya. Bodohnya Hozuki kecil malah mendekat.

"Hati-hati lho Ron, nanti digigit." Bukan sebuah peringatan. Hime sih tidak peduli asal tidak membuat keributan dan merusak acara makan ramennya. Terkadang Hime merasa kalau usianya nampak tidak cocok dengan sikap dan pembawaan. Terlihat seperti bocah tetapi cara berpikirnya sedikit berbeda, menimbang dari untung rugi yang akan diterima sebelum melakukan sesuatu.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nue
Kelas S (GL51076X)
avatar


Posting : 1841
Join date : 22.01.12
Lokasi : Kepo luw

#34PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 27/12/2015, 6:44 pm

"Tidak... instruksi bagi ku sudah jelas agar memantau dari titik ini dalam jangkauan beberapa radius"
Tukas nya dengan tegas, Makenshi tak peduli siapa orang ini, pikirnya untuk saat ini alasan itu cukup logis, meski kemungkinan akan kecurigaan pasti ada.


"Silakan bergerak sesuai instruksimu, aku juga harus beberapa meter kedepan untuk memeriksa sesuatu" tanpa basa basi pria itu melompat ke dahan dimana awal ia diam, bersiap untuk beranjak
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Scarlet
Technician Division
Technician Division
avatar


Posting : 459
Join date : 01.04.13
Age : 18
Lokasi : Di atas bumi, di bawah langit

#35PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 27/12/2015, 10:09 pm

Lima orang tampak berdiri beberapa belas meter di samping kirinya. Kagura Shuuriken pun dilancarkan ke arahnya. Tersenyum tipis, beberapa segel tangan dibentuknya. Doton: Doryuuheki. Sebuah dinding Doton muncul di sisi kirinya, digunakan agar Shuuriken yang dilancarkan ke arahnya menancap pada dinding Doton itu. Akan tetapi, ia salah mengira bahwa semua ini berakhir sampai sini saja.

Tiga orang tampak melancarkan Katon: Karyuu Endan dari arah atas. Beruntung dengan cepat, sang kloning langsung menarik kerah bagian belakang baju Misaya sebelum melempar Misaya ke arah tanah, menjatuhkannya dari tanah yang telah ditinggikannya dengan Doton: Doryuuheki. Kloningnya tersebut kemudian menggunakan Suiton: Suijinheki ke arah atas--memadamkan Karyuu Endan yang tampak meluncur ke arahnya.

Tidak cukup dengan itu. Ia kemudian tampak membuat sebuah segel tangan yang cukup rumit. Sebelum kemudian, muncul sebuah naga air yang menyerang tiga orang Sarutobi tersebut. Benar sekali--Suiton: Suiryuudan no Jutsu.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Namikaze Jar'z
Commander Writers - Konoha no Kiiroi Senkou
Commander Writers - Konoha no Kiiroi Senkou
avatar


Posting : 1469
Join date : 08.01.10
Age : 17
Lokasi : Konohagakure

#36PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 28/12/2015, 7:16 am

Kekuatan Mizukage tampaknya terlalu kuat untuk pasukan divisi 1. Buktinya, serangan beruntuk dari dua sisi berbeda mampu dipatahkan dengan mudah. Bahkan, serangan balik dilancarkan ke arah tiga Sarutobi yang masih melayang di udara.

Seekor naga air muncul dan menyerang mereka. Tanpa sempat melakukan perlawan lagi, naga tersebut berhasil mengalahkan ketiga Sarutobi itu.

"Juuken", ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan Mizu bunshin Mizukage bermaksud untuk menyerang titik vital bunshin tersebut. Tanpa rasa takut sedikit pun, pria Hyuuga ini melancarkan pukulan yang ia arahkan ke perut Mizukage.

Sementara itu, sekitar 34 orang shinobi yang merupakan awak kapal Divisi 1 berlarian menuju gerbang Kirigakure. Tak salah lagi, ini adalah serangan yang dimaksudkan untuk menghancurkan Kirigakure langsung dari dalam desa. Mereka berlari menuju gerbang dan mungkin beberapa celah hasil rentetan serangan meriam.

Sementara 34 shinobi berlari menuju desa, 2 orang yang diselimuti serangga hitam sudah berdiri beberapa meter di dekat Mizukage. Mereka bemaksud menghambat gerakan Mizukage. Selain kedua orang itu, seorang pria gendut, seorang kunoichi dan seekor pit bull siap membantu melawan Mizukage.

"Walau tak yakin bisa mengalahkannya"

"Kita harus berusaha menghambatnya beberapa detik sampai pasukan kita berhasil masuk desa".

"Ya!"

"Kita serahkan nyawa kita demi kesuksesan misi ini".

Sebuah gerakan dilakukan kedua orang Aburame untuk memanggil kikkaichu dari dalam tubuhnya. Kemudian, ribuan Kikkaichu menyerang Mizukage membentuk sebuah bola (sebesar bola basket) yang siap menghantamnya.

"Bubun Baika no Jutsu", pria gendut tersebut melompat dan mengarahkan pukulan (hanya tangannya saja yang membesar / tidak berubah menjadi raksasa) ke arah Mizukage.

* * *

Ketika duo Aburame dan pasangan Akimichi-Inuzuka sedang mempertaruhkan nyawa dengan menghadapi Sang Mizukage, sekitar 17 mil. Dari lepas pantai (atau mungkin pelabuhan) sebuah kapal perang yang tak lain adalah pasukan Divisi dua tampak semakin mendekati tempat pertarungan. Meriam-meriam pun siap diarahkan menuju desa.

"Komandan! Kapal Divisi 1 sudah berlabuh. Mereka sudah berada di depan gerbang", lapor pria bermata putih yang berdiri di atas tiang layar.

"Bagus! Rencana kita berhasil", tanggap Komandan Divisi 2. "Siapkan meriam! Kita akan menyerang dan membantu pasukan Divisi 1 memasuki desa".

"Ya", teriak awak kapal Divisi 2.

Atas perintah komandan, beberapa moncong meriam diarahka ke arah desa.

* * *

Sebelah timur Kirigakure,,, Dua buah kapal semkin mendekat.

"Turunkan jangkar!", teriak seseorang dari salah satu kapal.

Tak lama kemudian, salah satu kapal berhenti, sementara yang lain terus melaju menuju Kirigakure.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Skye di Cielo
Jinchuriki Jyuubi
Jinchuriki Jyuubi
avatar


Posting : 1182
Join date : 21.01.12

#37PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 28/12/2015, 4:08 pm

Kirigakure; Malam Hari (Satu Timeline dengan om Maken, Mizukage, dan Hokage)


“Keadaan Kirigakure sudah jelas sedang dalam bahaya bukan? Kenapa harus dipantau lagi?”

Korose memiringkan kepalanya, menatap pada orang di depannya yang kemudian bergerak melompat kearah dahan yang pertama dipijak oleh pemuda itu. Bukannya bergerak kearah dimana pertempuran terjadi, pemuda itu masih berdiam diri sebelum mengeluarkan kunai dari lengan pakaiannya.

“Bagaimana dengan tubuh aslimu?” Senyuman itu masih sama terukir halus di wajahnya, kunai itu bergerak lurus kearah sungai dimana ia cukup yakini terdalam orang yang ia ajak bicara tadi. Setidaknya, tubuh asli dari Bunshin yang ia ajak bicara tadi.

Berharap minimal ia bisa melihat pergerakan dari orang yang berada di air itu, memastikan adakah orang lain disana.

“Tidakkah sebaiknya kau keluar?”
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nue
Kelas S (GL51076X)
avatar


Posting : 1841
Join date : 22.01.12
Lokasi : Kepo luw

#38PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7 28/12/2015, 9:06 pm

Seringai tipis tampak tersumbing di sudut bibirnya, makenshi gelengkan kepala dan melirik sosok shinobi yang sedikit mengganggu tugasnya itu.

"Tidak kah kau mengerti arti sebuah perintah" gumamnya pelan

"Ketika melanggar, itu dinamakan makar" lanjutnya.

Tak disangka pemuda tak sopan itu melempar kunai ke arah tubuh aslinya. Namun sigap mizubunshin si surai perak melesat menangkapnya kemudian mengepal bom asap ke arah yang bersamaan dengan Kunai yang ia balik kan.


Seketika asap meledak dihadapan shinobi yang entah siapa itu.

Lalu mizubunshin tadi menyusul ledakan dengan terjangan kearah shinobi tersebut dengan jemari yang siap mwncengkram dan mematahkan leher lawan.

"kau mengganggu misiku anak muda" geram pria tersebut
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




#39PostSubyek: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7

Kembali Ke Atas Go down
Subject: Re: Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7  None

Anda tidak dapat mengirmkan postingan atau mengomentari pembahasan di topik ini karena masih berstatus sebagai Tamu.
Silakan Mendaftar dan Login agar dapat mengakses segala fitur forum secara penuh.
AgoessNaruto Robot
Forum Bot



Join Date: 16/05/2009
Lokasi: Forum AgoessNaruto
Comments: Bot untuk membantu anda di Forum AgoessNaruto
Kembali Ke Atas Go down
 

Perang Dunia Shinobi Generasi Ke-7

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 2Pilih halaman : Previous  1, 2

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Indofanster :: RPG Room ::   :: Other Places :: Other Places-